Minta Pemkot Cari Solusi, DPD IPK Gunung Sitoli Sesalkan Penggusuran PKL
Oleh : Radar Medan | 19 Feb 2022, 17:09:31 WIB | 👁 2328 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM, GUNUNGSITOLI - Bayang - bayang varian Omnicorn tidak menurunkan semangat Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk segera bangkit dalam memenuhi kebutuhan setiap harinya. Namun yang terjadi kekisruhan antara Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan ikan dan sayur di Jalan Sudirman dan seputaran Pasar Beringin dengan Satpol PP Kota Gunungsitoli, Selasa (15/02).
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya Kota Gunungsitoli, Markus K. Hulu saat ditemui awak media di Kantor Sekretariat DPD IPK Kota Gunungsitoli, Jl. Pattimura No. 91 Kelurahan Ilir, Gunungsitoli - Sumatera Utara, Jumat (18/02/22).
"Tidak seharusnya terjadi kekisruhan, Pemkot harusnya melakukan pendekatan persuasif, tidak dengan main gusur saja," ujar Markus.
Ketua DPD IPK Kota Gunungsitoli Markus K. Hulu menjelaskan bahwa, akibat kisruh itu, beberapa orng PKL cidera. Terakhir dikabarkan, beberapa orang dari unsur PKL tersebut mengalami kerugian akibat dagangan mereka dibuang dan diangkut melalui Mobil Satpol PP Kota Gunungsitoli.
"Ini sangat disayangkan, tindakan Satpol PP Kota Gunungsitoli yang melakukan tindakan kekerasan serta perampasan dagangan PKL tersebut", jelasnya.
Menurut Markus, Tindakan penggusuran PKL, kini tampak menjadi rutinitas Pemkot Gunungsitoli. Ironinya, Pemkot berdalih “menertibkan” demi kenyamanan bersama.
"Kenyamanan apa yang diberikan oleh pemkot terhadap PKL ini, aduuuhhh..... sudahlah..! Tetapi kenyataan justru lain, tindakan tersebut bukannya solutif, ataupun nyaman, malah selalu menuai polemik baru," terangnya.
Lanjut Markus, dimana-mana PKL ditindas dan diseret dagangannya, bahkan tindakan Satpol PP Kota Gunungsitoli oleh sebagian komentar netizen disebut “anarkis, tidak punya hati” hal itu terlihat jelas di Video Viral yang di unggah di media sosial.
Dijelaskannya, perlawanan PKL terhadap tindakan-tindakan penggusuran atau dalam bahasanya pemerintah disebut relokasi PKL, bukan tanpa alasan. Harga kios yang tidak terjangkau, tempat penjualan yang tidak strategis dan tidak representatif yang mengakibatkan nilai jual berkurang adalah alasan untuk melawan.
Markus menilai bahwa cara pandang klasik dan keliru selama ini yang masih bersemayam dalam alam bawah sadar para pemangku kepentingan (Pejabat).
"Nilai Pandang mereka, bahwa PKL tidak lebih dari perusak pemandangan, pengganggu kenyamanan, dan tidak begitu penting dalam menyokong perekonomian nasional hingga kedaerah,pengusaha-pengusaha besar diberi tempat dan kemudahan, bahkan ada yang memakai tanah milik Pemerintah tidak digusur. Tapi PKL digusur," tegas Markus.
Atas hal itu, Markus mendesak Pemkot Gunungsitoli agar merelokasi PKL dengan pendekatan - pendekatan yang komunikatif, ditempat yang strategis dan representatif.
"Jangan asal main gusur! Saya percaya Pemkot Pasti memikirkan solusi yang terbaik," tutupnya mengakhiri.(ril/PE)
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .