Dukung Langkah Aparat, Pewarna Minta Kapolda Usut Penyerangan Kapolres Belawan
Oleh : Radar Medan | 06 Mei 2025, 16:20:00 WIB | 👁 956 Lihat Hukum dan Kriminal
RADARMEDAN.COM - DPD Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Sumatera Utara menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah tegas aparat kepolisian dalam menegakkan hukum dan menjaga keamanan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DPD Pewarna Sumut, Tumpal Manik, SH. MH, didampingi Sekretaris Heryanson Munthe dalam konferensi pers di Medan, Selasa (6/5/2025).
Tumpal Manik menilai bahwa kehadiran langsung aparat kepolisian di lapangan, seperti dalam operasi yang dipimpin AKBP Oloan Siahaan pada Sabtu (4/5/2025) dini hari, menjadi cerminan komitmen serius kepolisian dalam memberantas aksi tawuran dan kejahatan jalanan.
“Sumut butuh penegak hukum yang berani, tegas, dan tak kenal lelah untuk mewujudkan keadilan dan ketenteraman,” tegas Tumpal.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran pimpinan tertinggi di tubuh kepolisian dalam memastikan keberhasilan penegakan hukum. Menurutnya, upaya di lapangan tidak akan berjalan maksimal tanpa arahan dan dukungan nyata dari atas.
“Tanpa dukungan pucuk pimpinan, upaya penegakan hukum akan tidak maksimal,” tambahnya.
Menanggapi insiden penyerangan terhadap Kapolres Belawan, Tumpal menyatakan tindakan pembelaan diri oleh aparat dan menurutnya sudah sesuai dengan prosedur standar operasi. Ia mendorong agar Kapolda Sumut segera mengusut dalang di balik penyerangan tersebut.
“Siapapun jika terdesak demi keselamatan diri tentu mengambil langkah baru demi perlindungan diri dan anggota, dalam hal ini kepolisian tentu menreapkan SOP, karena awalnya memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan malah terus mendekat menyerang ke mobil dinasnya, ini tentu berbahaya, kepolisian harus bisa mengusut tuntas siapa aktor penyerangan ini,” ucap Tumpal.
Di sisi lain, Heryanson Munthe menyoroti bahaya narkoba dan judi online yang terus menggerogoti masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah. Ia menyebut bahwa banyak warga terjerumus ke dalam tindak kriminal karena tekanan ekonomi untuk membeli narkoba atau berjudi.
“Banyak warga terjerumus ke tindak kriminal akibat tekanan ekonomi untuk membeli narkoba atau berjudi,” ujarnya.
Ia mendesak agar Polda Sumut segera merancang strategi menyeluruh dan berkelanjutan guna memutus mata rantai masalah tersebut. Menurutnya, masyarakat tidak lagi membutuhkan laporan panjang soal kinerja, melainkan merasakan langsung kehadiran rasa aman di lingkungannya.
“Masyarakat tidak butuh laporan capaian kinerja. Mereka hanya ingin merasa aman setiap saat,” tambahnya.
Lebih jauh, Heryanson menyebut rasa takut yang timbul akibat ketidakamanan dapat menimbulkan trauma sosial dan menghambat kecepatan respons aparat, yang pada akhirnya juga menggerus kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.(SP/pe)
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .