Pentingnya Teknik Berbicara Secara Digital di Era New Normal
Oleh : Radar Medan | 29 Jun 2020, 08:46:19 WIB | 👁 8231 Lihat Teknologi
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Menurut ahli public speaking Three Speakers, kemampuan komunikasi secara digital bisa menentukan kesuksesan karir seseorang di era normal baru (new normal).
Mewabahnya virus corona telah membatasi ruang gerak masyarakat. Penyelenggaraan webinar dan pertemuan virtual di platform digital seperti Zoom pun telah menjadi norma baru di tengah pandemi.
"Di era new normal, kita membahas bagaimana membuat dan mengartikulasikan vokal, verbal, dan visual ini agar berdampak efektif kepada audiens digital. Sebuah ide apabila disampaikan secara efektif dapat mendorong orang lain untuk mendukung gagasan kita," ungkap Bayu Oktara pada webinar Three Speakers, Sabtu (29/6/2020).
Bayu menuturkan, salah satu hal yang perlu diperhatikan pada komunikasi digital adalah teknik "Claps" atau Clear, Loud and Powerful Speaking. Beberapa aspek dalam Claps ini termasuk intonasi, aksentuasi atau penekanan, kecepatan (110-130 kata per menit), serta artikulasi.
"Apabila kita berbicara tidak jelas atau bergumam, maka pendengar akan dengan mudah kehilangan konsentrasi. Di era digital, penyampaian harus ekstra jelas. Karena audiens hanya melihat medium close up dan bahasa tubuh tidak dapat terlihat dengan jelas," kata Hilbram Dunar.
Seorang pembicara idealnya menggunakan diafragma atau nafas perut agar suara yang dihasilkan lebih bulat dan bertenaga. Hal ini juga harus disertai dengan powerful speaking atau berbicara tanpa filler words atau kata pengisi seperti "em", "ah" dan lainnya.
"Semakin banyak menggunakan filler words, lawan bicara akan menjadi tidak tertarik dengan apa yang kita sampaikan. Ini bisa diakali dengan melambatkan kecepatan berbicara atau mengganti filler words dengan jeda atau diam sejenak," jelas Uli Herdi.
Aspek visual, lanjut Uli, juga berperan penting dalam komunikasi digital. Salah satunya adalah dari cara berpakaian dan memainkan kontras dengan latar belakang yang ada. Sebagai contoh adalah dengan mengenakan pakaian berwarna terang ketika latar berwarna gelap dan sebaliknya.
"Selain itu, kita juga harus menganggap kamera sebagai mata orang yang diajak berbicara. Eye contact (kontak mata) ini penting agar kita terlihat semakin komunikatif dalam sebuah virtual meeting. Jadi, pastikan angle kamera berada di eye level atau sejajar dengan mata," pungkas Bayu.
Sebagai informasi, Three Speakers terdiri dari trio pembicara publik sekaligus presenter kondang Hilbram Dunar, Uli Herdi, dan Bayu Oktara. Ketiganya kerap menggelar berbagai kelas public speaking dengan tujuan mewujudkan "Indonesia Jago Bicara". (beritasatu.com)/PE
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .
RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .
RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .
RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025.
Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .
RADARMEDAN.COM, BINJAI – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menemui Sopian Daulai Nadeak, guru SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, yang dilaporkan orang tua siswa ke polisi. Pertemuan berlangsung di rumah Sopian, di Binjai, Jumat (31/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan harapannya agar . . .