Tentukan Pilihan, Warga Menunggu Debat Selanjutnya
Oleh : Radar Medan | 04 Apr 2019, 16:04:30 WIB | 👁 2116 Lihat Kedai Kopi
Keterangan Gambar : ilustrasi
RADARMEDAN.COM - Ternyata pembicaraan warga Kecamatan Merek, Kabupaten Tanah Karo masih saja hangat terkait debat pasangan Pilpres nomor urut 01 dan 02 di televisi beberapa waktu lalu. Salahsatu kedai kopi yang biasanya dijadikan tempat ketemu temen dan nongkrong bersama mendengar berbagai masukan dan pendapat antara satu dengan yang lain. Kali ini warga yang santai sambil menikmati kopi masih saja tidak habisnya membahas potensi Jokowi - Ma'aruf dan Prabowo - Sandi. Saat itu terlibat perbincangan hangat, inilah petikannya:
Rikki : Kalau kulihat dalam debat keduanya sangat berpotensi untuk menjadi pemenang. Tapi sebagai warga saya menilai Prabowo sangat berapi-api dalam menyampaikan apa yang menurutnya saat ini dibutuhkan negara. Sementara Jokowi menyampaikan santun namun santun tersebut tidaklah cukup karena sebuah negara membutuhkan ketegasan.
Ricat : Negara ini butuh ketegasan, memang kalau kita lihat negara kita ini lemah dari sisi pertahanan negara ada benarnya. Tapi ini kan perlu menjadi perhatian siapapun nantinya yang menjadi Presiden tentu akan menarik jika dibahas pertahanan negara.
Redy : Nanti tunggu dulu, ketegasan memang dibutuhkan. Lihat saja Jokowi selama menjabat sudah banyak tersangka ditangkap KPK apa ada dia bela, kan tidak. Jadi ketegasan itu tidak semata-mata suara lantang tapi perbuatan.
Ginting : Kalau saya tidak suka apa, yang disampaikan disitu bisa kita lihat mana yang mementingkan kepentingan rakyat dan mana yang ingin berkuasa belum tentu juga nantinya memikirkan rakyat. Kalau lagi kampanye begini semua mengatasnamakan rakyat. Tapi coba kita lihat nanti ketika sudah terpilih apa masih seperti itu.
Pemilik Kedai : Begini saja kita lihat saja nanti debat berikutnya. Disitu kita lihat mana statmen memiliki program brilian yang bertujuan ekonomi rakyat. Kalau sekarang bisa kita simpulkan bersama-sama kan sudah ada debat sebelumnya. Nanti bisa kita tonton lagi debat berikut nanti pasti lebih seru.
Rikki : Saya cuma kasi tahu saja, saat ini kita sebagai masyarakat juga jangan terpengaruh terhadap isu-isu yang belum tentu benar (hoax). Ini bisa memecah belah kita, mari kita sama-sama memilih sesuai dengan pilihannya, tapi jangan sampai kita bermusuhan hanya gara-gara pemilihan Presiden. Nanti kedepan lima tahun lagi kita tetap juga memilih Presiden jadi kita bisa menjagokan idola masing-masing tapi kita tetap saudara. Jangan nanti gara-gara Pilres kuundang pesta pun kalian tak datang.
Saat itu semua pengunjung kedai kopi terbahak-bahak mendengarkan pernyatan Rikki. Intinya perbincangan pagi tadi membuat kita semakin sadar betapa pentingnya persaudaraan. Pilpres merupakan pesta demokrasi dan nanti lima tahun kedepan pasti diselenggarakan kembali. Jadikan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin negeri ini dengan penuh rasa saling memiliki.(red)
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .
RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025.
Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .
RADARMEDAN.COM, BINJAI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menemui Sopian Daulai Nadeak, guru SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, yang dilaporkan orang tua siswa ke polisi. Pertemuan berlangsung di rumah Sopian, di Binjai, Jumat (31/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan harapannya agar . . .