Nyata Bekerja untuk Iklim, TK Siti Maryam Ajak Siswa Menanam Pohon hingga Mandikan Kambing
Oleh : Radar Medan | 06 Jun 2026, 12:23:32 WIB | 👁 26 Lihat Pendidikan
Keterangan Gambar : Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026 di TK Siti Maryam pada Jumat (5/6/2026)
RADARMEDAN.COM, DEPOK — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026 di TK Siti Maryam pada Jumat (5/6/2026) menjadi momen penting dalam mengenalkan cinta lingkungan sejak usia dini. Mengangkat esensi tema global “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” serta tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, sekolah di kelurahan Curug, Bojongsari, Kota Depok ini membuktikan bahwa pendidikan karakter berbasis lingkungan dapat diajarkan secara konkret.
Kegiatan ini dikemas interaktif melalui kolaborasi perayaan hari besar lingkungan sekaligus agenda Trial Class bagi calon siswa baru. Langkah ini diambil agar para calon siswa dapat langsung merasakan atmosfer pembelajaran berbasis alam yang menjadi ciri khas sekolah.
Sejak pagi hari, suasana halaman sekolah tampak asri dan dipenuhi gelak tawa ceria anak-anak. Lebih dari 30 anak yang terdiri dari siswa aktif TK Siti Maryam dan peserta Trial Class berkumpul dengan membawa berbagai jenis bibit tanaman pilihan sendiri dari rumah. Ragam bibit yang dibawa sangat bervariasi, mulai dari tanaman sayuran hijau dan tanaman obat keluarga (TOGA) siap ditanam di area hijau sekolah.
Kedekatan Emosional dengan Alam
Aktivitas hijau ini dimulai dengan sesi menanam bibit bersama di area kebun edukasi sekolah. Menariknya, kegiatan menanam ini bukan sekadar agenda seremonial belaka yang akan dilupakan begitu saja. Bibit-bibit yang ditanam nantinya akan menjadi "sahabat" baru para siswa, di mana mereka berkomitmen untuk menyiram, merawat, dan mengamati perkembangannya setiap hari hingga tumbuh besar.
Setelah bersentuhan langsung dengan tanah kebun, petualangan eksplorasi alam anak-anak berlanjut menuju area kolam dan peternakan terpadu sekolah. Dengan penuh antusiasme, para siswa bergantian memberi makan ikan lele dan ikan koi yang berenang lincah di kolam. Keceriaan semakin memuncak saat anak-anak memberi makan burung merpati yang beterbangan bebas, serta menyodorkan pakan ke kawanan kambing yang lahap menyantapnya langsung dari tangan mereka.
Sebagai puncak acara, seluruh siswa bergotong-royong memandikan kambing peliharaan sekolah. Aktivitas fisik dan sensorik ini dihadirkan untuk melatih aspek psikomotorik anak. Lebih dari itu, interaksi langsung ini dirancang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, empati, serta kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup agar anak belajar menghargai kehidupan di sekitar mereka.
Konsistensi Kurikulum Hijau
Peringatan HLHS 2026 ini merupakan cerminan nyata dari kurikulum harian di TK Siti Maryam yang selalu konsisten bersahabat dengan alam. Sejak sekolah di sini, para siswa sudah dibiasakan memilah sampah organik dan non-organik secara mandiri. Mereka bahkan mengolah limbah plastik kemasan menjadi ecobricks bernilai guna sebagai bagian dari kampanye penyelamatan bumi yang berkelanjutan.
Sistem pertanian terpadu (integrated farming) juga telah lama mengakar kuat dan menjadi program unggulan di sekolah ini. TK Siti Maryam mengelola budidaya maggot (Black Soldier Fly) yang berperan krusial dalam mengurai seluruh sampah organik sekolah. Residu dari proses tersebut kemudian menghasilkan pupuk kompos organik berkualitas sangat baik untuk menyuburkan seluruh kebun sayur sekolah.
Di sisi lain, maggot yang kaya protein dipanen secara berkala untuk dijadikan pakan alami bagi unggas dan ikan lele. Siklus rantai makanan dan pemanfaatan limbah yang sempurna ini dikelola secara mandiri oleh warga sekolah. Ikan lele hasil budidaya tersebut nantinya akan dipanen bersama-sama, lalu diolah melalui kegiatan cooking class interaktif yang sangat dinantikan oleh para siswa.
Filosofi Pembelajaran Mendalam
Kepala Sekolah TK Siti Maryam, H. Sigit Subiyanto, SE., menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang agar anak-anak dapat mengeksplorasi lingkungan melalui metode deep learning. Pendekatan ini mengarahkan anak menggunakan nalar logis serta kemampuan berpikir kritis dalam memahami ekosistem di sekeliling mereka secara menyeluruh.
"Tujuan utama kami memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 ini bukan sekadar untuk merayakan hari besar di kalender, melainkan untuk memberikan pengalaman langsung yang berkesan kepada anak-anak," ungkap H. Sigit Subiyanto dengan penuh semangat.
"Melalui penyelarasan tema global 'Saatnya Bekerja untuk Iklim', kami ingin anak-anak menyadari sejak dini bahwa tindakan kecil mereka memiliki dampak besar. Aktivitas sederhana seperti merawat tanaman dan menyayangi hewan merupakan bentuk kontribusi nyata dan investasi penting untuk masa depan bumi," lanjutnya.
"Siswa perlu sering diajak menyentuh tanah secara langsung, memberi makan hewan secara nyata, dan merasakan sendiri bagaimana jenis ekosistem ini bekerja saling mendukung," tegas pria yang sudah menjabat kepala sekolah selama setahun ini.
Sinergi Sekolah dan Keluarga
Dampak positif dari pendidikan berbasis alam dan pembentukan karakter lingkungan ini terbukti tidak hanya berhenti di sekolah, melainkan berlanjut hingga ke rumah. Ibu Luki Arifiani, ibunda dari Nurma yang saat ini duduk di bangku kelas TK B, menyampaikan rasa bangga terhadap perubahan perilaku positif yang ditunjukkan putrinya.
"Dampak dari pembiasaan di sekolah ini benar-benar langsung terlihat di rumah. Sejak bersekolah di TK Siti Maryam, Nurma menjadi suka memelihara dan menyiram tanaman di halaman rumah kami," cerita Ibu Luki dengan senyuman gembira.
"Bahkan saya dan suami paling kagum dengan kebiasaannya yang selalu mengingatkan kami dalam mengelola sampah di rumah. Dia sering menegur kami, 'Ma, Papa, ini masuk sampah organik, kalau yang plastik ini non-organik, jadi harus dipisah ya,' seperti itu," kenangnya.
"Anak seusia Nurma ternyata sudah memiliki kesadaran yang dalam untuk menjaga kelestarian alam. Program edukasi lingkungan hidup yang diterapkan di sekolah berhasil melekat kuat dan mewujud nyata dalam pembentukan karakter anak," pungkas Ibu Luki.
Melalui keselarasan antara pemahaman teori, praktik langsung, serta pembiasaan karakter luhur, TK Siti Maryam berusaha memberikan teladan yang baik. Sekolah ini berusaha membuktikan bahwa anak-anak usia dini serta para calon siswa baru bukanlah penonton pasif di tengah krisis iklim global. Mereka adalah agen perubahan masa depan yang siap menjaga kelestarian alam dengan aksi nyata.(RED)/HM
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .