Pasien PDP Covid-19 Live di Medsos Sampaikan Keluhan Layanan Rumah Sakit di Sidempuan
Oleh : Radar Medan | 04 Apr 2020, 02:31:19 WIB | 👁 1897 Lihat Kesehatan
Keterangan Gambar : Sebuah akun Facebook bernama EAA, mengunggah video live (siaran langsung) dari akunnya tersebut diduga dari salah satu Rumah Sakit di Sumatera Utara, 3 April 2020 sekira pukul 18.20 WIB. EAA juga menyatakan Rumah Sakit tersebut tidak layak dipakai.
RADARMEDAN.COM - Sebuah akun Facebook bernama EAA, mengunggah video live (siaran langsung) dari akunnya tersebut diduga dari salah satu Rumah Sakit di Sumatera Utara, 3 April 2020 sekira pukul 18.20 WIB. EAA juga menyatakan Rumah Sakit tersebut tidak layak dipakai.
"Minta minum saja, 2 jam kemudian baru datang," ucap EAA dalam rekaman video yang disiarkan secara langsung tersebut. Ia terlihat seperti kesulitan bernafas, karena sesak.
EAA juga menunjukkan makanan yang disediakan, dalam plasti yang berada disampingnya.
"Gimana orang mau makan, nasi nya keras, orang yang sehat saja ngga bisa makan ini,apalagi saya yang lagi sakit,ini makanannya," katanya sambil menunjukkan makanan yang dibungkus dalam styrofoam putih tanpa alas.
Selanjutnya EAA juga menunjukkan sekitar ruangannya sambil menyebutkan salah satu kota di Sumatera Utara.
"Ini ruangan Rumah Sakit kota P Sidempuan, minta minum saja dua jam baru datang," katanya mengulangi.
Status siaran langsung ini sudah dikomentari dan di bagikan ribuan netizen.
" Yaa Allah... Yaa Rahman... Yaa Rahim Berikan kekuatan buat saudara kami ini dan juga bayi dalam kandungannya, Semoga lekas sembuh ya say," kata akun Yuni memberi semangat.
Tanggapan Rumah Sakit, dikutip dari Kompas.
Pihak RSUD Kota Padang Sidempuan Tetty Rumondang mengetahui adanya pasien yang mengeluh dan menyampaikan keluhan melalui live Facebook. Namun, Tetty membantah segala hal yang dikeluhkan pasien, terutama tentang pelayanan yang diberikan kepada pasien.
"Saya pastikan apa yang disampaikan pasien, 75 persen tidak benar. Itu ruangan yang digunakan pasien adalah ruangan VIP dan yang terbaik untuk kita jadikan isolasi," kata Tetty.
Begitu juga dengan kondisi makanan yang diberikan kepada pasien. Tetty menyebut, kualitas makanan sama dengan yang diberikan kepada semua pasien yang ada.
"Pasien bilang nasinya keras, tapi itu semua yang diberikan kepada pasien dan tidak ada yang komplain. Jadi semua pasien di sini mendapat perlakuan yang sama," ucap Tetty.
Soal kondisi kesehatan, Tetty menyebut pasien masih dalam keadaan stabil. Pasien masih dapat berjalan dan menggunakan telepon seluler.
"Dia memang mengalami sesak napas dan dalam kondisi hamil. Tapi masih bisa berjalan dan menggunakan HP," ujar Tetty.
Hingga Jumat malam, menurut Tetty, pihaknya sudah menangani dua pasien PDP Covid-19 dan dirawat di ruangan isolasi yang ada di RSUD Kota Padang Sidempuan.
"Sampai malam ini sudah ada dua orang," ujar Tetty.(PE)/red
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .