Penanggulangan Penyakit Ternak Babi, Tim URC Pangururan Lakukan Pengawasan di Onan Pangururan
Oleh : Radar Medan | 20 Nov 2019, 14:17:12 WIB | 👁 1632 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM, PANGURURAN - Tindak lanjut dari rapat kordinasi Penanggulangan Penyakit Ternak Babi di Dinas Pertanian Samosir, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) terdiri dari unsur TNI/Polri, SKPD terkait, Satpol PP dan dokter hewan langsung turun kelapangan. Posko Pangururan ini yang dipimpin Camat Pangururan, Dumosch Pandiangan, melaksanakan pengawasan perdagangan ternak babi di Onan Pangururan, Rabu (20/11/2019). Tim ini
Dari pantauan lapangan, tim URC melaksanakan sosialisasi dan pengawasan kepada para pedagang ternak babi secara persuasif dengan tujuan agar penyakit ternak babi tidak meluas. Tim ini juga didukung truk Dinas PUPR untuk mengamankan jika sewaktu-waktu ada babi yang diperdagangkan terkena virus ASF dan Hog Cholera.
Informasi lapangan yang diperoleh menyatakan bahwa pemasok ternak babi dari luar Samosir yaitu dari Sidikalang dan Dolok Sanggul. Tim URC menjelaskan kepada pedagang ternak babi agar tidak menjual ternak babi yang berasal dari kedua daerah dimaksud dan daerah lain.
Op Riki Simbolon Br Aritonang, pedagang ternak bagi asal Pangururan, mengungkapkan kesediaanya untuk tidak membeli dan menjual ternak babi dari luar Samosir setelah mendapat penjelasan dari drh Megawati Aritonang, Camat dan Kapolsek Pangururan.
“Kecamatan yang belum terkena wabah yaitu Onanrunggu, Nainggolan, Sitiotio, dan Ronggurnihuta,” ungkap drh. Megawati Aritonang kepada anggota tim lainnya.
Untuk daerah Pangururan, beberapa sudah terkena penyakit ternak babi yaitu Desa Pardomuan I, Kelurahan Pintu Sona dan Desa Rianiate. Dalam kesempatan itu, Dumosch Pandiangan juga meminta kepada tim agar data penyebaran penyakit ternak ini terus diupdate untuk tindakan penanggulangan secara cepat.
Pada saat sosialisasi, seorang pedagang daging babi, Ramat Simbolon, merelakan untuk tidak menjual daging babi yang dipajangkannya setelah mendapat pengarahan dari drh. Megawati Aritonang karena tidak layak konsumsi.
Tim URC Posko Pangururan ini akan terus memantau perdagangan ternak babi di Onan Pangururan dan berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk bangkai-bangkai bagi yang mungkin dibuang di sungai, danau, atau tempat pembuangan sampah. Komunikasi pengawasan ini terus dipantau dalam WA Grup yang telah dibentuk untuk menghimpun perkembangan informasi terkini dilapangan, utamanya bagi yang butuh penanganan untuk menguburkan bangkai babi dalam partai besar.(kominfo/PR)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .