LSL Pengidap HIV/AIDS di Kota Medan Tidak Otomatis Sebagai Laki-laki Gay Dalam konteks seksualitas tidak dikenal penyimpangan seksual
Oleh : Syaiful W Harahap | 09 Jul 2026, 23:16:57 WIB | 👁 144 Lihat Kesehatan
Keterangan Gambar : Ilustrasi (Sumber: gcene.com)
Oleh: Syaiful W. Harahap*
RADARMEDAN.com - “Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan berencana mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual. Usulan tersebut disampaikan sebagai respons atas tingginya angka kasus HIV/AIDS di Kota Medan.” Ini lead berita “Fraksi PKS DPRD Medan Usulkan Ranperda Pencegahan dan Penanggulangan Penyimpangan Seksual” (kaldera.id, 7/7/2026).
Dalam berita Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Medan, Kasman Marasakti Lubis, mengatakan: “Data Dinas Kesehatan Kota Medan menunjukkan bahwa perilaku penyimpangan seksual, khususnya lelaki seks lelaki, menjadi penyumbang tertinggi dalam penularan HIV di Kota Medan.”
Pertama, dalam konteks seksualitas tidak dikenal penyimpangan seksual. Jargon ‘penyimpangan seksual’ ada di ranah moral.
Kedua, risiko penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual bisa terjadi di dalam atau di luar nikah yang bukan merupakan ‘penyimpangan seksual.’
Ketiga, risiko tertular HIV/AIDS melalui hubungan seksual bukan karena penyimpangan seksual, tapi karena kondisi saat terjadi hubungan seksual, di dalam atau di luar nikah, yaitu: salah satu atau kedua pasangan tersebut mengidap HIV/AIDS dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom selama hubungan seksual.
Keempat, data Data Dinas Kesehatan Kota Medan tidak komprehensif karena yang mereka sebut LSL (Lelaki Suka Seks Lelaki) ada yang mempunyai istri dan anak(-anak). Itu artinya yang disebut oleh Data Dinas Kesehatan Kota Medan sebagai LSL bukan laki-laki gay dengan orientasi seksual sebagai homoseksual.
Sejatinya perlu memperhatikan penjelasan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC-Centers for Disease Control and Prevention) AS ini: LSL merupakan kelompok yang beragam dalam hal perilaku, identitas, dan kebutuhan perawatan kesehatan. Istilah “LSL” sering digunakan secara klinis untuk merujuk pada perilaku seksual semata, tanpa memandang orientasi seksual (misalnya, seseorang mungkin mengidentifikasi dirinya sebagai heteroseksual tetapi masih diklasifikasikan sebagai LSL). (cdc.gov).
Kelima, apakah Dinas Kesehatan Kota Medan bisa membuktikan yang mereka sebut LSL pengidap HIV/AIDS tersebut benar-benar tertular melalui seks anal? Mereka adalah heteroseksual dengan perilaku LSL sehingga sebelum mereka ‘jadi LSL’ bisa saja mereka melakukan hubungan seksual berisiko tertular HIV/AIDS dengan perempuan.
Belakangan ini orang-orang, terutama laki-laki, yang terdeteksi HIV/AIDS mengalihkan perilaku sebagai LSL karena takut dihujat sebagai pezina, baik perselingkuhan maupun pelacuran.
Lagi pula ‘penyimpangan seksual,’ dalam berita disebut LSL, terjadi di ranah privasi. Maka, Bagaimana cara Pemkot Medan mengawasi perilaku seksual setiap warga, terutama laki-laki dewasa, terkait dengan LSL?
Mustahil Pemkot Medan, misalnya melalui Satpol PP, mengawasi perilaku semua warga, terutama laki-laki dengan kondisi seksual aktif.
Kalau saja Kasman memahami epidemi HIV/AIDS dengan pijakan fakta medis, maka kalau yang disebut Dinas Kesehatan Kota Medan LSL benar-benar laki-laki gay, maka itu berkah untuk Kota Medan terkait dengan HIV/AIDS.
Mengapa?
Jika LSL yang terdeteksi HIV/AIDS itu gay, maka penyebaran HIV/AIDS di Kota Medan tidak besar karena HIV/AIDS pada gay ada di terminal terakhir epidemi karena hanya terjadi di komunitas gay.
Matriks: Penyebaran HIVAIDS pada Laki-laki Gay dan Laki-laki Heteroseksual. (Foto: Dok Pribadi/Syaiful W. Harahap)
Tapi, kasus HIV/AIDS pada laki-laki heteroseksual yang tidak terdeteksi di Kota Medan justru jadi pemicu penyebaran HIV/AIDS karena mereka jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS terutama melalui hubungan seksual penetrasi (vaginal atau anal) baik di dalam maupun di luar nikah.
Yang punya istri menularkan HIV/AIDS ke istrinya (horizontal), jika istrinya tertular, maka ada risiko penularan HIV/AIDS ke bayi yang dikandungnya terutama saat persalinan dan menyusui dengan air susu ibu (ASI).
Sayang, dalam berita tidak ada data jumlah ibu hamil (Bumil) yang terdeteksi HIV-positi dan positif sifilis. Ini perlu untuk memberikan gambaran suami-suami yang jadi penularan HIV/AIDS atau sifilis adalah orang-orang dengan perilaku seksual yang berisiko.
Hal tersebut bisa terjadi karena mereka tidak menyadari mengidap HIV/AIDS karena tidak ada tanda-tanda, ciri-ciri atau gejala-gejala yang khas AIDS pada fisik dan keluhan kesehatan. Ini bisa terjadi yang secara statistik antara 5-15 tahun jika tidak menjalani pengobatan dengan obat antiretroviral (ART).
Jika ingin menanggulangi HIV/AIDS bukan dengan regulasi mencegah penyimpangan seksual, tapi menurunkan, sekali lagi hanya bisa menurunkan, insiden infeksi HIV baru, terutama pada laki-laki dewasa, melalui hubungan seksual dengan pekerja seks.
Sekarang lokalisasi pelacuran pindah ke media sosial dalam jaringan (Daring) dengan transaksi melalui telepon seluler (Ponsel). Ini tidak bisa diintervensi untuk menerapkan ‘seks aman’ (laki-laki pakai kondom selama hubungan seksual) karena transaksi dan eksekusi seks terjadi sembarang waktu dan di sembarang tempat.
Matriks. Perilaku seksual laki-laki berisiko tertular HIV/AIDS yang tidak terjangkau. (Foto: Dok/AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap)
Nah, apakah Dinas Kesehatan Kota Medan bisa mamastikan bahwa pengidap HIV/AIDS yang disebut LSL tersebut sama sekali tidak pernah melakukan hubungan seksual dengan pekerja seks, sekarang disebut cewek prostitusi online, yang di-booking secara Daring?
Selama Pemkot Medan tidak mempunyai program penanggulagan HIV/AIDS yang konkret di hulu, maka selama itu pula insiden infeksi HIV baru terjadi yang sekarang melalui prostitusi online.
Laki-laki yang tertular HIV/AIDS yang tidak terdeteksi jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS I masyakarat.
Penyebaran HIV/AIDS tersebut terjadi tanpa tedeteksi bagaikan ‘silent disaster’ (bencana terselubung) sebagai ‘bom waktu’ yang kelak bermuara jadi ‘ledakan AIDS’ di Kota Medan. [*]
* Penulis adalah penulis buku: (1) PERS meliput AIDS, Pustaka Sinar Harapan dan The Ford Foundation, Jakarta, 2000 (ISBN 979-416-627-8); (2) Kapan Anda Harus Tes HIV?, LSM InfoKespro, Jakarta, 2002 (ISBN 979-96905-0-1); (3) AIDS dan Kita, Mengasah Nurani, Menumbuhkan Empati, tim editor, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2014 (ISBN 978-602-231-192-8); (4) Menggugat Peran Media dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, YPTD, Jakarta, 2022 (ISBN 978-623-5631-25-7); (5) 70 Tahun Syaiful W. Harahap Sepanjang Karir Menggeluti Berita HIV/AIDS (IWP MEDIA PUBLISHING, Jakarta, 2025 – QRCBN 62-6099-2529-730). (Kontak via e-mail: infokespro@yahoo.com).
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .