Saham Rontok, Rupiah Tertekan Sentimen Pasar

Oleh : Radar Medan | 01 Feb 2026, 15:37:05 WIB | 👁 96 Lihat
Opini
Saham Rontok, Rupiah Tertekan Sentimen Pasar

Keterangan Gambar : Ilustrasi


RADARMEDAN.COM, CIMAHI - Kejatuhan harga saham dan guncangan nilai rupiah yang terjadi belakangan ini sering dijelaskan dengan kalimat yang terdengar aman: sentimen global, suku bunga Amerika Serikat, atau ketidakpastian geopolitik. Penjelasan itu tidak keliru, tetapi tidak menjawab pertanyaan paling mendasar: mengapa koreksi di Indonesia berlangsung begitu tajam, serentak, dan berdampak lintas pasar dari saham hingga valuta asing. Yang sesungguhnya terjadi bukan sekadar gejolak sesaat, melainkan koreksi kepercayaan yang dipicu oleh persoalan tata kelola yang telah lama menumpuk dan akhirnya terbuka ke permukaanhirnya terbuka ke permukaan.

Rangkaian peristiwa ini bermula dari pengumuman MSCI (pembuat indeks pasar saham global yang mengukur kinerja bursa di dunia) pada Januari 2026. Dalam pengumuman tersebut, MSCI menyatakan melakukan pembekuan sementara terhadap proses rebalancing atau penyesuaian indeks untuk saham-saham Indonesia. Tidak ada penambahan saham baru, tidak ada kenaikan bobot, dan tidak ada penyesuaian _foreign inclusion factor_ hingga evaluasi lanjutan dilakukan. Keputusan ini berlaku setidaknya sampai Mei 2026, dengan catatan tegas bahwa perbaikan tata kelola khususnya transparansi free float harus benar-benar terlihat.

Langkah ini menghantam pasar karena berlawanan langsung dengan ekspektasi yang telah terbangun sebelumnya. Selama berbulan-bulan, berkembang keyakinan kuat bahwa sejumlah saham berkapitalisasi besar yang kerap disebut sebagai “raksasa baru” akan masuk ke indeks global MSCI. Ekspektasi itu mendorong aksi beli lebih awal atau front-running, dengan asumsi bahwa arus dana pasif global akan mengalir deras ketika rebalancing resmi diumumkan. Ketika pembekuan justru terjadi, ekspektasi tersebut runtuh seketika.

Alasan MSCI melakukan pembekuan berakar pada masalah transparansi  free float  (aturan porsi saham di luar pengendali yang dipakai untuk melihat kemungkinan penggorengan saham). Dalam evaluasinya, MSCI menyoroti ketidakjelasan struktur kepemilikan di sejumlah emiten besar. Mereka menilai terdapat indikasi bahwa jumlah saham yang benar-benar beredar di publik tidak dapat diverifikasi secara meyakinkan. Kecurigaan muncul atas kemungkinan adanya pemilik manfaat akhir yang tersembunyi, penggunaan nominee, atau transaksi yang terkoordinasi di antara pihak-pihak yang secara formal terlihat berbeda, tetapi secara substantif berada dalam satu kendali. Dalam kondisi demikian, free float yang dilaporkan secara administratif dianggap tidak merefleksikan likuiditas riil yang dibutuhkan investor institusional global.

Dampak langsungnya adalah batalnya masuk saham-saham yang sebelumnya diprediksi kuat akan menjadi anggota baru indeks MSCI. Saham-saham seperti PANI, ADMR, BUMI, dan PTRO yang telah menjadi sasaran akumulasi spekulatif gagal masuk bukan karena kinerja fundamentalnya, melainkan karena keputusan sistemik MSCI yang menghentikan seluruh proses penyesuaian. Investor yang membeli dengan harapan kenaikan harga akibat masuk indeks global segera berbalik arah. Aksi jual massal pun terjadi, berubah dari koreksi bertahap menjadi panic selling yang menyapu pasar secara luas.

Situasi diperburuk oleh peringatan lanjutan MSCI yang bersifat strategis. MSCI menegaskan bahwa bila masalah transparansi free float dan struktur kepemilikan tidak diperbaiki hingga evaluasi berikutnya pada Mei 2026, Indonesia menghadapi risiko penurunan bobot dalam indeks Emerging Market, bahkan kemungkinan reklasifikasi menjadi Frontier Market. Bagi investor institusional global, ancaman ini bukan simbolik. Banyak dana besar secara mandat tidak boleh berinvestasi di pasar frontier, sehingga potensi arus keluar modal menjadi sangat nyata.

Kekhawatiran itu segera tercermin dalam pergerakan dana asing. Pada perdagangan 28–29 Januari 2026, arus modal keluar terjadi secara masif dengan penjualan bersih asing mencapai triliunan rupiah. Tekanan jual yang begitu besar membuat Indeks Harga Saham Gabungan terjun hingga mendekati delapan persen dan memaksa Bursa Efek Indonesia melakukan trading halt sebagai langkah darurat. Dari titik ini, guncangan tidak lagi terbatas pada pasar saham.

Dalam sistem keuangan terbuka seperti Indonesia, krisis kepercayaan di pasar ekuitas hampir selalu merembes ke pasar uang dan valuta asing. Ketika investor global meragukan kualitas perlindungan institusional dan konsistensi pengawasan, mereka tidak hanya menjual saham, tetapi juga mengurangi eksposur terhadap aset berdenominasi rupiah. Rupiah pun tertekan, bukan karena ekonomi riil runtuh, melainkan karena premi risiko institusional meningkat. Nilai tukar menjadi katup pertama tempat ekspektasi yang goyah mencari jalan keluar.

Di titik inilah posisi Bank Indonesia menjadi sangat tertekan. BI dipaksa menyerap guncangan yang sumbernya bukan moneter: intervensi pasar valuta asing meningkat, komunikasi kebijakan harus diperkeras, dan dilema klasik muncul. Menjaga stabilitas kurs berarti menanggung biaya cadangan dan likuiditas, sementara menaikkan suku bunga demi menahan tekanan berisiko memperlambat ekonomi domestik. Volatilitas rupiah dalam konteks ini bukan kegagalan kebijakan moneter, melainkan harga yang dibayar bank sentral untuk menutup lubang kepercayaan yang berasal dari tata kelola pasar modal.

Di tengah gejolak itulah pernyataan Purbaya menjadi penentu arah pembacaan. Ketika ia secara terbuka menyatakan akan memberi waktu enam bulan kepada Otoritas Jasa Keuangan untuk membersihkan saham gorengan, ia sesungguhnya mengafirmasi diagnosis yang sama dengan pasar global: masalah utama pasar keuangan Indonesia bukan sentimen sesaat, melainkan tata kelola yang rapuh dan terlalu lama ditoleransi. Dengan menyebut saham gorengan sebagai sasaran pembenahan, Purbaya tidak berbicara tentang spekulasi harian semata, melainkan tentang desain struktural free float rendah, pengendalian berlapis, transaksi afiliasi yang sulit dilacak yang membuat manipulasi menjadi mungkin dan merusak kredibilitas pasar.

Pernyataan itu juga membuka kenyataan yang selama ini enggan diucapkan: bahwa otoritas pengawas bukan tidak mengetahui persoalan tersebut, tetapi terlalu lama menempuh jalan toleransi. Logika lama adalah menjaga stabilitas dengan menunda penegakan. Yang kini terbukti adalah sebaliknya stabilitas semu yang dibangun di atas penundaan justru melahirkan koreksi yang lebih brutal ketika kepercayaan runtuh.

Bagi publik, peristiwa ini mengajarkan bahwa pasar saham bukan secara alamiah berbahaya; ia menjadi berbahaya ketika tata kelola membiarkan ketimpangan kekuasaan dan informasi. Bagi pelaku pasar, ini pengingat keras bahwa valuasi tanpa governance adalah gelembung yang menunggu waktu. Bagi regulator, enam bulan yang disebut Menkeu bukan tenggat administratif, melainkan ujian kredibilitas: apakah negara sungguh-sungguh siap menukar stabilitas semu dengan kesehatan jangka panjang. Dan bagi kebijakan makro, pelajarannya jelas—tanpa pembenahan tata kelola pasar modal, tekanan terhadap rupiah dan beban pada Bank Indonesia akan terus berulang, apa pun konfigurasi kebijakan moneter yang dipilih.

Kejatuhan saham dan tekanan rupiah hari ini seharusnya dibaca sebagai cermin, bukan aib. Cermin itu menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar keuangan tidak bisa terus disandarkan pada toleransi terhadap praktik yang merusak kepercayaan. Jika momentum ini digunakan untuk memperbaiki tata kelola secara tegas dan konsisten, koreksi yang menyakitkan ini dapat menjadi titik balik. Jika tidak, ia hanya akan menjadi pengulangan siklus lama dengan biaya yang kian mahal dan bank sentral yang terus dipaksa menjadi penyangga terakhir dari kegagalan tata kelola.

CIMAHI, 31 JANUARI 2026

*Penulis:*
Berijasah asli dari Jurusan Studi Pembangunan FE-Unpad
Anggota Komite Eksekutif KAMI
Ketua Komite Kajian Ilmiah Forum Tanah Air

(HM)


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya
jeanhakim.jpg

Dalam 10 Hari Polisi Tuntaskan Kasus Pembakaran Rumah Hakim PN Medan, Ini Kronologinya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔15:13:13, 21 Nov 2025

RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .

Berita Selengkapnya
peran_media.jpg

Menjaga Profesionalisme: Saling Memahami Tupoksi Pejabat Negara dan Wartawan

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:54:55, 18 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .

Berita Selengkapnya
content.jpg

Inilah 30 Media Online Terpopuler di Sumatera Utara Versi Chat GPT

🔖 TEKNOLOGI 👤Radar Medan 🕔14:16:59, 03 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025. Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .

Berita Selengkapnya
Gubsu_Menemui_Guru_03.jpg

Gubernur Sumut Bobby Nasution Temui Guru SMK 1 Kutalimbaru yang Dilaporkan Orang Tua Siswa

🔖 PENDIDIKAN 👤Radar Medan 🕔17:10:33, 31 Okt 2025

RADARMEDAN.COM, BINJAI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menemui Sopian Daulai Nadeak, guru SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, yang dilaporkan orang tua siswa ke polisi. Pertemuan berlangsung di rumah Sopian, di Binjai, Jumat (31/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan harapannya agar . . .

Berita Selengkapnya
max_1.jpg

Maxus Resmi Meluncur di Medan, Tampilkan MPV Listrik Premium MIFA 7 dan MIFA 9

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔16:47:36, 31 Okt 2025

RADARMEDAN.COM - Maxus Indonesia resmi meluncur di Medan melalui pameran dan konferensi pers yang digelar di Sun Plaza Mall, Jumat 31/10/2025. Pameran produk ini berlangsung hingga 2 November 2025 dan menjadi langkah perusahaan dalam memperluas jejaknya di wilayah Sumatera Utara, sekaligus menegaskan komitmen mendukung program kendaraan . . .

Berita Selengkapnya
531.jpg

Wali Kota Rico Waas Ambil Sumpah Janji dan Lantik 53 Pejabat Fungsional

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔21:47:17, 22 Okt 2025

RADARMEDAN.COM - Sebanyak 53 orang Pejabat Fungsional diambil sumpah janji dan dilantik oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di ruang rapat III,  Balai Kota, Rabu (22/10/25). Para Pejabat Fungsional ini berasal dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan. Pelantikan dan pengambilan sumpah/ Janji Pejabat Fungsional . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas