Polres Tapanuli Tengah Ringkus Residivis Pencuri Ponsel, Beraksi di Dua Lokasi Berbeda
Propam–SLOG Mabes Polri Periksa Senpi di Polda Sumut, Tegaskan Disiplin dan Akuntabilitas Anggota
Dugaan Pembiaran Mafia Solar di Pelabuhan Belawan, HIMMAH Sumut Siapkan Aksi Turun ke Jalan
Rico Waas Bawa Medan Masuk Nominasi Penerima Penghargaan Kemendagri
Kutipan Ceramahnya Picu Polemik, Jusuf Kalla Dilaporkan Ratusan Massa ke Polda Sumut
Sebulan Mandek, Korban Arogansi Oknum Jaksa Labusel Tuntut Transparansi Polda Sumut
Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo Lantik 120 ASN
Barcelona Ajukan Protes Resmi Usai Tumbang dari Atletico dan Layangkan Empat Tuntutan ke UEFA
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK
Kinerja Pejabat Daerah Lambat, Ketegasan Bobby Jadi Solusi di Situasi Kritis
Michelle Ziudith Disambut Histeris di Medan, Bocorkan Kisah Film Jangan Panggil Mama Kafir
Random Video
- Kebakaran di Situnggaling Hanguskan Satu Rumah Penduduk
- Video Bisa Dikorek Pakai Jari, Konstruksi Pembangunan Jalan Desa Banjar Toba di Dairi Diduga Asal Ja
- Pres rilis dari Wakapolres Karo, Kompol Hasian Panggabean, terkait Tangkapan Satres Narkoba
- Ini Kata Bupati Karo Saat Buka Siosar Festival
- Kapal Feri Danau toba
RADARMEDAN.COM – Kehadiran Michelle Ziudith di Plaza Medan Fair, Rabu (1/10/2025), disambut antusias ratusan penggemar usai penayangan film terbarunya "Jangan Panggil Mama Kafir".Film
Suasana histeris bercampur tangis bahagia mewarnai pertemuan tersebut. Banyak penggemar yang datang dari Belawan hingga Marelan hanya untuk bisa bertemu langsung dengan pemeran utama film garapan Maxima Pictures itu.
Ayu, warga Marelan yang merangkai buket bunga untuk Michelle juga terisak karena tidak sempat selfi dengan Michelle Judith.
"Iya bang, belum sempat foto sama kakak, udah buatkan buket bunga khusus untuknya, kami datang jauh dari Marelan," ucap Ayu sedih.
Dalam wawancara dengan Radarmedan.com di bioskop Cinepolis Medan Fair Plaza, Michelle mengungkapkan tujuan kunjungannya.
“Kami melakukan kunjungan teater fisik untuk teman-teman yang kebetulan mendapat tiket spesial screening awal film ini. Alhamdulillah, responnya sangat positif. Selain penuh di dalam studio (full house), banyak juga penonton yang menunggu di luar karena tidak kebagian tiket. Hal ini wajar karena tiket kali ini memang terbatas, hanya dibuka untuk satu studio saja mengingat ini merupakan special screening,” katanya.
Michelle juga menambahkan bahwa antusiasme penonton membuat banyak yang berharap ada pemutaran tambahan.
“Namun karena jadwal tayang yang sudah dekat, kami tidak bisa menambah pemutaran. Setelah dari Plaza Medan Fair, film ini juga akan berlanjut ke sejumlah daerah lainnya,” ujarnya.
Sebelum tiba di Medan, rombongan krew film sudah menyaksikan pemutaran film layar lebar tersebut di Solo dan beberapa kota di Jawa. Selanjutnya perjalanan akan berlanjut ke Bandung, Bogor, dan Makassar.
Soal kesan selama pembuatan film, Michelle menyebut cerita "Jangan Panggil Mama Kafir" diangkat dari kisah nyata hubungan beda agama.Referensi Geografis
“Film ini sarat konflik dan sangat relevan dengan kondisi masyarakat kita. Prosesnya penuh tantangan, terutama karena ada peran penting seorang anak kecil. Judulnya diambil dari ungkapan si anak terhadap ibunya, sebagai bentuk perlindungan saat ia merasa sang ibu mengalami diskriminasi,” jelasnya.
Ditanya alasan Medan dipilih sebagai kota kunjungan, Michelle mengaku antusiasme warga sangat luar biasa.
“Sejak trailer resmi dirilis, banyak sekali pesan masuk dan DM dari penonton yang ingin menonton lebih dulu. Hal ini sangat membahagiakan bagi kami sebagai pembuat film, apalagi Medan dikenal punya semangat besar mendukung film Indonesia,” tuturnya.Film
Michelle pun menitipkan pesan khusus untuk warga Medan.
“Menurut saya, film ini bisa menjadi pilihan menarik untuk dinikmati bersama keluarga, teman, maupun pasangan. Terutama bagi yang sedang menjalani hubungan dengan perbedaan keyakinan, film ini diharapkan bisa menghibur sekaligus memberi inspirasi,” pungkasnya.(hm)
