Meksiko Kejar Puncak Klasemen Grup A Piala Dunia FIFA 2026
Les Bahasa Inggris dan Komputer Gratis Resmi Dibuka di Perpustakaan Deli Serdang
Geofest ke-7 di Danau Toba, Sumut Perluas Kerja Sama Internasional Antar-Geopark
Dinsos Kota Medan Dorong Warga Manfaatkan Portal Perlinsos Digital
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
Kapolrestabes Medan Nobar Kick Off Piala Dunia 2026 Bersama Personel dan Masyarakat
Skotlandia vs Brasil Matchday 3 Grup C Piala Dunia FIFA 2026 di 25 Juni 2026 Pukul 05.00 WIB
Rico Waas Paparkan Strategi Efisiensi APBD 2025: Tanpa Utang, Fokus Banjir dan Digitalisasi PAD
Prancis Menang Atas Irak di Matchday 2 Grup I Piala Dunia FIFA 2026
Ini Besaran Hadiah Uang Tunai di Turnamen Tenis Grand Slam Wimbledon Inggris
Michelle Ziudith Disambut Histeris di Medan, Bocorkan Kisah Film Jangan Panggil Mama Kafir
Random Video
- Video Rekaman Warga Mobil Tabrak Pohon dan Terbakar di Padang Bulan Tewaskan Pengendara
- Warung Mie Aceh di jalan suka mulia terbakar
- Kebakaran di Situnggaling Hanguskan Satu Rumah Penduduk
- Pelaku Pembunuhan Dua Anak Ada 17 Adegan Pra Rekonstruksi di Sekolah Global Prima
- Ini Kata Bupati Karo Saat Buka Siosar Festival
RADARMEDAN.COM – Kehadiran Michelle Ziudith di Plaza Medan Fair, Rabu (1/10/2025), disambut antusias ratusan penggemar usai penayangan film terbarunya "Jangan Panggil Mama Kafir".Film
Suasana histeris bercampur tangis bahagia mewarnai pertemuan tersebut. Banyak penggemar yang datang dari Belawan hingga Marelan hanya untuk bisa bertemu langsung dengan pemeran utama film garapan Maxima Pictures itu.
Ayu, warga Marelan yang merangkai buket bunga untuk Michelle juga terisak karena tidak sempat selfi dengan Michelle Judith.
"Iya bang, belum sempat foto sama kakak, udah buatkan buket bunga khusus untuknya, kami datang jauh dari Marelan," ucap Ayu sedih.
Dalam wawancara dengan Radarmedan.com di bioskop Cinepolis Medan Fair Plaza, Michelle mengungkapkan tujuan kunjungannya.
“Kami melakukan kunjungan teater fisik untuk teman-teman yang kebetulan mendapat tiket spesial screening awal film ini. Alhamdulillah, responnya sangat positif. Selain penuh di dalam studio (full house), banyak juga penonton yang menunggu di luar karena tidak kebagian tiket. Hal ini wajar karena tiket kali ini memang terbatas, hanya dibuka untuk satu studio saja mengingat ini merupakan special screening,” katanya.
Michelle juga menambahkan bahwa antusiasme penonton membuat banyak yang berharap ada pemutaran tambahan.
“Namun karena jadwal tayang yang sudah dekat, kami tidak bisa menambah pemutaran. Setelah dari Plaza Medan Fair, film ini juga akan berlanjut ke sejumlah daerah lainnya,” ujarnya.
Sebelum tiba di Medan, rombongan krew film sudah menyaksikan pemutaran film layar lebar tersebut di Solo dan beberapa kota di Jawa. Selanjutnya perjalanan akan berlanjut ke Bandung, Bogor, dan Makassar.
Soal kesan selama pembuatan film, Michelle menyebut cerita "Jangan Panggil Mama Kafir" diangkat dari kisah nyata hubungan beda agama.Referensi Geografis
“Film ini sarat konflik dan sangat relevan dengan kondisi masyarakat kita. Prosesnya penuh tantangan, terutama karena ada peran penting seorang anak kecil. Judulnya diambil dari ungkapan si anak terhadap ibunya, sebagai bentuk perlindungan saat ia merasa sang ibu mengalami diskriminasi,” jelasnya.
Ditanya alasan Medan dipilih sebagai kota kunjungan, Michelle mengaku antusiasme warga sangat luar biasa.
“Sejak trailer resmi dirilis, banyak sekali pesan masuk dan DM dari penonton yang ingin menonton lebih dulu. Hal ini sangat membahagiakan bagi kami sebagai pembuat film, apalagi Medan dikenal punya semangat besar mendukung film Indonesia,” tuturnya.Film
Michelle pun menitipkan pesan khusus untuk warga Medan.
“Menurut saya, film ini bisa menjadi pilihan menarik untuk dinikmati bersama keluarga, teman, maupun pasangan. Terutama bagi yang sedang menjalani hubungan dengan perbedaan keyakinan, film ini diharapkan bisa menghibur sekaligus memberi inspirasi,” pungkasnya.(hm)
