Warga Menyangkal Mengidap HIV/AIDS Karena Tidak Mengalami Gejala Padahal, warga tersebut sudah menjalani tes HIV
Oleh : Syaiful W Harahap | 03 Sep 2026, 22:23:38 WIB | 👁 99 Lihat Kesehatan
Keterangan Gambar : Ilustrasi. (Sumber: voaindonesia.com)
RADARMEDAN.com – Berita dan artikel di media massa dan media siber serta unggahan di media sosial yang mengumbar ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala terkait HIV/AIDS yang tidak komprehensif justru misleading (menyesatkan).
Simaklah fakta di Kota Jogja, DI Yogyakarta, ini: Menurut Endang (Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu-Pen.), dalam upaya mencapai target tersebut pihaknya juga mengalami kendala. Yakni belum adanya kemauan dari penderita. Misal karena masih menyangkal lantaran belum ada gejala meski sudah terinfeksi atau takut dengan stigma sosial (radarjogja.jawapos.com, 10/12/2024).
Padahal, warga tersebut sudah menjalani tes HIV yang sesuai dengan standar dengan hasil reaktif (HIV-positif). Tapi, karena mereka tidak mengalamai ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala terkait dengan HIV/AIDS seperti yang disebarluaskan di media massa, media siber dan media sosial mereka menyangkal.
Penyangkalan terjadi karena berita dan artikel serta unggahan yang tidak komprehensif tentang HIV/AIDS, dalam hal ini tentang ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala yang disebut terkait dengan HIV/AIDS.
Soalnya, seseorang yang tertular HIV/AIDS tidak otomatis menunjukkan ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala pada fisik dan keluhan kesehatan yang terkait dengan HIV/AIDS.
Bermacam-macam ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala yang disebut terkait dengan HIV/AIDS sama sekali tidak otomatis karena tertular HIV/AIDS. Ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala yang disebut terkait dengan HIV/AIDS juga terjadi karena penyakit-penyakit lain.
Yang jelas dengan atau tanpa ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala sekalipun seseorang berisiko tertular HIV/AIDS jika pernah atau sering melakukan perilaku seksual atau nonseksual yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS.
Maka, berita dan artikel serta unggahan yang komprehensif jika menyebut ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala yang terkait dengan HIV/AIDS harus ada penjelasan bahwa: Ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala terkait dengan HIV/AIDS jika pernah atau sering melakukan perilaku seksual atau nonseksual yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS.
Jika seseorang mengalami ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala yang terkait dengan HIV/AIDS, tapi sama sekali tidak pernah melakukan perilaku seksual atau nonseksual yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS, maka ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala tidak ada kaitannya dengan HIV/AIDS. Ini fakta!
Lagi pula status HIV seseorang ditentukan berdasarkan tes HIV dengan standar prosedur operasi tes HIV yang baku, bukan berdasarkan ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala yang disebut-sebut terkait dengan HIV/AIDS.
Coba simak judul-judul berita misleading (menyesatkan) yang bikin warga ketakutan (urutan berdasarkan tahun ditayangkan):
Ciri HIV Paling Khas: Diare, Sariawan, Berat Badan Turun (health.detik.com, 1 Desember 2011)
Ini Ciri-ciri Aktor yang Diduga Idap HIV/AIDS (hot.detik.com, 12 November 2015)
Gejala Awal Penyakit Infeksi HIV/AIDS, Ini Yang Jadi Ciri Khas (health.grid.id, 1 Desember 2021)
Ratusan Mahasiswa Bandung Positif HIV AIDS, Simak Ciri-Ciri HIV AIDS (kesehatan.kontan.co.id, 25 Agustus 2022)
Kenali Ciri-ciri Orang Terkena HIV, Gejala Awal Mirip Flu 2 hingga 3 Minggu (tribunnews.com, 26 Agustus 2022)
Ciri-ciri HIV pada Pria yang Tidak Boleh Disepelekan (health.detik.com, 10 Februari 2023)
Ciri-Ciri HIV AIDS pada Wanita yang Harus Diwaspadai (tirto.id, 28 November 2023)
Ciri-Ciri HIV pada Kulit Wanita yang Perlu Diwaspadai (haibunda.com, 14 May 2024)
Perlu Waspada! Ini Dia Ciri-Ciri HIV pada Kulit (harianmuba.disway.id, 18 September 2024)
Apa Ciri-ciri Seseorang Terinfeksi HIV? Berikut 9 Tandanya (kompas.com, 25 September 2024)
Ini 7 Ciri-Ciri HIV pada Wanita yang Harus Diketahui (halodoc.com, 18 Juni 2026)
Judul-judul berita dan artikel yang tidak memberikan penjelasan tentang: mengapa dan bagaimana hal itu (ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala terkait dengan HIV/AIDS) bisa terjadi.
Mengapa (ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala terkait dengan HIV/AIDS bisa terjadi)?
Secara empiris ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala terkait dengan HIV/AIDS terjadi pada seseorang yang tertular HIV/AIDS di masa AIDS, secara statistik antara 5-15 tahun setelah tertular HIV jika tidak menjalani pengobatan dengan obat antiretroviral (ART).
Bagaimana seseorang bisa tertular HIV/AIDS?
Risiko tertular HIV/AIDS melalui hubungan seksual bisa terjadi di dalam atau di luar nikah jika salah satu atau kedua pasangan tersebut mengidap HIV/AIDS dan laki-laki tidak memakai kondom selama hubungan seksual.
Yang perlu diingat adalah: biar pun tidak ada ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala terkait dengan HIV/AIDS pada fisik dan keluhan kesehatan tidak bisa jadi jaminan seseorang tidak mengidap HIV/AIDS, karena yang bersangkutan:
(1). Tidak melakukan tes HIV
(2). Pernah atau sering melakukan perilaku seksual yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS
Jika seseorang yang terdeteksi HIV-positif, maka ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala terkait dengan HIV/AIDS pada fisik dan keluhan kesehatan juga bisa tidak muncul jika menjalani ART.
Berita dan artikel yang mengumbar ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala terkait dengan HIV/AIDS tanpa penjelasan sama saja dengan menggiring opini publik bahwa kalau tidak ada ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala terkait dengan HIV/AIDS pada fisik dan keluhan kesehatan maka tidak ada infeksi HIV. Ini keliru dan menyesatkan.
Sudah saatnya media massa, media siber dan media sosial lebih arif dan bijaksana dalam menyiarkan informasi tentang ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala terkait dengan HIV/AIDS agar masyarakat tidak bingung dan panik serta tidak menyuburkan mitos (anggapan yang salah) terhadap HIV/AIDS. [*]
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .