Namboru Panjaitan ini Menangis Meraung Minta Perhatian Presiden Jokowi dan Menteri LBP
Oleh : Radar Medan | 18 Agu 2022, 07:33:49 WIB | 👁 4547 Lihat Sekitar Kita
RADARMEDAN.COM, KARO - Perayaan HUT RI biasanya dilaksanakan dengan kegembiraan diiringi berbagai pertandingan. Tapi kali ini aksi berbeda dilaksanakan 300an warga desa Partibi Lama, kecamatan Merek, kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Usai melaksanakan upacara kemerdekaan, 17 Agustus 2022 ratusan warga ini menangis menyampaikan permohonannya kepada Presiden Jokowi, Luhut Binsar Panjaitan, hingga Megawati Soekarno Putri hingga Puan Maharani.
Adalah Lesteria Boru Panjaitan, petani desa Partibi Lama, meraung-raung menyampaikan permohonannya kepada Presiden Joko Widodo dan Luhut Binsar Panjaitan.
“Pak Jokowi, inlah kami wargamu masyarakat Partibi Lama, tolong beri perhatian pak Jokowi, inilah hasil dari ladang kami,(sambil membawa tanaman kentang yang sudah dirusak) ininya uang untuk sekolah anak kami, dari tanah ininya semua kami peroleh pak Jokowi, Ibu Megawati, kasihanilah kami ibu.. tolong, juga ibu Puan Maharani, kami hanya memikirkan uang sekolah anak kami, darimanalah kami ambil uang kalau tidak dari tanah ini,” ujarnya.
Lesteria Panjaitan juga menyampaikan jeritan hatinya kepada Menteri Luhut Binsar Panjaitan.
“Begitu sama itoku, Luhut Panjaitan minta tolong ito, bereng jolo bere mon (lihatlah beremu ini - red), Ito, kasihanilah kami ito, boru Panjaitan nya aku ito, Bapak Luhut Panjaitan, dirusak tanaman kami, kasihanilah kami itoku, untuk membeli beras anak sekolah kami ini, lihatlah aku itomu ini, bapak Luhut Panjaitan,” urainya berair mata.
Ratusan warga terlihat menangis disamping Namboru Panjaitan saat menyampaikan permohonannya kepada pengurus Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Sumatera Utara.
Tokoh masyarakat, Kaberma Munthe mendampingi masyarakatnya berharap pemerintah pusat memberi perhatiak khusus.
“Yang perlu kami sampaikan agar kiranya pemerintah pusat agar memperhatikan kami, tanaman yang sudah mau panen pun dirusak oleh suruhan oknum tertentu. Kami tidak ingin anarkis, kami hanya bermohon kepada pemerintah pusat kiranya memperhatikan aspirasi masyarakat. Kami berharap pemerintah bisa memberikan hak masyarakat, ini adalah tanah leluhur kami, itulah harapan kami,” ujar Kaberma.
Dilokasi hadir sejumlah pengurus Bara JP, dipimpin Heryanson Munthe, Bara JP Sumatera Utara.
“Hari ini sesuai dengan undangan masyarakat Partibi Lama, kita telah mempelajari kasusnya, dimana sudah ada perjanjian sebelumnya yang sudah ditandatangani Pemerintah, melalui camat dan BPBD Karo, ini administrasi, kalaupun ini memang sudah terlanujur diberikan jadi lahan usaha tani pengungsi, harus ditinjau, apakah ini milik masyarakat atau bukan, kalau memang milik masyarakat jangan biarkan ada konflik, sebelah sana masih luas hutan,” papar Heryanson.
Ia berharap semua pihak bisa menahan diri, hingga pemerintah pusat bisa mencari solusi, dan akan mendampingi masyarakat menyampaikan aspirasinya kepada pimpinan pusat dan Presiden Joko Widodo.
Saat salah seorang wartawan bertanya, bagaimana tanggapan Bara JP atas tindakan Pemkab Karo ia memastikan pasti ada miskomunikasi.
“Kami mendapat informasi sudah ada proses hukum berjalan, seharusnya sebelum ada putusan pengadilan, sebaiknya tidak ada aktifitas di lokasi, kalau petani sudah terlanjur menanam, apa salahnya ditunggu sampai panen 2 atau 3 bulan, tunggu saja proses hukum,” pungkasnya. (SP/PE)
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .