Kelompok Tani Tuding Lahan Perusahaan Perkebunan Berada Kawasan Hutan Lindung

Oleh : Radar Medan | 04 Jul 2020, 20:45:36 WIB | 👁 455 Lihat
Daerah
Kelompok Tani Tuding Lahan Perusahaan Perkebunan Berada Kawasan Hutan Lindung

Keterangan Gambar : Perwakilan Kelompok Tani Persada Lestari Baharuddin Butar- Butar ( Kemeja Putih ) , Penasehat Hukum PT. SSM M.Ibnu Hidayah ( Baju Hitam ) , Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai ( Pakai topi )


RADARMEDAN.COM, ASAHAN - PT Sumber Sawit Makmur ( SSM ) dituding oleh kelompok Tani Persada Lestari telah merambah areal kawasan hutan Gerakan Rehabilitasi Program Nasional (GERHAN/GN-RHL) tahun 2006, di Desa Aek Nagali, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu (04/07/2020).

Hal itu disampaikan oleh Baharuddin Butar - Butar yang merupakan salah satu perwakilan Kelompok Tani Persada Lestari saat berada dilokasi lahan tersebut pada sidang lapangan.

"Ekspansi perusahaan atas lahan yang kami permasalahkan merupakan tindakan perambahan kawasan hutan lindung," kata Baharuddin, Jumat ( 03/07/2020).

Ekspansi oleh perusahaan di bawah naungan Paya Pinang Group itu dinilai melanggar aturan perundang - undangan karena mengalihfungsikan kawasan hutan lindung menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Jadi, kenapa pula perusahaan bisa mengklaim bahwa lahan masuk dalam HGU. Sedangkan sama - sama kita ketahui, bahwa Hutan Produksi Konversi ( HPK ) tidak bisa diterbitkan HGU. Jadi, kenapa mereka bisa mengklaim itu HGU?, " terang Baharuddin. 

Sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) yang dimiliki Koptan Pasada Lestari, kata Baharuddin, bahwa lahan GERHAN yang dimaksud berada di Dusun VI Desa Aek Nagali--dulu Dusun Naborsahan, Desa Gonting Malaha--Kecamatan Bandar Pulau, seluas 150 hektar. Koptan Pasada Lestari bertindak sebagai pelaksana kegiatan pembuatan tanaman reboisasi Hutan Rakyat Tormatutung. 

Klaim Koptan Pasada atas lahan tersebut, menurut Baharuddin bukanlah persoalan hak milik. Hanya saja lahan yang dipermasalahkan masuk dalam kawasan hutan lindung. Yakni kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi. 

"Kami tidak mengklaim kalau lahan yang dipermasalahkan itu adalah hak milik kami. Tapi berdasarkan SPK yang dikeluarkan Dishutbun (Dinas Kehutanan dan Perkebunan) Kabupaten Asahan, pengelolanya adalah kami," katanya

Lebih lanjut Baharuddin menyebutkan persoalan ini, kata dia, juga telah diadukan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia beberapa waktu lalu. Yang pada pokoknya menyatakan bahwa PT. SSM telah mengalihfungsikan kawasan hutan menjadi perkebunanan sawit. 

Sementara itu Penasehat Hukum PT SSM, M. Ibnu Hidayah membantah klaim Koptan Pasada Lestari tersebut. Kriteria kawasan GERHAN yang dimaksud Koptan Pasada Lestari dinilai tidak jelas. 

Jika GERHAN yang dimaksud adalah Hutan Rakyat, menurut Ibnu, Koptan Pasada tidak bisa menunjukkan alas hak yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan setempat sampai saat ini.

"Kalau Hutan Rakyat seperti yang dimaksudkan, sampai saat ini, Koptan tidak bisa menunjukkan alas hak yang dimiliki masing-masing anggota. Dan sebagaimana sidang lapangan tadi, batas-batas lahan GERHAN yang dimaksud juga tidak jelas," katanya. 

Apabila GERHAN yang dimaksud dalam kawasan hutan, lanjutnya, pelaksanaannya harus dari negara.

 "Jadi GERHAN itu terbagi dua: GERHAN dalam kawasan Hutan Rakyat dan GERHAN dalam kawasan Hutan Produksi. Kalau GERHAN dalam kawasan hutan (produksi), pelaksanaannya harus oleh negara. Bukan melalui kelompok. Itu ada peraturannya. Nanti boleh dicari," ujarnya. 

Selanjutnya Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai yang menangani sengketa lahan tersebut, Salomo Ginting, belum bisa mengambilan kesimpulan atas perkara tersebut. Pihaknya akan mempelajari simpulan-simpulan yang diajukan para pihak, guna meneliti lebih jauh dan mengambil kesimpulan. 

"Kita sudah mengecek batas - batas yang diajukan penggugat maupun tergugat. Untuk itu, kita tidak mengambil kesimpulan. Yang menyimpulkan adalah para pihak, yang nantinya akan diajukan dalam persidangan," ujarnya. 

Adapun yang menjadi pokok sengketa dalam perkara tersebut, disebutkannya, adanya lahan HGU PT SSM seluas 199,56 hektar yang diklaim oleh tergugat. Dalam hal ini, pihak perusahaan sebagai Penggugat dan Koptan Pasada Lestari sebagai Tergugat.

 "Semuanya akan dibuktikan dalam persidangan, kira - kira apa yang menjadi alas hak dari penggugat maupun tergugat dalam pokok sengketa perkara tersebut. Nanti akan kita uji secara keseluruhan," tutupnya. ( HS/PR )


TAG : asahan,daerah,hukum


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

IMG-20200804-WA0005_compress7.jpg

Heboh Ditemukan Mayat Mrs X Ditepi Jln Madong Lubis Medan

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔08:47:38, 04 Agu 2020

RADARMEDAN.COM - Pagi ini di tepi jalan Madong Lubis Medan Dihebohkan adanya penemuan seorang mayat Mrs X, Selasa (4/8/2020) sekira pukul 7:30 WIB.  Warga langsung menutup mayat tersebut dengan kain agar tidak terlihat menyeramkan. Pagi ini masyarakat yang melintas tempat berhenti melihat kondisi korban belum diketahui identitasnya . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20200803-WA0008_compress10.jpg

Satu orang pasien PDP Kabur dari RSUD Kabanjahe

🔖 KESEHATAN 👤Radar Medan 🕔15:02:29, 03 Agu 2020

RADARMEDAN.COM,KARO -Satu orang pasien Dalam Pengawasan (PDP) melarikan diri dari RSUD Kabanjahe, Kabupaten Karo pada hari Minggu (02/08/2020) pagi hari. Hal ini dibenarkan Dirut RSUD Kabanjahe Dr Arjuna Perangin - angin melalui aplikasi whatsapp kepada wartawan, Senen (3/8) pukul 11.30 WIB, bahwa pasien PDP tersebut masuk ke RSUD Kabanjahe . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20200801-WA0028_compress1.jpg

Tiga Pelaku Penganiayaan Dikaraoke Diringkus Polisi, Dua Tidak Ditahan

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:41:00, 01 Agu 2020

RADARMEDAN.COM, KARO - Tim Opsnal Satreskrim Polres Tanah Karo berhasil mengamankan 3 (tiga) pelaku penganiayaan di ruang karaoke KTV Family di Komplek Plaza Kabanjahe, Kecamatan Kabanjahe, Kamis (30/7/2020) sekira pukul 06.00 WIB. Terhadap korban Muh. Saputra (30) beralamat di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang dan Wanda Ginting(19) . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20200731-WA0011_compress14.jpg

Polrestabes Medan Berhasil Menghentikan TNI Gadungan Saat Menggunakan Atribut Lengkap TNI

🔖 METROPOLITAN 👤Radar Medan 🕔12:21:17, 01 Agu 2020

RADARMEDAN.COM, BINJAI - Reskrim Polrestabes Medan dan Koramil 05/MB telah menangkap seorang TNI gadungan bernama Muslianto(52) merupakan warga Jalan Pinti Air IV, Medan Johor, yang sedang menggunakan atribut TNI, pada hari Jumat (31/7). Atas informasi salah seorang warga bernama Hotman Purba, Reskrim Polrestabes Medan dan Koramil 05/MB . . .

Berita Selengkapnya
Screenshot_20200728_130115_compress61.jpg

Dukun Cabul Beraksi, Gadis Umur 17 Tahun Disetubuhi Ngaku Ada Setan

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔13:06:21, 28 Jul 2020

RADARMEDAN.COM, TAPSEL - Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH memaparkan kasus pencabulan yang dilakukan dukun cabul di Kecamatan Batang Angkola Tapanuli Selatan, dalam press release Senin sore (27/7/2020) di Mapolres Tapanuli Selatan. Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH menyampaikan . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20200727-WA0019_compress98.jpg

Ungkap Peredaran Ribuan Butir Psikotropika, Polres Labuhanbatu Amankan Honorer Rumah Sakit

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:42:05, 27 Jul 2020

RADARMEDAN.COM, LABUHANBATU - Jajaran Polres Labuhanbatu dibawah kepemimpinan Kapolres AKBP Agus Darojat melalui Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu didampingi Kanit Idik I IPDA Sarwedi Manurung menggelar konfrensi pers pengungkapan kasus peredaran psikotropika yang melibatkan 4 orang tersangka, 3 diantaranya pegawai honorer Rumah Sakit Umum . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20200727-WA0010_compress28.jpg

Dinilai Tidak Transparan, Warga Minta Kades Desa Jandi Meriah Dicopot

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔19:02:37, 27 Jul 2020

RADARMEDAN.COM,KARO -Sekitar ratusan warga Desa Jandimeriah kecamatan Tiga Nderket Kabupaten Karo mendatangi Gedung DPRD Karo jalan Veteran Kabanjahe Kabupaten Karo pada Senin (27/07/ 2020) pukul 11.00 WIB. Kedatangan mereka menyampaikan keluh kesahnya atas ketidakpercayaan lagi terhadap kepala desa Jandimeriah. Salah satu perwakilan warga . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20200727-WA0004_compress22.jpg

Terkait Pengutipan Memasuki Objek Wisata Lau Kawar, Dua Kelompok Pemuda Desa Bersebelahan Bentrok

🔖 WISATA 👤Radar Medan 🕔17:36:49, 27 Jul 2020

RADARMEDAN.COM,KARO - Pada hari Minggu tanggal 26 Juli 2020, sekira pukul 13.00 WIB, telah terjadi penganiayaan dengan Senjata tajam(Sajam) terhadap Sandi Surbakti 26 tahun, tani, yang beralamat di Desa Sigarang -Garang kecamatan Naman Teran kabupaten Karo yang diduga dilakukan oleh WS, umur 23 tahun, tani, beralamat di Desa Sukanalu kecamatan . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20200724-WA0023_compress68.jpg

Satreskrim Polres Tanah Karo Kembali Berhasil Tangkap 1 Lagi Pelaku Pembunuhan Mr X

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔18:26:57, 24 Jul 2020

RADARMEDAN.COM, KARO -Tim Satreskrim Polres Tanah Karo dibawah Komando AKP Sastrawan Tarigan kembali berhasil menciduk 1(satu) lagi pelaku terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Rawat Sembiring Meliala(Mr X) yang jasadnya ditemukan tidak bernyawa di aliran Sungai Lau Gerguh Desa Singa Kabupaten Karo pada Senin, (13/7/2020) lalu. Pelaku . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20200724-WA0004_compress51.jpg

Unik Air Terjun Kembar Ini Ada di Pakpak Bharat Namanya Air Terjun Simbilulu

🔖 WISATA 👤Radar Medan 🕔07:44:17, 24 Jul 2020

RADARMEDAN.COM, PAKPAK BHARAT - Simbilulu merupakan objek Wisata Alam Pakpak Bharat yang tepatnya teletak di Desa Pongil Julu, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat. Bagi masyarakat sekitar mungkin objek wisata ini tidak asing lagi bagi mereka, tetapi bagi kamu yang berada diluar kabupaten Pakpak Bharat mungkin belum pernah mendengar air . . .

Berita Selengkapnya

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Siapa Calon Wali Kota Medan Pilihan Anda?
  Akhyar Nasution
  Bobby Afif Nasution