Mustahil LSL Bisa Mendominasi Kasus HIV/AIDS di Labuhanbatu Kasus baru yang terdeteksi bukan jumlah kasus infeksi HIV baru yang ada di masyarakat
Oleh : Syaiful W Harahap | 14 Jul 2026, 11:35:48 WIB | 👁 182 Lihat Kesehatan
Keterangan Gambar : Ilustrasi - (Sumber: dosomething.org)
RADARMEDAN.com – “Kasus HIV di Labuhanbatu Meningkat, Kelompok LSL Mendominasi Temuan Baru 2025.” Ini judul berita di sumutpos.jawapos.com, 19/11/2025.
Ada yang perlu diperhatikan di judul berita di atas, antara lain:
Pertama, berdasarkan cara pelaporan kasus HIV/AIDS di Indonesia yaitu kumulatif artinya kasus lama ditambah kasus baru tanpa mengurangi jumlah dengan kematian pengidap HIV/AIDS.
Maka, yang perlu disampaikan adalah kasus baru yang terdeteksi pada kurun waktu tertentu. Sekali lagi kasus baru yang terdeteksi bukan jumlah kasus infeksi HIV baru yang ada di masyarakat. Soalnya, tidak semua warga, terutama yang aktif secara seksual menjalani tes HIV pada kurun waktu tertentu.
Kedua, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendominasi adalah penguasaan oleh pihak yang lebih kuat terhadap yang lebih lemah (dalam bidang politik, militer, ekonomi, perdagangan, olahraga, dan sebagainya).
Nah, bagaimana cara LSL (Lelaki Suka Seks Lelaki) bisa menguasai warga dengan perilaku seksual berisiko? Omong kosong. Adalah mustahil LSL bisa menguasai penularan dan penyebaran HIV/AIDS di Labuhanbatu.
Yang benar adalah: kasus paling banyak pada LSL.
Ketiga, apakah benar semua laki-laki yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS di Labuhanbatu benar-benar gay dengan homoseksual sebagai LSL?
Fakta menunjukkan di beberapa daerah ternyata ada LSL yang mempunyai istri dan anak(-anak). Itu artinya mereka bukan gay tapi laki-laki heterseksual dengan perilaku LSL.
Ini penjelasan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC-Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat (AS): LSL merupakan kelompok yang beragam dalam hal perilaku, identitas, dan kebutuhan perawatan kesehatan. Istilah “LSL” sering digunakan secara klinis untuk merujuk pada perilaku seksual semata, tanpa memandang orientasi seksual (misalnya, seseorang mungkin mengidentifikasi dirinya sebagai heteroseksual tetapi masih diklasifikasikan sebagai LSL). (cdc.gov).
Lagi pula:
Apakah Dinas Kesehatan Labuhanbatu bisa membuktikan LSL benar-benar tertular dengan fakto risiko seks anal?
Apakah Dinas Kesehatan Labuhanbatu bisa membuktikan LSL tersebut sama sekali tidak pernah melakukan hubungan seksual berisiko dengan perempuan?
Tentu saja tidak bisa!
Selain itu jumlah kasus HIV/AIDS yang dirilis Dinas Kesehatan, dalam hal ini Januari-Oktober 2025 sebanyak 57, tidak menggambarkan jumlah kasus HIV/AIDS yang sebenarnya di masyarakat karena epidemi HIV/AIDS erat kaitannya dengan fenomena gunung es.
Kasus HIV/AIDS yang dilaporkan atau terdeteksi digambarkan sebagai puncak gunung es yang muncul ke atas permukaan air laut, sedangkan kasus HIV/AIDS yang tidak terdeteksi di masyarakat digambarkan sebagai bongkahan gunung es di bawah permukaan air laut (Lihat gambar).
Gambar: Fenomena Gunung Es pada epidemi HV/AIDS. (Foto: Dok Pribadi/AIDS Watch Indonesia/Syaiful W. Harahap)
Maka, yang jadi masalah besar bagi Labuhanbatu adalah warga pengidap HIV/AIDS yang tidak terdeteksi. Mereka ini jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS secara horizontal di masyarakat, terutama melalui hubungan seksual penetrasi (vaginal atau anal), di dalam dan di luar nikah, dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom.
Sejatinya, Dinas Kesehatan Labuhanbatu mewajibkan suami ibu hamil (Bumil) untuk tes HIV yang sesuai dengan standar prosedur tes HIV yang baku.
Jika suami HIV-positif, maka istri yang hamil jalani tes HIV. Tapi, kalau suami HIV-negatif lakukan konseling untuk mengetahui riwayat perilaku seksualnya, apakah pernah menikah sebelumnya.
Sayang, dalam berita tidak ada jumlah kasus pada Bumil. Padahal, kasus HIV/AIDS pada bayi menunjukkan sudah ada 3 (tiga) kasus HIV/AIDS, yaitu: 1 bayi + 1 ibu yang melahirkan + 1 ayah yang menularkan HIV/AIDS ke ibu.
Program terapi dengan obat antiretroviral (ART) adalah di hilir yaitu terhadap warga yang sudah tertular HIV/AIDS.
Yang diperlukan adalah program untuk menurunkan, sekali lagi hanya bisa menurunkan, jumlah infeksi HIV baru, terutama pada laki-laki dewasa, di hulu. Kasus-kasus baru infeksi HIV di hulu, dalam hal ini pada laki-laki dewasa, melalui hubungan seksual dengan pekerja seks.
Celakanya, sekarang pekerja seks tidak kasat mata karena lokalisasi pelacuran sudah pindah ke media sosial dengan pekerja seks dikenal sebagai cewek prostitusi online.
Transaksi seks dilakukan secara Daring (dalam jaringan) dengan telepon seluler (Ponsel). Transaksi dan eksekusi terjadi di sembarang waktu dan sembarang tempat.
Maka, selama Pemkab Labuhanbatu melalui Dinkes Labuanbatu tidak mempunyai program yang riil untuk menurunkan jumlah insiden infeksi HIV baru, maka selama itu pula penyebaran HIV/AIDS di Labuhanbatu akan terus terjadi.
Penyebaran HIV/AIDS ibarat ‘silent disaster’ (bencana terselubung) sebagai ‘bom waktu’ yang kelak jadi ‘ledakan AIDS’ di Labuhanbatu. [*]
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .