Pemerintah Kembangkan Fitur Aplikasi PeduliLindungi untuk Hadapi Kenormalan Baru

Oleh : Radar Medan | 15 Jun 2020, 07:50:18 WIB | 👁 6052 Lihat
Teknologi
Pemerintah Kembangkan Fitur Aplikasi PeduliLindungi untuk Hadapi Kenormalan Baru

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian BUMN dan Telkom Indonesia menambahkan beberapa fitur untuk memudahkan pengguna Aplikasi PeduliLindungi dalam menghadapi new normal atau kenormalan baru.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pengguna Aplikasi PeduliLindungi hingga saat ini sudah mencapai hampir 4 juta pengguna. "Hingga sore hari ini, masyarakat yang melakukan atau intalasi aplikasi ini Google Play Store dan App Store sebanyak 3.944.793 pengguna smartphone yag ada di Indonesia. Kami harapkan masyarakat lebih aktif untuk melakukan instalasi aplikasi karena sangat penting untuk mengetahui dan mencegah persebaran pandemi Covid-19," ungkapnya dalam Konferensi Pers Daring tentang QR Code e-Sertifikat Bebas Covid-19 pada Aplikasi PeduliLindungi dari Ruang Serbanguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (12/06/2020).

Menteri Kominfo menyatakan Pemerintah juga akan meningkatkan Aplikasi PeduliLindungi agar bisa digunakan oleh perangkat telepon non-smartphone. "Kami juga bersama-sama dengan Telkom yang akan meningkatkan agar aplikasi ini nanti bisa digunakan juga oleh pengguna perangkat telepon yang non-smartphone melalui teknologi SMS," jelasnya.

Menteri  Johnny merinci fitur yang sudah ada dalam Aplikasi PeduliLindungi antara lain:

  1. Contact Tracing hingga 14 hari ke belakang menggunakan teknologi bluetooth;
  2. Tracking closed-contact user menggunakan teknologi GPS atau global positioning system;
  3. Fencing untuk mendukung isolasi mandiri user menggunakan teknologi GPS;
  4. Untuk WNI dan WNA yang memasuki wilayah yuridiksi nasional kita di batas negara di 7 pintu imigrasi. dan dengan secara langsung ditetapkan sebagai ODP;
  5. Notifikasi Zona Terdampak dan informasi lokasi sekitar dalam hal ini kelurahan, rumah sakit maupun apotek terdekat;
  6. Histori perjalanan atau lokasi user menggunakan GPS;
  7. Teledokter, atau periksa kesehatan mandiri dengan Prixa dan BPPT, konsultasi dokter online dengan Halodoc dan Prosehat.

Menurut Menteri Kominfo pemerintah juga membuat dashboard monitoring yang digunakan untuk tracing, tracking, dan fencing. "Dalam hal ini Dashboard Tracing dan Tracking untuk melihat user yang pernah closed-contact dengan pasien positif. Dashboard Fencing untuk melihat pergerakan orang dalam karantina mandiri. Untuk memontoring tersedia di Kementerian Kesehatan yang dapat digunakan khususnya untuk memonitor pasien dan orang yang melakukan karantina mandiri," paparnya.

Menteri Johnny menjelaskan apabila melewati batas wilayah karantina sampai dengan 500 meter, user atau pengguna yang bersangkutan langsung terlhat dalam dashboard.

“Kemudian, para pejabat, dokter-dokter atau operator-operator yang ada di dasbord Kementerian Kesehatan bisa langsung mengingatkan kepada pasien untuk segera kembali ke wilayah karantina atau isolasi mandirinya, serta dapat melakukan juga melalui pendekatan-pendekatan offline setelahnya,” paparnya.

Digital Diary dan Kenormalan Baru

Menteri Kominfo menyatakan pengembangan aplikasi selanjutnya pertama diarahkan untuk menambah QR Code untuk digital diary perjalanan pengguna. “QR Code untuk WNI dan WNA yang memasuki wilayah yurisdiksi nasional kita, batas negara di tujuh pintu atau gate imigrasi, dan dengan secara langsung ditetapkan sebagai ODP,” jelasnya.

Menteri Jhonny berharap, pada minggu ketiga bulan Juni ini pengembangan QR Code untuk digital diary ini sudah bisa di-launching agar bisa digunakan oleh masyarakat.

Menurut Menteri Kominfo, fitur lain yang akan dikembangkan pertama adalah QR Code untuk diary perjalanan user yang dibuat sesuai dengan pemintaan Presiden dan ditargetkan bisa diguankan Minggu ketiga Juni 2020. Selain itu, kedua, fitur registrasi hasil rapid test dan swab test sebagai passport user pada masa relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Minggu pertama Juli 2020.

“Kemudian, teknologi Face Recognition untuk pengecekan suhu tubuh dan masker sebelum user masuk ke area public atua gedung pada Minggu kedua Juli,” jelas Menteri Johnny.

Selanjutnya keempat akan dikembangkan Aplikasi PeduliLindungi untuk pengguna non-smartphone Minggu ketiga Juli 2020.  “Karena saat ini pengguna smartphone itu cukup signifikan jumlahnya, namun yang nonsmartphone jauh lebih besar. Sehingga pengguna non-smartphone juga mendapatkan akses Aplikasi PeduliLindungi kita harapkan pengguna semakin banyak dan aplikasi ini makin bermanfaat dalam rangka membantu masyarakat mencegah tertular Covid-19,” jelasnya

Kelima, Menteri Kominfo menyebutkan akan membangun Software Development Kit  (SDK) agar Aplikasi PeduliLindungi dapat dimanfaatkan di apps lain pada Minggu keempat Juli 2020.

Menurut Menteri Kominfo, SDK dapat dimanfaatkan di berbagai aplikasi. Ia menyontohkan jika di aplikasi Go-Jek ada kerjasama dengan PeduliLindungi maka seluruh driver Go-Jek bisa menggunakan aplikasi tersebut.

 “Dengan menggunakan QR Code bisa mengetahui mereka (driver) dapat pergi ke mana, mengantar penumpang ke mana, di daerah yang mana misalnya mall atau gedung-gedung mana yang sudah memenuhi syarat-syarat protokol medis, dan tidak boleh ditambah jumlahnya bisa menghindari wilayah tersebut,” jelas Menteri Johnny.

Bahkan, Menteri Kominfo memberikan gambaran bagaimana pemanfaatan aplikasi itu dalam penerapan kenormalan baru ketika mengunjungi mall atau restoran. Dalam kenormalan baru, dimungkinkan untuk masuk ke salah satu mall atau restoran yang sesuai standar kesehatan 50% misalnya, dari situ belum sampai 50% boleh pergi ke wilayah tersebut.

“Akan tetapi apabila sudah 50% aplikasi ini akan mengingatkan untuk tidak perlu pergi ke sana dan dapat mencari tempat yang lain, sehingga masyarakat tidak perlu antri dan menyita waktunya, sekaligus akan membantu aparat-aparat baik aparat pemerintah daerah, kepolisian maupun TNI yang bertugas di lapangan,” jelasnya.

Dalam konferensi pers daring itu, Menteri Kominfo didampingi oleh Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli dan Chief Digital Innovation Officer Telkom Indonesia, Faizal Djoemadi.

Kolaborasi dan Jaminan Keamanan Data

Faizal Djoemadi menyatakan Aplikasi PeduliLindungi sudah mengguanakan seluruh teknologi telepon pintar mulai dari GPS, bluetooth dan QR Code.

“Aplikasi ini bisa dikembangkan untuk manfaat yang lebih besar. Dan kami sebagai developer membuka kesempatan kepada para start up atau pemilik aplikasi lain yang lain” jelasnya menegaskan kesediaan untuk kolaborasi dengan anak negeri.

Tak hanya pengembang aplikasi, Faizal juga membuka peluang bagi peneliti di Indonesia untuk  mengembangkan fitur lain.  “Sehingga dapat memperkaya Aplikasi PeduliLindungi sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen PPI Ahmad M. Ramli menyatakan saat ini Kementerian Kominfo telah memperbarui payung hukum untuk menjaga kepastian perlindungan terhadap data masyarakat.

“Aplikasi PeduliLindungi ini tidak hanya dimanfaatkan ketika kita pandemi tapi ketika kita memasuki normal kita juga memanfaatkan ini oleh karena itu diperlukan adanya perubahan Keputusan Menteri Nomor 171 Tahun 2020 itu telah diubah dan ditandatangani Pak Menteri Kominfo,” ungkap Dirjen PPI.

Perubahan yang terjadi pada versi ke lima Aplikasi PeduliLindungi itu, menurut Dirjen Ramli antara lain memasukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai institusi yang melakukan asesmen terhadap semua fitur.

“Setiap versi yang akan di-launching selalu dilakukan asesmen terlebih dulu oleh BSSN untuk menjamin keamanannya. Demikian juga dengan perlindungan data pribadi kami tegaskan lebih detail di keputusan menteri yang baru ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dirjen PPI mengharapkan masyarakat tidak perlu ragu untuk menggunakan Aplikasi PeduliLindungi. “Jadi masyarakat tidak perlu ragu untuk meng-install ini dan masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk kepentingan transportasi, pemesanan tiket pesawat udara dan lain-lain. Karena di sana juga akan ada fitur sertifikat terkait dengan swab test,” paparnya. (Kominfo)/PE


TAG : virus-corona,teknologi,nasional


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

hbb2.jpg

Dampingi Keluarga Korban Aipda GS, LBH HBB Pertanyakan Proses Penyelidikan

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔22:19:19, 26 Jan 2023

RADARMEDAN.COM - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Horas Bangso Batak (HBB) dampingi keluarga korban Aipda GS yang tewas beberapa waktu lalu mengunjungi Polsek Medan Helvetia, Kamis 26/01/2023. LBH HBB dipimpin Thomson M Parapat, SH bersama Donal Lubis, SH dan Hengki Silaen, SH mendampingi Gutben Silaen selaku abang kandung korban. Gutben Silaen . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20230126-WA0042_compress5.jpg

Presiden Jokowi Paparkan Sejumlah Langkah Sukses Pemerintah Tangani Pandemi

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔16:05:54, 26 Jan 2023

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah langkah yang diambil pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan negara-negara di dunia sejak tahun 2020. Menurut Presiden, langkah pertama yang diambil pemerintah adalah melakukan manajemen makro dan mikro secara efektif sehingga semua . . .

Berita Selengkapnya
kabid.jpg

Kabid Pembinaan SMA Angkat Bicara Terkait Delapan Guru Korban Dugaan Penipuan P3K di Labuhanbatu

🔖 PENDIDIKAN 👤Radar Medan 🕔22:35:39, 25 Jan 2023

RADARMEDAN.COM, LABUHANBATU - Terkait dugaan penipuan terhadap delapan guru honor di Labuhanbatu oleh Kepala Sekolah dengan modus guna mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Provsu) angkat bicara. BACA JUGA : Delapan Guru di . . .

Berita Selengkapnya
KEPRI.jpg

Kolaborasi Disdukcapil dan Kominfo Urus KTP di Batam Kini Bisa Online

🔖 KEPRI - BATAM 👤Radar Medan 🕔22:27:27, 25 Jan 2023

RADARMEDAN.COM, BATAM - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Batam menyiapkan Aplikasi Layanan Kependudukan Secara Elektronik (LAKSE). Aplikasi LAKSE ini merupakan aplikasi yang dikembangkan guna menampung permohonan masyarakat dalam hal kepengurusan berkas kependudukan sebelum . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20230121-WA0012_compress41.jpg

Korban Tenggelam di Panai Hulu Ditemukan Nelayan di Sei Rakyat

🔖 SEKITAR KITA 👤Radar Medan 🕔15:28:53, 21 Jan 2023

RADARMEDAN.COM, LABUHANBATU - Setelah melakukan pencarian selama dua hari, korban tenggelam di Pelabuhan Laut Tanjung Sarang Elang, Bambang Panca Darma akhirnya ditemukan di perairan Sei Rakyat, Desa Sei Rakyat, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, berjarak sekitar 12 Kilometer dari lokasi kejadian, Sabtu (21/1) pukul 07.45 WIB. BACA . . .

Berita Selengkapnya
tonny.jpg

PLN Siap Dukung F1H2O Pertama di Indonesia

🔖 OLAHRAGA 👤Radar Medan 🕔17:11:39, 20 Jan 2023

RADARMEDAN.COM -  Indonesia terpilih sebagai tuan rumah ajang kejuaraan dunia balap perahu super cepat F1 Powerboat (F1H2O) pada tahun 2023. Perhelatan internasional tersebut akan diselenggarakan di Danau Toba, Sumatera Utara pada 24 hingga 26 Februari 2023 mendatang. FIH2O merupakan Kejuaraan Dunia Powerboat yang . . .

Berita Selengkapnya
taput13.jpg

Pemkab Tapanuli Utara Terima Penghargaan dari Kementerian ATR/BPN

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔09:13:53, 20 Jan 2023

RADARMEDAN.COM, Medan - Kementerian BPN/ATR Republik Indonesia melalui Kakanwil ATR/BPN SUMUT mengadakan Rapat Kerja Daerah utk seluruh Kab/Kota di Sumatera Utara. Bertempat di Hotel Grand Mercure Medan, Kamis (19/1/2023). Topik utama dalam Rapat Kerja Daerah ini adalah terkait penguatan dukungan Pemerintah Daerah dalam hal implementasi . . .

Berita Selengkapnya
sikarta.jpg

Produksi Kopi SIKARTA Naik Berkat Bantuan PLN Peduli

🔖 KULINER 👤Radar Medan 🕔09:25:39, 19 Jan 2023

RADARMEDAN.COM - Kopi dari Pulau Sumatera sangat diminati oleh para penikmat kopi di Indonesia karena memiliki cita rasa yang khas.  Kali ini kopi dataran tinggi Gunung Meriah “Kopi Si Karta” mulai populer di kalangan penikmat kopi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.   Kopi Si Karta pertama kali . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20230118-WA0040.jpg

Delapan Guru di Labuhanbatu Diduga Jadi Korban Penipuan Kepala Sekolahnya Sendiri

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔18:08:43, 18 Jan 2023

RADARMEDAN.COM, LABUHANBATU - Penipuan dengan modus menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) masih saja terjadi. Kali ini, sebanyak delapan guru honorer di SMA Negeri 2 Bilah Hilir, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menjadi korban oleh kepala sekolahnya sendiri. Keterangan yang disampaikan oleh . . .

Berita Selengkapnya
honorer1.jpg

Guru Honorer SMK Negeri 1 Pangkatan Kecewa Jam Mengajar Dipangkas Kepala Sekolah

🔖 PENDIDIKAN 👤Radar Medan 🕔06:38:35, 17 Jan 2023

Guru Honorer SMK Negeri 1 Pangkatan Kecewa Jam Mengajar Dipangkas Kepala Sekolah RADARMEDAN.COM, LABUHANBATU - Sejumlah guru honorer SMK Negeri 1 Pangkatan di Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara kecewa, pasalnya, jam mengajar guru honorer dikurangi/dipangkas kepala sekolah. Hal itu dikatakan salah . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Anda Suka Smartphone Samsung atau OPPO?
  Samsung
  Oppo