Diduga Cabuli Santriwati, Pimpinan Ponpes di Buaran Pekalongan Ditangkap Saat Idul Adha
Oleh : Radar Medan | 28 Mei 2026, 09:07:23 WIB | 👁 293 Lihat Nasional
Keterangan Gambar : Ilustrasi
RADARMEDAN.COM, PEKALONGAN - Aparat Polres Pekalongan Kota menangkap seorang oknum pimpinan sekaligus pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Pria berinisial A tersebut diamankan pihak berwajib atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap sejumlah santriwati.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Petugas mengamankan terduga pelaku tepat pada hari perayaan Hari Raya Iduladha.
"Sudah kami amankan pelaku yang diduga melakukan pelecehan seksual. Terduga merupakan salah satu pendiri pondok pesantren di wilayah Buaran," ujar Riki kepada awak media, Rabu (27/5/2026).
Proses penangkapan terhadap A berlangsung senyap sekitar pukul 06.30 WIB, sesaat sebelum terduga pelaku melangsungkan ibadah salat Iduladha.
Enam Santriwati Melapor, Jumlah Korban Berpotensi Bertambah
Lebih lanjut, Riki mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada enam santriwati yang resmi membuat laporan ke pihak berwajib. Kendati demikian, polisi menduga jumlah korban berpotensi bertambah seiring berkembangnya proses penyidikan.
"Informasinya ada 6 korban, tapi tadi kami mendapat informasi dari penyidik ada beberapa korban yang akan melapor lagi," jelas Riki.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi dugaan pencabulan ini disinyalir telah berlangsung sejak 2 hingga 3 tahun yang lalu. Modus yang digunakan terduga pelaku adalah memanfaatkan relasi kuasa dengan meminta korban memijatnya saat mereka masih aktif menjadi santri.
"Saat ada kesempatan, si pelaku minta dipijat dengan disentuh bagian kemaluannya," terang Kapolres.
Selama ini, para korban tidak berani bersuara atau melaporkan kejadian tersebut karena adanya tekanan psikologis berupa ancaman dan intimidasi di lingkungan pesantren.
"Mereka diancam, ditakut-takuti apabila melapor mungkin akan dianiaya, disakiti, dan sebagainya. Pelaku ini cukup keras kepada korban," sambung Riki.
Saat ini, terduga pelaku A telah ditahan di markas kepolisian setempat untuk menjalani pemeriksaan intensif. Kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan berbasis agama di Buaran ini pun kembali menambah daftar panjang kasus serupa yang tengah menjadi sorotan tajam publik akhir-akhir ini. (RED/PE)
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .