Polemik Chapel USU: Jemaat Pantang Mundur Lawan Surat Rektorat, Tuntut Solusi Adil
Oleh : Radar Medan | 25 Mei 2026, 17:06:01 WIB | 👁 306 Lihat Berita Kota
Keterangan Gambar : Gereja POUK (Chapel) USU Jl. DR. Sumarsono No.68, Merdeka, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20153
RADARMEDAN.COM - Tenggat waktu 25 Mei 2026 yang sempat bikin jemaat Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) waswas akhirnya terlewati. Suasana di sekitar Komplek Perumahan Dosen, Jalan Dr. Sumarsono itu sempat terasa waswas menanti eksekusi pengosongan paksa. Tapi, alih-alih aparat gabungan turun tangan, ancaman penertiban itu justru antiklimaks di lapangan.
Ketegangan ini berawal dari selembar Surat Peringatan Kedua bernomor 12667/UN5/WR4/R4/PL.02.02/2026 tertanggal 21 Mei. Dokumen yang diteken Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Infrastruktur, dan Bisnis, Muhammad Anggia Muchtar itu bukan sekadar instruksi kosong. Di atas kertas, surat itu seakan menelanjangi posisi kampus dalam pusaran konflik rumah ibadah ini.
Jika dibaca saksama, rektorat menyapa Pdt. Gloria I Balle semata-mata dengan sebutan "Penghuni Chapel". Pilihan kata ini seolah disengaja untuk mereduksi status sahnya sebagai pimpinan jemaat gereja yang eksistensinya telah diakui oleh PGI. Narasi ini juga selaras dengan pernyataan Humas USU sebelumnya yang enggan menyebut bangunan itu sebagai gereja dengan jemaat tetap.
Fakta yang jauh lebih menohok ada pada paragraf pertamanya. Rektorat terang-terangan menjadikan surat dari kepengurusan Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) Kampus USU yang baru sebagai salah satu dasar pijakan pengosongan. Nama Prof. Dr. Robert Sibarani, MS pun nangkring di kolom tembusan sebagai Ketua PIWK. Surat ini jadi bukti autentik yang mengonfirmasi kecurigaan jemaat selama ini bahwa rektorat benar-benar mengakomodir kubu PIWK baru tersebut dan lebih memilih jalur eksekusi ketimbang repot-repot memediasi.
Melihat manuver administrasi ini, Majelis POUK USU Lusiana Simbolon kembali bersuara keras merespons sikap rektorat.
"Kami, pengurus dan jemaat yang aktif selama ini sama sekali tidak mengakui keberadaan kepengurusan PIWK bentukan baru yang secara sepihak diakomodir oleh pihak kampus. Pengurus itu dibentuk tanpa mekanisme yang transparan," tegas Lusiana.
Ia memastikan seluruh jemaat tidak akan gentar dengan surat peringatan tersebut.
"Kami berkomitmen akan terus bertahan menjaga rumah ibadah ini. Jemaat pantang mundur sampai pihak rektorat mau duduk bersama dan memberikan solusi adil yang tidak merampas hak ibadah kami," tambahnya.
Balik lagi ke soal ancaman penertiban, surat rektorat itu memang sempat memantik sinyal bahaya akan pecahnya bentrokan. Instruksi pengosongan ini turut ditembuskan langsung kepada Kepala Kepolisian Sektor Medan Baru, menyiratkan bahwa kampus siap menggunakan instrumen kekuatan di lapangan jika jemaat berani menolak pergi.
Namun realita pada hari H berkata lain karena situasi terpantau relatif landai tanpa ada pengerahan aparat berskala besar seperti yang sempat dikhawatirkan.
"Ternyata yang datang cuma beberapa orang satpam kampus. Dia hanya mengambil foto-foto dokumentasi di area gereja, lalu langsung bergegas memutar balik meninggalkan lokasi," ungkap salah seorang pengurus Chapel USU yang terus bersiaga di lapangan.
Jepretan kamera satpam itu memang sedikit meredakan ketegangan fisik sesaat, tapi bara konflik masih jauh dari kata padam.
Publik kini menanti, akankah pihak Rektorat USU turun gunung mengedepankan dialog kemanusiaan layaknya kaum intelektual, atau malah terus berlindung di balik tameng proyek renovasi demi menggusur jemaat. (HM)
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .
RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025.
Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .