Komnas Perlindungan Anak Apresiasi Polres Tebing Tinggi, Cepat Respon Kasus Anak

Oleh : Radar Medan | 27 Okt 2020, 12:48:44 WIB | 👁 602 Lihat
Hukum dan Kriminal
Komnas Perlindungan Anak Apresiasi Polres Tebing Tinggi, Cepat Respon Kasus Anak

RADARMEDAN.COM - Kasus penganiayaan terhadap anak DS (12) di Dusun Pekan Sei Birung, Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalipa, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara mendapat perhatian serius dari Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait.

Atas kerja cepat Satreskrimum Polres Tebing Tinggi menangkap Salmon Panjaitan (60) yang merupakan terduga pelaku kekerasan fisik diikuti dengan penganiayaan yang dilakukan terhadap DS, Komnas PA patut memberikan apresiasi yang setinggi-tinginya dan ucapan terima kasih kepada semua jajaran Satreskrimum Polres Tebing Tinggi.

Untuk kekerasan fisik diikuti dengan serangan penganiayaan yang menimpa seorang bocah DS hanya karena persoalan sepele yakni bola biliar mengenai di kepala pelaku adalah perbuatan yang melecehkan dan merendahkan martabat anak.

Karena itu, demi kepentingan terbaik anak dan keadilan hukum bagi korban, pelaku Salmon Panjaitan (60) warga Desa Bandar Khalipa di Kabupaten Serdang Bedagai patut dikenakan sanksi pidana penjara 15 tahun sebagainana diatur dalam Undang-undang Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Oleh karenanya, Komnas Perlindungan Anak sebagai institusi independen di bidang perlindungan anak dan diberi tugas untuk memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia, mendesak Polres Tebing Tinggi untuk tidak ragu menggunakan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak untuk menjerat pelaku karena unsur-unsur pidananya telah terpenuhi,” ujar Arist Merdeka Sirait,” Senin (26/10/2020) pagi.

Dalam perspektif perlindungan anak, perbuatan Salmon Panjaitan sudah dapat dikategorikan kejahatan terhadap anak karena pelaku dengan sengaja dan sadar melakukan serangan fisik terhadap korban.

Walaupun telah ditelerai dan diminta anggota masyarakat dan ibu korban yang menyaksikan kejadian itu untuk mengentikan tindakannya. Namun pelaku tetap melakukan penyerangan fisik meskipun korban sudah berteriak minta ampun kepada pelaku.

Sebelumnya sebuah video viral yang beredar di media sosial Facebook yang diunggah oleh Tina Siregar dalam video tersebut terlihat pelaku penganiayaan anak melakukan hal kurang baik.

Menurut penggugah Tina Siregar penyebab penganiayaan itu karena hal sepele saja. Sang anak DS usia 12 tahun tidak sengaja mengenai bola biliar kepada si bapak. Lalu tidak disangka, si pelaku bertubi-tubi menganiaya DS. Kejadian itu terjadi pada Kamis (22/10/2020) lalu.

Dalam video itu secara spontan banyak orang sekampung yang menyaksikan kejadian itu meminta tolong kepada si pelaku agar menghentikan penganiayaan terhadap DS.

“Namun, pelaku tidak memperdulikan, mungkin pelaku emosi berat. Bahkan ibu dari korban ditonjok oleh pelaku,” demikian ditulis si penggugah.

Tragisnya, dalam peristiwa itu, yang terekam dalam video itu DS dipukul ditendang, tangan dipelintir dan dada ditonjok.

Berdasarkan hasil Investihasi Tim Litigasi Komnas Anak di Sergei menyebutkan bahwa kepala korban diantukkan di pinggir meja billiar sehingga mengundang perhatian masyatakat untuk menyelamatkan anak tersebut. Nanun pelaku tetap melakukan penganiayaan sampai anak itu babak belur.

“Kejadian ini merupakan satu peristiwa yang sangat melecehkan korban dan tidak dapat ditolenrasi dan tidak ada kata damai, karena ancaman hukuman di atas 5 tahun. Kejadian ini tidak bisa dibiarkan, ” jelas Arist menambahkan.

Peristiwa tragis ini dapat digunakan masyarakat sebagai momentum membangun Gerakan Perlindungan Anak se-dusun, desa dan kampung. Dalam peristiwa ini pemerintah wajib hadir untuk memberikan pertolongan dan yang terbaik bagi anak.

“Menjaga dan melindingi anak harus dilakukan sekampung. Dengan demikian anak bisa dipadtikan terlindungi dari segala bentuk eksploitasi, penganiayaan dan segala bentuk kekerasan terhadap anak dilingkungannya,” papar Arist.

Atas peran masyarakat untuk terus mencoba tidak terjadinya kekerasan terhadap korban, Komnas PA memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menaruh perhatian dan pembelaan terhadap korban.

Tindakan- tindakan nyata seperti anggota masyarakat inilah yang dibutuhkan dalam rangka memutus mata rantai kekerasan terhadap anak sehingga kasus serupa tidak terjadi lagi karena anak-anak membutuhkan pertolongan dan pembelaan dari orang dewasa.

“Komnas PA pun mendesak, demi keadilan bagi korban dan demi kepentingan terhadap anak-anak serta dalam rangka memutus mata rantai kekerasan di lingkungan dusun, desa dan kampung serta di lingkungan sosial anak bahkan di rumah dan di sekolah didorong bahu-membahu untuk menggunakan momentum ini sebagai langka strategis untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak. Sehingga kasus kekejaman terhadap anak-anak tidak terulang,” tutur panjang lebar.

Komnas PA dalam waktu dekat bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Serdang Bedagai akan melakukan kampanye bersama-sama untuk mendorong pihak-pihak yang mempunyai kepentingan seperti pemerintah, pegiat perlindungan anak, penegak hukum, mahasiswa serta unsur-unsur alim ulama, tokoh agama, tokoh adat dan forum-forum anak untuk dilibatkan memberikan perhatian terhadap gerakan perlindungan anak. (humas /PR) 


TAG : kriminal,daerah


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

f1bfa41c-6b21-4f41-98d4-cfaaad340130.jpg

Pakar Ekonomi : Korupsi dan Lemahnya Perencanaan Bikin Anggaran Pusat Minim ke Medan

🔖 EKONOMI 👤Radar Medan 🕔11:42:11, 05 Des 2020

RADARMEDAN.COM, Medan - Pemerintah kabupaten/kota, tak terkecuali Medan, harus mampu menyelaraskan program dengan program pemerintah pusat. Ini menjadi jaminan agar penyerapan dana alokasi khusus (DAK) terbuka lebar. Sudah menjadi perbincangan publik, ketertinggalan Kota Medan di antaranya terjadi akibat kekurangan dana untuk membangun proyek . . .

Berita Selengkapnya
Screenshot_20201204_105117_compress61.jpg

Jalur Medan-Berastagi Terputus, Sekitar 20 Titik Longsor, Pengendara Diimbau Pakai Jalur Alternatif

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔11:16:07, 04 Des 2020

RADARMEDAN.COM, KARO - Beberapa titik jalan ruas jalan Medan-Berastagi longsor yang menyebabkan jalan terputus, bahkan disebutkan jika titik longsor sekitar 20 titik. Salahsatu petugas Lantas mengatakan, jumlah titik ruas yang longsor saat ini sedang didata namun kepada pengendara diminta untuk mencari jalur alternatif lain karena saat ini jalan . . .

Berita Selengkapnya
received_399952804536651_compress36.jpg

Hujan Lebat, Rumah Bantaran Jalan Palang Merah Meluap Hingga Atap Rumah

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔09:25:36, 04 Des 2020

RADARMEDAN.COM - Bantaran sungai di Jalan Palang Merah meluap hingga atap rumah, banjir tersebut karena terjadi curah hujan yang tinggi sehingga air tidak tertampung sungai lagi. Air sungai Deli tersebut diperkirakan meredam puluhan rumah tempat tinggal warga yang bermukim disekitar sungai itu.  Salahsatu warga, Supriadi mengatakan, air . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20201128-WA0017_compress45.jpg

Kopi LAPANG adalah Kopi Robusta Siap Seduh Olahan UMKM Pakpak Bharat yang Nikmat

🔖 KEDAI KOPI 👤Radar Medan 🕔22:56:22, 30 Nov 2020

RADARMEDAN.COM, PAKPAK BHARAT - Kopi Lapang asal Kecamatan STTU Julu Laembulan, Pakpak Bharat adalah salah satu produksi Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Kabupaten Pakpak Bharat yang mengolah biji kopi Robusta menjadi bubuk kopi yang siap seduh. Dahulu kota ini bagian dari Kota Sidikalang, Dairi sebelum dimekarkan menjadi Kabupaten . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20201130-WA0000.jpg

Persoalan Ladang, Jasa Sembiring Tewas Ditembak Senapan Angin

🔖 LANGKAT 👤Radar Medan 🕔10:03:53, 30 Nov 2020

RADARMEDAN.COM, LANGKAT - Salah seorang warga Dusun Pamah Pideren, Desa Kutambaru Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat Sumatera Utara, bernama Jasa Adilda Sembiring (39) telah tewas ditembak Rencana Surbakti (33) menggunakan senapan angin peluru kaliber 4,5 mm hingga tembus kedadanya, pada hari Minggu (29/11). Peristiwa tersebut bermula, saat . . .

Berita Selengkapnya
BlurImage_28-11-2020-6-41-51_compress69.jpg

Diduga Depresi, Seorang Wanita Akhiri Hidupnya Dipohon Jambu

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔06:47:48, 28 Nov 2020

RADARMEDAN.COM,KARO -Warga Desa Durin Gugun digegerkan atas penemuan seorang perempuan bernama Carles Beru Ginting (41) Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo. Korban ditemukan tewas dalam keadaan tergantung dipohon jambu diperladangan Paya Tuan miliknya Desa Durin Rugun, Jumat (27/11/2020) berkisar pukul 13:00 WIB. Penemuan wanita tergantung . . .

Berita Selengkapnya
20201125_170441_compress69.jpg

Ini Curhatan Guru Honor ke Bobby: dengan Gaji Rp 400 Ribu Tetap Bertahan Mengajar

🔖 PENDIDIKAN 👤Radar Medan 🕔09:56:39, 26 Nov 2020

RADARMEDAN.COM, Medan - Di momen hari guru Rabu 25 November 2020, calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution mendapati kisah pelik dari guru honorer di Kota Medan. Meski sudah 15 tahun mengabdi sebagai guru honor, dengan gaji Rp.400 ribu per bulan, namun dia tetap bertahan dengan harapan diangkat sebagai pegawai negeri. Juli Hica . . .

Berita Selengkapnya
IMG-20201124-WA0012_compress57.jpg

Warga Aornakan II Laporkan Salah Satu Cabup Pakpak Bharat ke Bawaslu, Ini Sebabnya

🔖 POLITIK 👤Radar Medan 🕔19:24:44, 24 Nov 2020

RADARMEDAN.COM, PAKPAK BHARAT-Sejumlah masyarakat Desa Aornakan II, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut melaporkan salah satu calon bupati Pakpak Bharat ke Bawaslu Pakpak Bharat, Senin (24/11/2020).  Dalam laporannya, masyarakat Desa Aornakan II yang didampingi kuasa hukumnya Aliando Boangmanalu, SH., MH soal beredarnya video di media . . .

Berita Selengkapnya
tabrakansiantar.jpg

Tragis, Kecelakaan Maut Renggut Tiga Nyawa Anak Kecil dan Dua Orangtua, Supir Truk Melarikan Diri

🔖 SEKITAR KITA 👤Radar Medan 🕔08:55:42, 20 Nov 2020

RADARMEDAN.COM, Simalungun - Bagaikan disambar petir disiang bolong, Ruliana br Gultom(30) penduduk Simpang Karang Anyer Kelurahan Dolok Marlawan Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun menjerit histeris saat mendengar ketiga anaknya yang disayanginya terkapar dijalanan akibat terlindas  Truk Fuso diduga bermuatan pulp kertas, Kamis . . .

Berita Selengkapnya
BlurImage_19-11-2020-11-15-1_compress32.jpg

Heboh, 3 Pria Ditemukan Tewas di Kawasan Wisata Penatapen Doulu Berastagi

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔11:19:58, 19 Nov 2020

RADARMEDAN.COM, KARO- Tiga (3) orang pria ditemukan tewas di kawasan wisata Penatapen Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Rabu (18/11/2020) sore. Ketiganya meninggal di dalam kamar warung pembakaran jagung Arsenal. Kapolres Tanah Karo, AKBP. Yustinus Setyo Indriono SIK melalui Kapolsekta Berastagi, Kompol L. Marpaung kepada . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Siapa Calon Wali Kota Medan Pilihan Anda?
  Akhyar Nasution
  Bobby Afif Nasution

Video Terbaru

Lihat Semua Video