Keblinger Pemakaian Frasa Dominasi pada Berita dan Artikel HIV/AIDS Nah, pada judul berita di media siber dominasi dipakai tidak pada tempatnya
Oleh : Syaiful W Harahap | 01 Agu 2026, 20:36:32 WIB | 👁 107 Lihat Opini
Keterangan Gambar : Ilustrasi – Cara-cara penularan HIV/AIDS. (Sumber: vawnet.org)
Oleh: Syaiful W Harahap*
RADARMEDAN.com – Tampaknya, penguasaan kosa-kata di beberapa kalangan, seperti dinas-dinas kesehatan, aktivis AIDS, wartawan dan redaktur media siber terkait dengan frasa ‘dominasi’ ada di titik nadir.
Jika mengadu ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dengan mengunduh situs web https://kbbi.web.id/, maka dominasi adalah: penguasaan oleh pihak yang lebih kuat terhadap yang lebih lemah (dalam bidang politik, militer, ekonomi, perdagangan, olahraga, dan sebagainya).
Nah, pada judul berita di media siber dominasi dipakai tidak pada tempatnya. Hal ini karena pemakaian frasa ‘dominasi’ tidak mungkin terjadi pada makna yang disampaikan.
Misalnya, seperti pada pencarian dengan kata kunci ‘kasus HIV/AIDS didominasi’ di Ringkasan AI/Google muncul ini: Kasus HIV/AIDS di Indonesia secara umum didominasi oleh kelompok usia produktif (terutama rentang usia 25–49 tahun hingga usia muda 20-an), serta dari segi faktor risiko dan kelompok tertentu sering kali didominasi oleh penularan melalui hubungan seksual, kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL), dan catatan signifikan pada ibu rumah tangga.
Pamakaian frasa ‘didominasi’ pada ringkasan di atas ngawur, karena: bagaimana cara ‘kelompok usia produktif’ bisa ‘mendominasi’ dalah hal ini menguasai penularan HIV/AIDS?
Mustahil!
Apa mungkin ‘kelompok usia produktif’ bisa melarang kelompok usia lain melakukan perilaku yang berisiko tertular HIV/AIDS?
Tidak mungkin!
Begitu juga pencarian dengan ModeAI/Google dengan kata kunci ‘kasus HIV/AIDS didominasi’ disebutkan: Secara nasional di Indonesia, kasus HIV/AIDS secara konsisten didominasi oleh kelompok usia produktif (25–49 tahun), berjenis kelamin laki-laki, dengan jalur penularan utama melalui hubungan seksual berisiko.
Ada lagi penjelasan:
1. Dominasi Berdasarkan Kelompok Usia
2. Dominasi Berdasarkan Profesi dan Status Sosial
3. Dominasi Berdasarkan Faktor Risiko / Jalur Penularan
Poin 2: bagaimana jenis-jenis pekerjaan dan profesi serta status sosial bisa menguasai agar mereka saja yang tertular HIV/AIDS?
Poin 3: tidak jelas.
Hal yang sama terjadi pada banyak judul berita di media siber, seperti di bawah ini:
Kasus HIV di Madiun Didominasi Pekerja Swasta dan IRT (babel.terbitan.com, 28 Juli 2026)
Apa masuk akal (sehat) pekerja swasta dan IRT (ibu rumah tangga-Pen.) bisa menguasai penularan HIV/AIDS agar PNS dan pekerja lain tidak tertular HIV/AIDS?
Ini pemakaian frasa ‘didominasi’ usia produktif: Adalah hal yang mustahil kalangan usia produktif bisa melarang kalangan usia lain untuk melakukan perilaku-perilaku yang berisiko tertular HIV/AIDS. Simak judul berita di bawah ini:
Dinkes Magetan Catat 80 Kasus HIV pada 2026, Didominasi Usia Produktif (beritajatim.com, 28 Juli 2026)
Kasus HIV di Kota Malang Didominasi Usia Produktif (detik.com, 30 Noveber 2025)
Kasus HIV di Karawang Didominasi Kelompok Usia Produktif (metrotvnews.com, 11 June 2026)
Duh, dari Januari hingga Oktober Muncul 211 Kasus Baru HIV/AIDS, Didominasi Laki- laki Usia Produktif (radarbadung.jawapos.com , 4 Desember 2025)
Dinkes Temukan 230 Kasus Baru per Mei 2026, Kasus HIV di Batam Masih Didominasi Usia Produktif (metropolis.batampos.co.id , 26 Jun 2026)
Ini pemakaian frasa ‘didominasi’ LSL:
Pertama, ada yang tidak pas pada penyebutan ‘LSL’ yaitu ‘Lelaki Suka Lelaki.’ Ini ngawur karena dalam frasa yang dikembangkan secara internasional adalah MSM (Men Who Have Sex With Men) yang diindonesiakan jadi Lelaki Suka Seks (dengan) Lelaki.
Kedua, bagaimana mungkin LSL bisa menguasai cara-cara penularan HIV/AIDS dengan melarang yang bukan LSM? Mustahil!
Kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya 2026 Meningkat, Didominasi LSL dan Usia Produktif (mediaindonesia.com, 28 Juli 2026)
Kasus HIV/AIDS di Kota Bengkulu Capai 1.216, Didominasi Kelompok LSL (betv.disway.id, 28 Februari 2026)
Dinkes Tegal: 70 Persen Kasus HIV/AIDS Didominasi Lelaki Suka Lelaki (panturanews.com, 3 Juni 2026)
Waspada! Lonjakan Kasus HIV Aids, Didominasi Lelaki Suka Lelaki (kendaripos.fajar.co.id, 3 Mei 2026)
Horor 1.214 Kasus HIV/AIDS di Sulsel Didominasi Seks Sesama Pria (detik.com, 19 September 2025)
59 Warga di Sukoharjo Terinfeksi HIV/AIDS, Didominasi Kelompok LSL (jateng.harianjogja.com, 8 November 2025)
Didominasi LSL, Sepanjang 2026 Dinkes Kota Serang Temukan 60 Kasus HIV (tangselpos.id, 2 Juli 2026)
Ini juga pemamkaian frasa ‘sesama jenis’ yang ngawur bin ngaco karena seks pada lesbian bukan faktor risiko penularan HIV/AIDS. Soalanya, pada lesbian tidak ada seks penetrasi. Di dunia ini belum ada kasus HIV/AIDS yang dilaporkan dengan faktor risiko seks lesbian.
Kasus HIV di Sulteng Tertinggi di Sulawesi, Mayoritas Didominasi Hubungan Sesama Jenis (kaidah.id, 5 Maret 2026)
HIV di Palembang Didominasi Perilaku Sesama Jenis, Obat ARV Tersedia (detik.com, 23 Januari 2026)
Kasus HIV Naik di Sulawesi Tenggara, Didominasi Hubungan Sesama Jenis (radarkendari.id, 29 Apr 2026)
Waspada "Pandemi" Tersembunyi, HIV di Kaltim Didominasi Hubungan Sesama Jenis (seputarfakta.com,16 September 2025)
Kasus HIV di Bali Terus Melonjak. Didominasi Hubungan Sesama Jenis (radarbuleleng.jawapos.com, 12 Oktober 2025)
Kasus HIV/AIDS di Lombok Tengah Naik, Didominasi Seks Sesama Jenis (detik.com, 28 Agustus 2025
Mayoritas Kasus HIV/AIDS di Mataram Disebabkan Seks Sesama Jenis (detik.com, 12 Agustus 2025)
Ini pemakaian frasa ‘homoseksual’ yang juga ngawur karena seks pada lesbian (homoseksual) bukan faktor risiko penularan HIV/AIDS. Tidak ada seks penetrasi pada seks lesbian.
Kasus HIV di Kukar Meningkatkan, Didominasi Kelompok Homoseksual (mediaindonesia.com, 20 Juli 2026)
454 Kasus HIV AIDS di Makassar Tahun 2025 Didominasi Homoseksual (cnnindonesia.com, 18 September 2025)
50 Persen Kasus AIDs di Nunukan dari Kalangan Homoseksual (niaga.asia, 14 Januari 2026)
Dengan judul yang sensasional membuat berita dan artikel hanya bersifat bombastis (KBBI: omong kosong) karena tidak menukik pada realitas sosial terkait dengan HIV/AIDS yang berpijak pada fakta medis.
Secara empiris tidak ada kaitan antara LSL, sesama jenis dan homoseksual dengan penularan HIV/AIDS.
Penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual penetrasi (vaginal atau anal) bisa terjadi bukan karena sifat hubungan seksual (LSL, sesama jenis dan homoseksual), tapi karena kondisi saat terjadi hubungan seksual yaitu salah satu atau keduanya mengidap HIV/AIDS dan laki-laki tidak memakai kondom selama hubungan seksual. Ini fakta (medis)!
Sudah saatnya staf di dinas-dinas kesehatan, aktivis AIDS, penjangkau, wartawan dan redaktur lebih arif dan bijaksana memakai diksi untuk membuat premis terkait HIV/AIDS agar informasi tidak misleading (menyesatkan).
Selama informasi HIV/AIDS melalui media siber dan media sosial sebagai KIE (komunkasi, informasi dan edukasi) tidak akurat, maka selama itu pula insiden infeksi HIV baru akan terus terjadi.
Penyebaran HIV/AIDS ibarat ‘silent disaster’ (bencana terselubung) yang merupakan ‘bom waktu’ yang kelak jadi ‘ledakan AIDS.’ [*]
*Syaiful W Harahap adalah penulis buku: (1) PERS meliput AIDS, Pustaka Sinar Harapan dan The Ford Foundation, Jakarta, 2000 (ISBN 979-416-627-8); (2) Kapan Anda Harus Tes HIV?, LSM InfoKespro, Jakarta, 2002 (ISBN 979-96905-0-1); (3) AIDS dan Kita, Mengasah Nurani, Menumbuhkan Empati, tim editor, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2014 (ISBN 978-602-231-192-8); (4) Menggugat Peran Media dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, YPTD, Jakarta, 2022 (ISBN 978-623-5631-25-7); (5) 70 Tahun Syaiful W. Harahap Sepanjang Karir Menggeluti Berita HIV/AIDS (IWP MEDIA PUBLISHING, Jakarta, 2025 – QRCBN 62-6099-2529-730). (Kontak via e-mail: infokespro@yahoo.com).
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .