Oleh : Radar Medan | 01 Apr 2025, 11:06:52 WIB | 👁 1883 Lihat Internasional
Keterangan Gambar : Junta Myanmar menyatakan bahwa gempa yang terjadi pada Jumat (28/3/2025) telah menyebabkan korban jiwa mencapai 2.056 orang.
RADARMEDAN.COM - Gempa dahsyat yang melanda Myanmar telah merenggut lebih dari 2.000 nyawa, dengan ribuan lainnya mengalami luka-luka atau masih dalam pencarian. Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa fasilitas kesehatan di negara tersebut mengalami kesulitan dalam menangani lonjakan pasien yang membutuhkan perawatan.
Menurut laporan Guardian, rumah sakit di wilayah yang terdampak menghadapi keterbatasan dalam persediaan medis, termasuk obat bius, darah, serta dukungan untuk kesehatan mental para korban. Junta Myanmar menyatakan bahwa gempa yang terjadi pada Jumat (28/3/2025) telah menyebabkan korban jiwa mencapai 2.056 orang.
Selain itu, tercatat sebanyak 270 orang masih belum ditemukan, sementara jumlah korban luka mencapai 3.900 orang. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan jumlah korban jiwa dapat meningkat lebih dari 10.000 orang.
Dampak gempa ini sangat luas, menyebabkan kehancuran pada tiga rumah sakit serta kerusakan di 22 fasilitas kesehatan lainnya. WHO telah meminta bantuan darurat sebesar USD8 juta (Rp132,4 miliar) guna menangani krisis kemanusiaan yang terjadi.
Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, Myanmar menetapkan masa berkabung nasional selama satu minggu dengan mengibarkan bendera setengah tiang. Gempa ini turut menghancurkan berbagai infrastruktur, termasuk pemukiman, sekolah, rumah ibadah, hotel, serta fasilitas medis.
Tim penyelamat terus berusaha mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan. Di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, banyak warga terpaksa menghabiskan malam di luar ruangan selama beberapa hari karena kondisi yang belum aman.
Rumah sakit terbesar di Mandalay telah mengevakuasi pasiennya, dan kini ratusan orang terpaksa dirawat di luar gedung. Salah seorang pejabat masjid setempat menyatakan bahwa situasi yang terjadi sangat sulit untuk digambarkan.
Di sebuah biara di Mandalay, ditemukan 50 biksu meninggal dunia, sementara 150 lainnya masih dalam pencarian. Perang sipil yang sedang berlangsung di Myanmar turut menghambat komunikasi dengan daerah-daerah terdampak.
Myanmar, yang selama ini dikenal sebagai negara tertutup, kini meminta bantuan dari komunitas internasional untuk menangani bencana ini. Bantuan mulai berdatangan dari berbagai negara, termasuk Tiongkok, Rusia, India, Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Namun, tim penyelamat dari Taiwan yang siap memberikan bantuan masih belum memperoleh izin masuk, diduga karena alasan diplomatik guna menghindari ketegangan dengan Tiongkok.(KBRN)/PE
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .