Rico Waas: Perbedaan Bukan Sekat, Melainkan Kekuatan Kota Medan
Oleh : Radar Medan | 25 Okt 2026, 09:46:18 WIB | 👁 51 Lihat Berita Kota
Keterangan Gambar : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menghadiri Peringatan 100 Tahun Buddhis Tamil Nusantara di Hotel Selecta Medan, Sabtu (24/10/2026).
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan, setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapat perhatian, menyampaikan aspirasi, dan berkontribusi dalam pembangunan kota.
“Medan untuk Semua, semua untuk Medan. Siapa pun warga Medan, karena setiap orang penting, setiap satu manusia itu penting,” kata Rico Waas saat menghadiri Peringatan 100 Tahun Buddhis Tamil Nusantara di Hotel Selecta Medan, Sabtu (24/10/2026).
Rico Waas mengatakan, perbedaan tidak seharusnya menciptakan sekat dalam kehidupan masyarakat. Jika dimaknai dengan baik, keberagaman justru menghadirkan keharmonisan dan keindahan.
Ia mengibaratkan Kota Medan sebagai taman yang ditumbuhi beragam bunga dengan warna berbeda. Taman yang hanya memiliki satu jenis bunga mungkin terlihat baik, tetapi perpaduan berbagai warna menghadirkan keindahan tersendiri.
“Karena ada perbedaan tersebut, kita kaya akan kebudayaan. Kita bisa saling mengerti,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri antara lain oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia Supriyadi,
Pembina Masyarakat (Pembimas) Buddha Sumatera Utara, Sukasdi, dan
Ketua Panitia 100 Tahun Buddhis Tamil Nusantara, Subramaniam itu Rico Waas mengatakan, masyarakat Medan telah terbiasa hidup berdampingan dengan latar belakang yang berbeda. Hal itu terlihat dari kebiasaan mengenakan pakaian adat berbagai etnis hingga merayakan hari besar keagamaan, seperti Imlek, Deepavali, Idulfitri, Iduladha, dan Natal.
Keberagaman, lanjutnya, menjadi salah satu kekhasan Medan yang patut dibanggakan. Selain suku Batak, Karo, Jawa, Minang, Nias, Aceh, dan Tionghoa, Kota Medan juga memiliki masyarakat Tamil dengan sejarah panjang yang turut membentuk identitas kota.
“Berbahagialah kita yang memiliki perbedaan ini. Marilah kita merayakan perbedaan ini. Marilah perbedaan itu menyatukan kita dan saling menghormati satu dengan yang lain,” katanya.
Rico Waas menjelaskan, semangat keberagaman itu menjadi landasan slogan “Medan untuk Semua”. Pemerintah Kota Medan, katanya, ingin memastikan seluruh warga memperoleh hak dan kesempatan yang setara, baik dalam menjalankan ibadah, bekerja, bersosialisasi, maupun mengakses pelayanan administrasi pemerintahan.
Ia juga mengajak masyarakat Buddhis Tamil Nusantara menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka kepada pemerintah. Rico Waas meminta warga tidak sungkan melaporkan persoalan yang membutuhkan perhatian, baik melalui dirinya maupun jajaran pemerintah di wilayah.
“Kami ingin mendengar setiap orang yang ada di Kota Medan ini. Karena kami ingin merajut keberagaman ini. Karena keberagaman itu indah,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan yang dihadapi warga Medan beragam, mulai dari banjir, jalan rusak, pendidikan, bantuan sosial, administrasi kependudukan hingga persoalan keagamaan. Karena itu, pemerintah perlu mendengar aspirasi masyarakat agar persoalan tersebut mendapat penanganan.(HM)
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .