Tentukan Pilihan, Warga Menunggu Debat Selanjutnya
Oleh : Admin Radar Medan | 04 Apr 2019, 16:04:30 WIB | 👁 1753 Lihat Kedai Kopi
Keterangan Gambar : ilustrasi
RADARMEDAN.COM - Ternyata pembicaraan warga Kecamatan Merek, Kabupaten Tanah Karo masih saja hangat terkait debat pasangan Pilpres nomor urut 01 dan 02 di televisi beberapa waktu lalu. Salahsatu kedai kopi yang biasanya dijadikan tempat ketemu temen dan nongkrong bersama mendengar berbagai masukan dan pendapat antara satu dengan yang lain. Kali ini warga yang santai sambil menikmati kopi masih saja tidak habisnya membahas potensi Jokowi - Ma'aruf dan Prabowo - Sandi. Saat itu terlibat perbincangan hangat, inilah petikannya:
Rikki : Kalau kulihat dalam debat keduanya sangat berpotensi untuk menjadi pemenang. Tapi sebagai warga saya menilai Prabowo sangat berapi-api dalam menyampaikan apa yang menurutnya saat ini dibutuhkan negara. Sementara Jokowi menyampaikan santun namun santun tersebut tidaklah cukup karena sebuah negara membutuhkan ketegasan.
Ricat : Negara ini butuh ketegasan, memang kalau kita lihat negara kita ini lemah dari sisi pertahanan negara ada benarnya. Tapi ini kan perlu menjadi perhatian siapapun nantinya yang menjadi Presiden tentu akan menarik jika dibahas pertahanan negara.
Redy : Nanti tunggu dulu, ketegasan memang dibutuhkan. Lihat saja Jokowi selama menjabat sudah banyak tersangka ditangkap KPK apa ada dia bela, kan tidak. Jadi ketegasan itu tidak semata-mata suara lantang tapi perbuatan.
Ginting : Kalau saya tidak suka apa, yang disampaikan disitu bisa kita lihat mana yang mementingkan kepentingan rakyat dan mana yang ingin berkuasa belum tentu juga nantinya memikirkan rakyat. Kalau lagi kampanye begini semua mengatasnamakan rakyat. Tapi coba kita lihat nanti ketika sudah terpilih apa masih seperti itu.
Pemilik Kedai : Begini saja kita lihat saja nanti debat berikutnya. Disitu kita lihat mana statmen memiliki program brilian yang bertujuan ekonomi rakyat. Kalau sekarang bisa kita simpulkan bersama-sama kan sudah ada debat sebelumnya. Nanti bisa kita tonton lagi debat berikut nanti pasti lebih seru.
Rikki : Saya cuma kasi tahu saja, saat ini kita sebagai masyarakat juga jangan terpengaruh terhadap isu-isu yang belum tentu benar (hoax). Ini bisa memecah belah kita, mari kita sama-sama memilih sesuai dengan pilihannya, tapi jangan sampai kita bermusuhan hanya gara-gara pemilihan Presiden. Nanti kedepan lima tahun lagi kita tetap juga memilih Presiden jadi kita bisa menjagokan idola masing-masing tapi kita tetap saudara. Jangan nanti gara-gara Pilres kuundang pesta pun kalian tak datang.
Saat itu semua pengunjung kedai kopi terbahak-bahak mendengarkan pernyatan Rikki. Intinya perbincangan pagi tadi membuat kita semakin sadar betapa pentingnya persaudaraan. Pilpres merupakan pesta demokrasi dan nanti lima tahun kedepan pasti diselenggarakan kembali. Jadikan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin negeri ini dengan penuh rasa saling memiliki.(red)
RADARMEDAN.COM, DELI SERDANG - Seorang pengendara motor terpaksa dievakuasi dari Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) pada Selasa (1/4/2025).
Pengelola tol, PT Jasamarga Kualanamu Tol (JKT), segera mengambil tindakan setelah kejadian tersebut dilaporkan.
Direktur Utama PT JKT, Thomas Dwiatmanto, menjelaskan bahwa pengendara . . .
RADARMEDAN.COM – Sejumlah massa dari Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sumut (APMS) menggeruduk Mapolda Sumatera Utara (Poldasu) pada Senin (24/3/2025).
Mereka mendesak kepolisian segera menangkap Direktur Utama Bank Sumut yang telah dua kali mangkir dari panggilan penyidik dan mengabaikan surat penjemputan paksa terkait dugaan tindak . . .
RADARMEDAN.COM — Polda Sumatera Utara menggelar upacara serah terima jabatan Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran Polda Sumut yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut di Lapangan Ks. Tubun, Mapolda Sumut, pada Senin, 24 Maret 2025.
Acara ini menjadi momentum penyegaran organisasi sekaligus menandai rotasi personel untuk . . .
RADARMEDAN.COM, ASAHAN - Sebagai bentuk Komitmen Yang kuat dari Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mewujudkan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Asahan, Wakil Bupati Asahan Rianto, SH., M.A.P., didampingi Kadis Ketenagakerjaan, Kepala Baperida melakukan kunjungan ke Ditjend Pembinaan,.Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemenaker RI, . . .
RADARMEDAN.COM, KARO - Sidang Lanjutan pembacaan tuntutan pembunuhan wartawan dan keluarga, Rico Sempurna Pasaribu (47), istri Elfrida Ginting (48), anak Sudi Investi Pasaribu (12 ) dan cucu Loin Situngkir (3) di Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe, Kabupaten Karo di mulai Pukul 16:00 Wib Senin (17/03/2025)
Jaksa Penuntut Umum (JPU) masing-masing . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumut resmi menetapkan eks Kepala Cabang Bank Sumut Aeknabara, MEN, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Perbankan, kuasa hukum Tianas Situmorang, Poltak Silitonga SH MH merasa keberatan.
Penetapan MEN, eks kepala cabang Bank Sumut Aeknabara sebagai tersangka kasus Bank Sumut vs Tianas Situmorang . . .
RADARMEDAN.COM – Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran di lingkungan Polda Sumatera Utara (Sumut).
Dalam surat telegram bernomor ST/489/KEP./2025 hingga ST/492/KEP./2025, sebanyak 46 perwira menengah dan tinggi mengalami pergeseran jabatan, baik dalam bentuk promosi, rotasi, maupun mutasi ke . . .
RADARMEDAN.COM - Puluhan papan bunga berjejer di depan Mapolda Sumut, Senin (10/3/2025), sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan kasus yang menyeret Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut.
Papan-papan tersebut berisi pesan kekecewaan masyarakat terhadap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut yang dinilai tidak . . .
RADARMEDAN.COM - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan lima plus satu program prioritas pembangunan, selama memimpin Provinsi Sumut, bersama Wakil Gubernur (Wagub) Surya (2025-2030).
Lima program tersebut yakni kesehatan, infrastruktur, ekonomi dan UMKM, pangan, serta pendidikan dan sumber daya manusia (SDM). . . .
RADARMEDAN.COM – Kasus dugaan penipuan sesama anggota kepolisian yang sempat viral di Sumatera Utara kini telah mencapai penyelesaian secara kekeluargaan.
Perkara yang melibatkan Ipda RS dan Bripka Shcalomo, yang sebelumnya dilaporkan ke Propam Polda Sumut dan Direktorat Kriminal Umum (Krimum) Polda Sumut, resmi diselesaikan melalui . . .