Kejutan di Grand Slam Tenis Wimbledon 2026: Alexandra Eala Singkirkan Juara Bertahan Iga Swiatek Jika Eala dapat poin selalu disambut tepukan dan teriakan penonton
Oleh : Syaiful W Harahap | 04 Jul 2026, 22:46:02 WIB | 👁 1913 Lihat Olahraga
Keterangan Gambar : Alexandara Eala menangis haru setelah mengalakan juara bertahan Iga Swiatek di Wimbledon 2026 pada 3/7/2026 (Foto: bbc.com/PA MEDIA)
RADARMEDAN.com – Petenis tunggal putri Filipina, Alexandra Eala, unggulan 29 dan peringkat 32 dunia WTA, menyingkirkan juara bertahan tunggal putri Wimbledon 2025, petenis Polandia, Iga Swiatek, unggulan 3 dan peringkat 3 dunia WTA, di putaran ketiga pada 4/7/2026.
Eala menang dengan skor 7-6 (11-9) dan 6-2 di Center Court (lapangan tengah) yang dipadati penggemra tenis. Pertandingan yang menegangkan berlangsung selama 2 jam dan 15 menit.
Kegembiraan Eala mengalahkan Swiatek, pemegang enam juara grand slam, dengan linangan air mata disambut penonton dengan sorak-sorai gembira.
Sepanjang pertandingan jika Eala dapat poin selalu disambut tepukan dan teriakan penonton.
Di putaran keempat Eala menantang petenis tunggal putri Italia, Jasmin Paolini, unggulan 13 dan peringkat 15 dunia WTA. Paolini melaju ke putaran keempat setelah menang atas petenis Yunani, Maria Sakkari, nonunggulan dan peringkat 43 dunia WTA, di putaran ketiga dengan skor 6-1 dan 6-2.
Dalam laporan BBC Sport disebutkan Eala berbicara di Centre Court setelah mengalahkan juara bertahan Swiatek: “Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaan ini. Saya sudah memasuki minggu kedua Grand Slam dan ini luar biasa bagi saya. Iga (Swiatek) adalah pemain fenomenal dan orang yang sangat baik, jadi saya sangat bersyukur bisa berbagi Centre Court dengannya di Wimbledon. Saya sangat emosional. Bagi seseorang seperti Iga (Swiatek), yang telah memenangkan begitu banyak grand slam, pencapaian ini mungkin tampak kecil, tetapi bagi seseorang yang tumbuh di Filipina, ini sangat besar.”
Alexandara Eala kepalkan tangan seelah menang atas juara bertahan Iga Swiatek di Wimbledon 2026 pada 3/7/2026 (Foto: wtatennis.com/Henry Nicholls/AFP via Getty Images)
"Saya pergi berlatih dengan saudara laki-laki dan kakek saya setiap hari sepulang sekolah dengan kaus kaki berenda, sepatu menyala, dan pipi tembem, jadi bagi saya yang lebih muda, ini adalah segalanya. Tapi, jelas, hanya karena saya emosional bukan berarti saya puas, jadi mari kita lanjutkan ke babak berikutnya!"
Tentang dukungan dari penonton: "Sungguh luar biasa memiliki rekan senegara saya yang mendukung saya, mengetahui bahwa kita semua berada dalam situasi yang sama. Ini untuk mereka, keluarga saya, dan semua gadis dengan kaus kaki berenda dan pipi tembem. Ini sangat berarti bagi saya."
Sepanjang karirnya Eala sudah mengumpulkan hadiah uang tunai sebesar 871.438 dolar AS atau setara dengan Rp 15.677.605.339.
(Bahan: bbc.com, wimbledon.com.wtatennis.com dan sumber lain). [*]
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .