Nyaris Ricuh! Jemaat Adang Sekuriti Kampus, Tolak Penutupan Sepihak Gereja Oikumene USU

Oleh : Radar Medan | 18 Mei 2026, 21:21:52 WIB | 👁 231 Lihat
Umum
Nyaris Ricuh! Jemaat Adang Sekuriti Kampus, Tolak Penutupan Sepihak Gereja Oikumene USU

Keterangan Gambar : Ketegangan mewarnai kompleks Gereja Oikumene (Chapel) Universitas Sumatera Utara (USU) pada Senin (18/5/2026) sore


RADARMEDAN.COM – Ketegangan mewarnai kompleks Gereja Oikumene (Chapel) Universitas Sumatera Utara (USU) pada Senin (18/5/2026) sore. PuluhanJemaat yang tengah mempertahankan rumah ibadahnya nyaris adu jotos dengan sekelompok pria berpakaian putih yang mengaku sebagai sekuriti kampus dan menggunakan mobil patroli. Mereka berupaya mencopot spanduk penolakan di area gereja menggunakan galah panjang dengan ujung pisau.

Insiden ini merupakan buntut dari polemik internal yang berujung pada penutupan paksa gereja menggunakan seng pada 12 April 2026 lalu. Pengurus emaat yang menyatakan diri masih pengurus bersikeras mempertahankan hak mereka, mengingat rumah ibadah tersebut memiliki alas hak yang kuat.

Berdasarkan sejarahnya, pada awal 1986, Rektor USU saat itu, Prof. Dr. A.P. Parlindungan, S.H., secara resmi menerbitkan SK penetapan lahan seluas 750 meter persegi bagi Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) Kampus USU dengan status hak pakai khusus untuk aktivitas kerohanian.

An, salah satu jemaat sekaligus pengurus gereja, membeberkan bahwa akar masalah ini murni persoalan internal terkait mandeknya regenerasi kepengurusan majelis. Mayoritas majelis lama merupakan profesor pendiri yang kini telah berusia lanjut.

"Niat kami untuk meregenerasi struktural pengurus harian justru berujung pada penolakan penahbisan oleh majelis lama," ungkapnya.

Kondisi makin keruh ketika majelis secara sepihak menyeret masalah ini ke ranah rektorat USU. Penutupan paksa gedung dengan dalih "renovasi" dinilai jemaat sangat tidak berdasar karena tidak ada urgensi perbaikan fisik. An juga mempertanyakan kejanggalan pengangkatan Ketua PIWK baru yang dinilai menabrak mekanisme AD/ART, serta menegaskan bahwa pendeta yang telah 20 tahun melayani di chapel tersebut memiliki legalitas resmi dari sinode asalnya dan PGI.

Upaya mediasi pun terkesan diskriminatif. Pdt. Gloria Balle menyayangkan pembatasan ruang dialog yang tidak melibatkan jemaat secara utuh. Ia menyebut pihaknya tidak diundang secara layak. Secara sepihak, aturan mediasi membatasi kehadiran di mana hanya tiga perwakilan jemaat yang diizinkan masuk ke ruang rapat.

MUKI Sumut Turun Tangan

Merespons eskalasi pelarangan ibadah ini, Ketua Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara, Dedy Mauritz Simanjuntak, S.H., dan timnya bergerak memberikan pendampingan.

Bersama jajaran LBH MUKI di antaranya Egbert Budiman, Mandala, Anesty Singarimbun, serta jajaran pengurus lain seperti Milkho Legie, Richard Simangunsong, Edward Septa, Fian, dan Samson MUKI mengecam keras intervensi berlebihan dari pihak rektorat.

Egbert menyampaikan bahwa klien mereka masih memiliki legalitas yang sah dan meminta pihak yang mengatasnamakan PIWK baru meminta menunjukkan SK kepengurusan, namun perwakilan tim sekuriti menyampaikan hanya berdasarkan SK Wakil Rektor.

"Kami minta tim anda menunjukkan SK PIWK, tanpa itu kami meragukan pengangkatan kepengurusan anda," ucapnya. 

Sementara Ketua MUKI Sumut, Dedy Mauritz Simanjuntak menyesalkan tindakan pelarangan ibadah yang dilakukan pihak mereka beberapa waktu lalu sembari menunjukkan barang bukti spanduk penolakan ibadah dan video pemasangan pagar seng di lokasi gereja, sehingga warga kesulitan ibadah dan terpaksa mendobrak Ia mendesak agar persoalan diselesaikan di ranah internal tanpa merampas hak konstitusional warga untuk beribadah.

Terkait upaya pengosongan paksa yang mengatasnamakan Universitas Sumatera Utara, Dedy menyampaikan tiga desakan tegas:

  1. Jaga Marwah Pendidikan: Nama besar USU di bawah Kementerian Pendidikan ikut terseret. MUKI meminta Rektor dan jajarannya menunjukkan cara penyelesaian yang elegan dan beradab, mengingat peribadahan umat Kristen di tempat tersebut sudah berlangsung puluhan tahun.

  2. Hentikan Pengosongan: MUKI mendesak agar segala bentuk upaya pengosongan segera dihentikan. Tidak ada urgensi mendesak untuk revitalisasi. Berikan ruang bagi pihak internal untuk menyelesaikan persoalan mereka sendiri demi menyelamatkan nama besar USU sebagai lembaga pendidikan terhormat.

  3. Intervensi Kementerian: Meminta Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama untuk segera turun tangan melakukan langkah antisipatif demi mencegah konflik yang lebih luas, mengingat isu peribadatan adalah hal yang sangat sensitif.

MUKI berkomitmen akan terus menyiagakan tim hukumnya untuk melakukan pendampingan penuh hingga hak beribadah jemaat Gereja Oikumene USU dipulihkan. (HM)


TAGS :


Video Terkait:


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya
jeanhakim.jpg

Dalam 10 Hari Polisi Tuntaskan Kasus Pembakaran Rumah Hakim PN Medan, Ini Kronologinya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔15:13:13, 21 Nov 2025

RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .

Berita Selengkapnya
peran_media.jpg

Menjaga Profesionalisme: Saling Memahami Tupoksi Pejabat Negara dan Wartawan

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:54:55, 18 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .

Berita Selengkapnya
content.jpg

Inilah 30 Media Online Terpopuler di Sumatera Utara Versi Chat GPT

🔖 TEKNOLOGI 👤Radar Medan 🕔14:16:59, 03 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025. Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas