655 Juta Warga Dunia Hidup Tanpa Listrik Kebutuhan mendesak wujudkan target akses energi universal
Oleh : Syaiful W Harahap | 05 Jul 2026, 15:45:38 WIB | 👁 116 Lihat Kesehatan
Keterangan Gambar : Ilustrasi (Foto: who.int/ Pixdeluxe/E+/Getty Images)
RADARMEDAN.com – Data terbaru menunjukkan kemajuan yang tidak merata, menyoroti kebutuhan penting untuk fokus pada keterjangkauan dan komunitas rentan.
Di saat keamanan dan keterjangkauan energi telah jadi prioritas utama dalam agenda pembangunan, 655 juta orang di seluruh dunia masih kekurangan akses listrik.
Selain itu dua miliar orang menggunakan bahan bakar dan teknologi yang mencemari lingkungan untuk memasak, sehingga membahayakan kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Kawasan Afrika Sub-Sahara menanggung sebagian besar kesenjangan ini, dengan lebih dari 560 juta orang hidup tanpa listrik dan 970 juta orang kekurangan akses untuk memasak dengan energy yang bersih.
Edisi terbaru dari Tracking SDG 7: The Energy Progress Report, yang menampilkan data baru tahun 2023 dan 2024, menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar wilayah mendekati akses universal, kemajuan di Afrika Sub-Sahara telah melambat secara signifikan. Laju elektrifikasi harus meningkat tiga kali lipat untuk mencapai akses universal pada tahun 2030.
Terlepas dari tantangan ini, laporan tersebut menyoroti kemajuan yang menggembirakan di beberapa bidang energi berkelanjutan. Energi terbarukan terus mengalami ekspansi yang kuat, menyumbang lebih dari 30 persen konsumsi listrik global; sementara kapasitas pembangkit energi terbarukan mencapai rekor global sebesar 544 watt (cukup untuk menyalakan lemari es) per orang.
Aliran keuangan publik internasional yang mendukung energi bersih di negara-negara berkembang sedikit meningkat menjadi 24,6 miliar dolar AS; dan peningkatan efisiensi energi global terus mencapai 3,76 megajoule per dolar AS, meskipun ini masih belum cukup untuk memenuhi target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 7.
Namun, laporan tersebut memperingatkan bahwa tanpa tindakan mendesak dan berskala besar, dunia akan gagal mencapai SDG 7 untuk memastikan akses universal terhadap energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern pada tahun 2030.
Selain itu, sementara krisis energi global saat ini masih berlangsung, dampaknya terhadap pasar energi dan perekonomian yang lebih luas diperkirakan akan signifikan.
Dalam konteks ini, percepatan penyebaran energi terbarukan domestik semakin dipandang penting baik untuk memperkuat keamanan dan keterjangkauan energi maupun untuk memajukan tujuan iklim dan pembangunan jangka panjang.
Solusi energi terbarukan terdistribusi, termasuk tenaga surya off-grid dan mini-grid, merupakan solusi hemat biaya untuk akses listrik, yang telah melayani ratusan juta orang. Memasak dengan listrik, bioetanol, dan biogas juga semakin populer sebagai solusi memasak energi terbarukan yang dapat diskalakan, membantu lebih lanjut mendiversifikasi jalur memasak bersih.
Keterjangkauan tetap menjadi hambatan utama untuk memperluas akses listrik. Bahkan di tempat infrastruktur tersedia, banyak rumah tangga tidak mampu membayar biaya sambungan, biaya pemasangan kabel, atau layanan energi dasar.
Saat negara-negara berupaya menjangkau populasi yang belum teraliri listrik, subsidi yang ditargetkan, mekanisme pembiayaan inovatif, dan solusi elektrifikasi dengan biaya terendah akan sangat penting untuk memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal.
Kendala pembiayaan menghambat kemajuan, dengan tingkat pendanaan yang tidak mencukupi untuk memenuhi tujuan SDG 7 atau bahkan menurun sama sekali di negara-negara termiskin. Aliran keuangan internasional untuk mendukung energi bersih ke negara-negara kurang berkembang menurun secara signifikan, tercatat sebesar 3,7 miliar dolar AS pada tahun 2024, penurunan 11 persen dari tahun 2023.
Kepemimpinan politik yang lebih kuat, koordinasi lintas sektor yang lebih baik, dan fokus strategis pada negara dan komunitas yang paling berisiko tertinggal tetap menjadi prioritas lintas sektor menjelang tahun 2030.
Sinyal kebijakan yang jelas dan implementasi yang berkelanjutan sangat penting untuk mendiversifikasi bauran energi nasional, meningkatkan energi terbarukan, mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, dan memperkuat ketahanan makroekonomi terhadap gangguan rantai pasokan global. (Sumber: Joint News Release WHO/24 June 2026). [*]
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .