Pimpin Rapat Digitalisasi Parlinsos Bupati Taput Harapkan Layanan Publik Cepat dan Tepat Sasaran
Oleh : Radar Medan | 06 Jul 2026, 12:55:25 WIB | 👁 158 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.S.i, M.Si bersama Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Lumbantoruan bersama pimpinan OPD terkait gelar rapat terkait pentingnya Digitalisasi Perlinsos yang melibatkan seluruh Camat, di Ruang Rapat Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Senin 06/07-2026).
RADARMEDAN.COM, TAPANULI UTARA - Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.S.i, M.Si bersama Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Lumbantoruan bersama pimpinan OPD terkait gelar rapat terkait pentingnya Digitalisasi Perlinsos yang melibatkan seluruh Camat, di Ruang Rapat Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Senin 06/07-2026).
Digitalisasi perlindungan sosial merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Di era digital, pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan agar setiap program perlindungan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus meminimalkan kesalahan data, duplikasi penerima, dan potensi penyimpangan.
Bagi Kabupaten Tapanuli Utara, digitalisasi perlindungan sosial menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pelayanan yang modern. Dengan data yang terintegrasi dan selalu diperbarui, pemerintah dapat memetakan kondisi masyarakat secara lebih akurat, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Digitalisasi juga memungkinkan proses pendataan, verifikasi, penyaluran bantuan, hingga evaluasi program dilakukan secara lebih efektif dan efisien. Masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih mudah, sementara pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam mengambil keputusan serta memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Namun, tujuan utama digitalisasi bukan hanya menghadirkan teknologi, melainkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, digitalisasi perlindungan sosial harus diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian. Dengan data yang akurat dan layanan yang terintegrasi, program perlindungan sosial dapat dikolaborasikan dengan pendidikan, pelatihan keterampilan, kesempatan kerja, dan pemberdayaan ekonomi sehingga penerima manfaat dapat bertransformasi menjadi masyarakat yang produktif dan mandiri.
Perlindungan sosial harus menjadi jalan menuju kemandirian, bukan ketergantungan. Bantuan yang diberikan pemerintah bukanlah tujuan akhir, melainkan jembatan agar masyarakat mampu bangkit, meningkatkan kapasitas diri, memperoleh pekerjaan atau mengembangkan usaha, hingga akhirnya mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Digitalisasi adalah instrumen untuk memperkuat pelayanan, sedangkan kesejahteraan masyarakat adalah tujuan akhirnya. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi.
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .