Warga Desa Poncowarno Tuntut USU Bayarkan Hak yang Ditunggu Selama 39 Tahun
Oleh : Radar Medan | 17 Des 2025, 11:37:34 WIB | 👁 700 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Puluhan warga Desa Poncowarno mendesak agar Universitas Sumatera Utara (USU) segera membayarkan hak masyarakat atas tanah yang selama 39 tahun digunakan oleh USU. Selasa (16/12/2025)
RADARMEDAN.COM - Puluhan warga Desa Poncowarno mendesak agar Universitas Sumatera Utara (USU) segera membayarkan hak masyarakat atas tanah yang selama 39 tahun digunakan oleh USU. Permohonan ini bukan pertama kalinya diminta oleh masyarakat. Berkali-kali masyarakat Desa Poncowarno sudah meminta dengan berbagai cara. Namun, yang diterima hanyalah ancaman, intimidasi sampai jeruji besi.
Koordinator Masyarakat Desa Poncowarno, Aspipin Sinulingga memaparkan, sejak tahun 1986 USU mengambil alih ladang petani yang merupakan Warga Desa Pamah Tambunan, Salapian-Langkat (sekarang berganti nama menjadi Desa Poncowarno) sebanyak 300 Ha. Tawaran yang diberikan adalah ganti rugi dan bagi hasil. Ladang itupun nantinya akan digunakan sebagai perkebunan percobaan, penelitian dan pendidikan mahasiswa USU. Sayangnya, bukannya menjadi perkebunan percobaan, ladang tersebut justru berubah menjadi ladang sawit komersil.
"Ada plang namanya, perkebunan percobaan. Tapi isinya semua sawit yang hasilnya dijual secara komersil. Mulai dari awal perkebunan percobaan itu berdiri, belum pernah ada mahasiswa yang datang melakukan penelitian atau percobaan apapun," papar Aspipin Sinulingga, Selasa (16/12/2025), Ia menuturkan, ladang tersebut luasnya sekitar 500 Ha. Namun, ladang yang dimiliki masyarakat sebesar 300 Ha. Bagi hasil sawit yang selama ini dikelola oleh USU pun tidak pernah dinikmati oleh warga setempat.
Di tahun 1990, ladang tersebut mulai menghasilkan berton-ton tandan yang berubah menjadi rupiah. Walaupun hasil dari ladang seluas 500 Ha itu hanya 100 ton per bulan.
"Yang tahu sawit pasti paham lah, apa mungkin ladang 500 Ha hanya menghasilkan 100 ton sawit," kata Aspipin.
Sementara itu, warga yang bergerak menagih janji USU justru mengalami tekanan bukan hanya dari USU tetapi dari berbagai pihak. Mulai dari preman sampai oknum tentara.
"Mereka bilang sama warga, Jangan berisik seperti PKI. Rakyat harus berkorban demi pembangunan. Melawan berarti subversif dan untuk itu layak untuk dipenjara, mengert!" tutur Aspipin menirukan suara lantang oknum tentara yang diduga menjadi pengamanan ladang perkebunan percobaan USU.
Reformasi tahun 1998 menjanjikan angin surga bagi warga Desa Poncowarno. Namun, hal itu hanya sebagai omong kosong yang tak pernah diselesaikan. Sampai di tahun 2003, atas pembelaan Datuk Lelawangsa masyarakat didudukkan bersama. Digelarlah audiensi dan inventarisir mengenai ladang percobaan tersebut. Hasil kesepakatan adalah 176,56 Ha yang ada di ladang tersebut adalah milik 56 Kepala Keluarga yang sudah didata dan harus dibayarkan ganti ruginya oleh USU. Di tahun 2005, USU mengirimkan surat kepada Camat Salapian, Langkat bahwa mereka sudah memiliki uang untuk membayarkan hak masyarakat.
"Disitu dituliskan, uang kami sudah tersedia. Tapi sampai detik ini belum ada seperak pun diterima masyarakat," tegas Aspipin Sinulingga.
Tak hanya itu, USU bahkan pernah mengatakan sudah membayarkan kepada 56 KK itu semua ganti rugi. Namun, dari data yang diberikan oleh USU, nama-nama penerima yang sudah dibayarkan hanya 10 (sepuluh) orang warga yang menerima. Sisanya adalah pegawai USU yang tidak pernah memiliki tanah di lokasi itu dan bukan merupakan warga setempat.
"Kami sudah memegang semua berkas nama-nama penerima yang katanya sudah dibayarkan oleh USU. Hanya sepuluh orang yang warga dan sisanya bukan warga. Dan kita sudah cari tahu mereka ternyata adalah karyawan USU. Inikan penipuan namanya, pelanggaran hukum," jelas Aspipin.
Hingga saat ini, masyarakat tetap menuntut agar haknya dibayarkan oleh USU.
Sementara itu, Kasubag Inventarisasi dan Penghapusan Aset Universitas Sumatera Utara, Harun Zulfanudin mengatakan selama ini masyarakat yang menuntut hak atas pembayaran itu tidak pernah menunjukkan alas hak yang diminta oleh USU. Ia mengaku, sekitar dua bulan lalu pihak USU sudah mendatangi warga yang menuntut haknya dan meminta alas hak tersebut. Namun hingga saat ini alas hak itu tidak pernah diberikan.
"Kita minta bukti alas hak nya mana yang diserobot oleh USU tapi mereka nggak ada ngasih data. Sementara kan USU sudah sertifikat hak pakai dari BPN. Pokoknya ada surat bukti dari pemerintah lah entah itu surat Lurah, SK Camat atau SHM," katanya.
Menjawab hal itu, Aspipin menegaskan bahwa USU sudah memegang semua data pemilik tanah yang belum dibayarkan. Aspipin bahkan menyatakan bahwa sudah dilakukan inventarisir sebanyak tiga kali untuk memastikan kepemilikan warga atas tanah yang dikuasai oleh USU dan sudah disepakati.
"Omong kosong itu sekarang minta alas hak. Data sudah ada di mereka selama ini. Siapa pemegang hak atas tanah yang ada di perkebunan percobaan itu. Memangnya tahun 86 sudah ada SHM, sudah ada SK Camat. Yang benar-benar ajalah," tegas Aspipin.
Aspipin menuturkan, diketahui selama ini pemerintah selalu berbicara mengenai pentingnya lahan sawit untuk kemakmuran masyarakat sekitar. Bahkan, dalam kondisi bencana di Sumatera dan Aceh pun, Presiden Prabowo masih mengatakan bahwa sawit berguna untuk kemakmuran masyarakat. Namun, lembaga pendidikan yang ternama di Sumatera Utara justru menjadi salah satu pengelola yang merugikan masyarakat.
"Apa yang dilakukan oleh USU menjadi bukti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap perkebunan sawit dan kesejahteraan masyarakat. Kami ini udahlah ladangnya diambil tanpa pernah dibayarkan, hasil ladang kami pun tidak kami terima sepeserpun. Bahkan, ladang 500 Ha masa cuma menghasilkan 100 ton, yang enggak-enggak aja. Sampai ajal menjemput, kami dan anak-anak kami akan tetap menuntut apa yang menjadi hak kami di ladang itu," tutup Aspipin.(f/R/pe)
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .