Pra Peradilan Kasus Penangkapan Husen Syukri, Majelis Dengarkan Keterangan Saksi Penggugat
Oleh : Radar Medan | 18 Jun 2020, 16:55:48 WIB | 👁 1812 Lihat Hukum dan Kriminal
RADARMEDAN.COM-Sidang lanjutan gugatan Pra Peradilan kasus penangkapan Husen Syukri oleh Polsek Medan Timur memasuki agenda mendengarkan keterangan saksi penggugat. Sidang Praperadilan dipimpin oleh Hakim, Bambang Joko, Rabu (17/6/2020).
Dari keterangan 3 orang saksi, saat penangkapan dari tubuh Husein Syukri tidak di dapatkan barang bukti narkoba. Begitu juga saat dilakukan penggrebekan dari rumah Husein Syukri tidak juga ditemukan barang bukti narkoba.
"Dalam lingkungan II, dia (Husein) aktif dan sering memberikan bantuan. Saat kejadian memeriksa rumah Husein, saya mendampingi petugas Polsek Tanjung Morawa dan Polsek Medan Timur namun tidak ditemukan barang bukti narkoba," Terang Kepala Lingkungan II, Kelurahan Peak Tanjung Morawa, Deli Serdang, Damri Siregar.
Hal yang serupa juga disampaikan oleh saksi Imam Rahmat Hidayat, ia menegaskan bahwa saat penangkapan Husein di Polsek Tanjung Morawa tidak ada ditemukan barang bukti narkoba.
"Kejadiannya tanggal 24 Maret 2020, awalnya saya ditangkap karena dituduh jukir. Jadi kalo saya mau keluar harus ada penjamin Husein. Jadi saat Husein menjadi penjamin saya, Husein langsung ditangkap. Namun saat penangkapan tidak ditemukan barang bukti narkoba," Ujarnya.
Namun Imam menambahkan, saat penangkapan petugas tidak menggunakan surat. Lalu ia pun disuruh keluar.
"Tidak ada menunjukkan surat, jadi artha ditangkap saya disuruh keluar, " Jelasnya mengakhiri.
Dalam persidangan, Kuasa Hukum Pemohon, Eilen Prahmayanthy Siregar, SH didampingi rekannya Asrul Aziz Hasibuan, SH sempat keberatan dengan pertanyaan Kuasa Hukum Termohon yang mempertanyakan salah satu nama organisasi kepemudaan.
Dan oleh Hakim, kuasa hukum Termohon untuk bertanya fokus pada permasalahan status DPO yang menyebut nama pemohon.
"Berkaitan masalah ini saja pak, masalah DPO atau apa pun aja pak. Berkaitan dengan perkara ini aja,"katanya.
Akhirnya oleh Hakim, sidang akan kembali dilanjutkan esok hari, Kamis (17/6/2020) dengan kesimpulan yang akan dimulai Pukul 09.00 WIB.
Ditemui wartawan, Kuasa Hukum, Eilen Prahmayanthy Siregar, SH didampingi rekannya Asrul Aziz Hasibuan, SH mengatakan bahwa sesuai dari keterangan saksi tidak ada barang bukti ditemukan yang melanggar undang-undang, baik ditubuh dan rumah Husein.
"Dari keterangan Kepala Lingkungan dan Jukir, tidak ditemukan barang bukti yang melanggar Undang-Undang. Dan status DPO itu tidak tepat pada Husen, dikarenakan sampai tanggal 24/5/2020, Husen masih beraktifitas seperti biasanya," Ucapnya.
Eilen berharap putusan hakim nantinya akan benar-benar memihak kepada keadilan.
"Saya harap Hakim dapat memutuskan memihak kepada keadilan," Harapnya mengakhiri.(Rio-RM)/PE
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .