Kanselir Jerman Friedrich Merz Dihujani Kritik Usai Jerman Tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026 Jerman tersingkir setelah kalah adu penalti dari Paraguay pada Selasa (1/7/2026)
Oleh : Syaiful W Harahap | 03 Jul 2026, 07:54:02 WIB | 👁 104 Lihat Internasional
Keterangan Gambar : Tim Merz mengatakan unggahan tersebut dipublikasikan oleh seorang staf, bukan oleh Merz sendiri. (Foto: dw.com/id - Ludovic Marin/AFP)
RADARMEDAN.com - Komentar “inspirasional” atas penampilan timnas Jerman usai tersingkir di Piala Dunia oleh Kanselir Jerman, Friedrich Merz, di X (d/h. Twitter) menuai kritik. Warganet menilai isi pesannya tak sesuai dengan penampilan tim yang mengecewakan. Jens Thurau* melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 2/6/2026).
Jerman tersingkir setelah kalah adu penalti dari Paraguay pada Selasa (1/7/2026). Penampilan tim Jerman sepanjang pertandingan memicu kekecewaan para fans. Komentar di media sosial menyebut timnas "tak berdaya, membuat frustasi, kelas dua”.
Tak lama setelah laga berakhir, akun resmi Kanselir Jerman Friedrich Merz mengunggah pesan dukungan kepada tim nasional.
"Walaupun tersingkir memang menyakitkan, kalian bertanding dengan luar biasa! Dedikasi dan semangat kebersamaan yang kalian tunjukkan di Piala Dunia ini telah menginspirasi negara kita. Kami bangga pada kalian," tulis Merz di X.
Unggahan itu justru memicu gelombang kritik. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan apakah Merz benar-benar menyaksikan pertandingan yang sama dengan jutaan warga Jerman lainnya.
Orang dekat Presiden RusiaVladimir Putin, Kirill Dmitriev, ikut mengomentari unggahan tersebut di X. "Merz pandai terus-menerus merayakan kegagalan," tulisnya.
Anggota Parlemen Eropa Marie-Agnes Strack-Zimmermann juga menyindir unggahan tersebut. Ia mengatakan dirinya tak tahu mana yang lebih buruk: penampilan tim Jerman atau reaksi sang kanselir.
Para suporter ini tampaknya tidak merasa "terinspirasi" oleh penampilan buruk Jerman di Piala Dunia 2026. (Foto: dw.com/id - Tom Weller/dpa/picture alliance)
Kantor Kanselir sebut terjadi kesalahan koordinasi
Menanggapi kritik tersebut, Kantor Kanselir Jerman menyebut unggahan itu muncul akibat "kesalahan koordinasi". Mereka paham hal tersebut "sangat mengganggu”.
Sejumlah media di Berlin melaporkan, beberapa draf unggahan telah disiapkan sebelum pertandingan usai. Draf-draf itu memuat respons atas berbagai kemungkinan hasil. Namun, seorang staf media sosial dilaporkan keliru menekan tombol, sehingga unggahan yang tidak semestinya terbit justru dipublikasikan.
Surat kabar Bild bahkan mendedikasikan hampir satu halaman penuh untuk insiden itu. Tajuknya menyamakan unggahan Merz sebagai "gol bunuh diri" setelah Jerman tersingkir dari Piala Dunia.
Pada Rabu (2/7), Wakil Juru Bicara Pemerintah Sebastian Hille mengatakan Merz menyaksikan pertandingan tersebut secara langsung.
"Tentu saja kanselir kecewa dengan tersingkirnya tim nasional Jerman dari Piala Dunia, sama seperti jutaan penggemar sepak bola lainnya di Jerman," ujarnya.
Merz kemudian mengunggah pernyataan kedua.
"Kita merayakan keberhasilan bersama. Saat kalah, kita tetap berdiri bersama. Itulah yang membuat kita kuat. Siapa pun yang mengenakan lambang elang nasional di dadanya layak mendapat dukungan kita, bukan ejekan," tulisnya.
Kontroversi unggahan ini terjadi di tengah merosotnya kepuasan publik terhadap pemerintahan Merz.
Menurut survei ARD-Deutschlandtrend yang dilakukan pada awal Juni, sebanyak 87 persen responden tidak puas terhadap kinerja pemerintah. Angka itu menjadi rekor tertinggi tingkat ketidakpuasan terhadap pemerintah.
Ada beberapa faktor penyebab: ekonomi yang belum pulih, infrastruktur yang menua, hingga keraguan publik terhadap rencana reformasi sistem pensiun dan layanan kesehatan.
Di tengah situasi tersebut, buruknya penampilan tim nasional Jerman di Piala Dunia dinilai semakin memperkuat sentimen negatif di dalam negeri.
Panggilan video Merz dan timnas diolok-olok di medsos
Sebelum turnamen dimulai, Merz juga sempat melakukan panggilan video dengan skuad Jerman yang berada di Amerika Serikat. Momen itu dinilai kaku dan menuai olok-olok di media sosial.
"Satu Jerman mendukung kalian! Semua orang di sini ikut tegang menanti pertandingan," kata Merz saat itu. Padahal, antusiasme masyarakat terhadap timnas saat itu tak sebesar penggambaran Merz.
Insiden unggahan di X pun semakin memperkuat anggapan bahwa sang kanselir bukan penggemar sepak bola yang memahami situasi tim secara dekat.
Di sisi lain, sejumlah pihak menilai, masih banyak hal yang jauh lebih penting untuk dipersoalkan dari seorang kanselir. Ketertarikannya terhadap sepak bola bukanlah isu paling krusial. (Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman/Diadaptasi oleh Felicia Salvina/Editor: Rizki Nugraha)/dw.com/id. [*]
*Jens Thurau Jens Thurau adalah koresponden politik senior yang meliput kebijakan lingkungan dan iklim Jerman.
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .