Oleh : Radar Medan | 19 Mar 2022, 13:57:53 WIB | 👁 2341 Lihat Hukum dan Kriminal
RADARMEDAN.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara akan memanggil apliator Binomo dan Quotex yakni Fakar Suhartami dan Nodiewakgeng yang dilaporkan dua korbannya beberapa waktu lalu.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan penyidik sedang mendalami dua laporan yang masuk terkait aplikasi Binomo dan Quotex. Di mana, yang terlapor adalah Nodiewakgeng dan salah satu mentor dari Fakar Suhartami.
"Penyidik juga akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan," kata Hadi, Kamis (17/3/2022).
Hadi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari dua korban yang berinisial VA dan RM. Untuk VA melaporkan Nodiewakgeng dengan nomor : STTLP / 472 / III / 2022 / SPKT / POLDA SUMUT
Sementara RM resmi melaporkan salah satu mentor dari Fakar Suhartami dengan nomor : STTLP / B / 471 / III / 2022 / SPKT / POLDA SUMUT.
"Kita (Polda) sudah menerima laporannya," tandas Hadi.
Sebelumnya, dua korban aplikasi Binomo dan Quotex membuat laporan ke Mako Polda Sumatera Utara pada Senin 14 Maret 2022. Mereka mengalami kerugian hampir mencapai Rp 1 Miliar.
Dengan nomor laporan polisi : STTLP/B/471/III/2022/SPKT/Polda Sumut dan STTLP/B/472/III/2022/SPKT/Polda Sumut. Disampaikan kedua korban yang merupakan, masing-masing berinsial RM warga Kota Medan dan VA warga Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Kuasa Hukum kedua korban, Dongan Nauli Siagian kepada wartawan di Mako Polda Sumut mengatakan bahwa pihaknya melaporkan empat orang apliator Binomo dan Quotex yakni berinisial Z, J, M dan S. "Ada empat orang kita laporkan dengan dua aplikasi yang itu Binomo dan Quotex," jelas Dongan.
Dongan mengaku bila keempat orang yang dilaporkan itu merupakan rekan dari Indra Kenz yang terlebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus binomo yang ditangani oleh Bareskrim Polri.
"Itu rekan dari Indra Kenz," ucap Dongan dengan tegas.
Disinggung kenapa tidak langsung crazy rich asal Medan Indra Kenz yang dilaporkan langsung, Dongan mengaku karena bukan apliator langsung oleh para korban.
"Karena dia pakai apliator yang bukan langsung Indra Kenz jadi kita tidak bisa melaporkan langsung kan," sebut Dongan.
Ia menyebutkan, kedua kliennya ini sudah bermain aplikasi Binomo dan Qoutex sejak September 2021. "Ada yang mulai dari Agustus dan yang satu lagi pada September," ujar dia.
Sementara itu, seorang korban VA mengaku awalnya ia tergiur ikut gabung aplikasi binomo karena melihat konten youtube para apliator. "Saya lihat konten youtube mereka (J dan M)," katanya.
Selama bergabung dengan aplikasi binomo, ia telah merugi mencapai Rp250 juta.
"Pembayarannya lewat rekening bank. Saya kerugian mencapai Rp250 juta," terangnya.
VA mengaku selama bergabung dengan aplikasi itu, ia tidak pernah bertemu langsung dengan para apliator. "Komunikasi lewat telegram," jelas dia.
Ia sendiri berharap agar uangnya yang mencapai Rp250 juta bisa kembali.
"Saya berharap kalau uang saya bisa kembali dan pelaku bisa ditangkap," jelas Dongan.(KBRN)/PE
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .