Ketua Umum HBB Minta Polri Ungkap Penembakan Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat
Oleh : Radar Medan | 14 Jul 2022, 18:42:02 WIB | 👁 3004 Lihat Komunitas
RADARMEDAN.COM - Tewasnya Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat, anggota brimob dari Jambi dalam insiden penembakan di Jakarta pada Jumat (8/7/2022), menjadi perhatian publik. Berbagai dugaan muncul dari kejanggalan yang ditunjukkan pihak-pihak terkait dan Kepolisian dalam memberikan bukti. Dengan adanya pembiaran prosesi pemakaman tanpa upacara kenegaraan, juga menjadi pertanyaan publik.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul, SH,MH saat ditanyai tanggapannya mengenai peristiwa keji tersebut. Menurutnya, fakta-fakta yang terungkap sejak jenazah tiba di rumah duka, menjadi satu alasan untuk mempertanyakan peristiwa sebenarnya.
“Publik tentu tidak percaya dengan keterangan-keterangan yang dibuat pihak kepolisian. Kejanggalan demi kejanggalan terjadi, dimana peristiwa terjadi pada Jumat, kemudian dipublis pada hari Senin. Dari kondisi jenazah juga kita duga, korban ditembak setelah meninggal. Dengan banyaknya luka sayatan bahkan luka-luka yang diduga akibat penganiayaan. Kapolri harus bertanggungjawab atas peristiwa itu. Bagaimana seorang anggota kepolisian meninggal dengan keji, institusi itu seolah berupaya menyembunyikan fakta. Terkesan melindungi oknum tertentu, dan kita duga ini adalah pembunuhan berencana,” ujar Lamsiang di Medan, Kamis (11/7/2022).
Sejumlah data telah dipaparkan di media beberapa hari terakhir, dimana kejanggalan demi kejanggalan diungkap media.
Bagaimanapun, lanjut Lamsing, oknum-oknum yang terlibat berupaya melindungi data yang sebenarnya, sesungguhnya tidak sulit bagi Polri untuk mengungkapnya.
"Nah, sekarang kita hanya meminta keseriusan dan ketulusannya. Apakah masih ada kejujuran di sana atau tidak,” ujarnya.
Seperti diberitakan berbagai media, bahwa sejak peristiwa penembakan, tempat kejadian perkara hingga tiga hari tidak dipasang police line, bahkan kasus ini seoalh ditutup-tutupi. Padahal pemilik rumah adalah aparat yang paham akan hukum.
“Nah, kita harus mendorong keterbukaan disini. Bagaimana keluarga korban saat ini hanya bisa meratapi kesedihan di tengah kebrutalan oknum-oknum yang sesungguhnya harus menjadi panglima penegakan hukum di negara ini. Sangat sedih,” ketusnya.
Adanya tudingan-tudingan pelecehan seksual sebagaimana dituduhkan, tentunya juga sangat tidak berdasar. “Korbannya sudah sejauh mana dilakukan pemeriksaan? Banyak hal janggal disana,” katanya.
Lamsiang menegaskan, bahwa pasal pembunuhan berencana tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan dalam perkara ini.
“Ini dugaan kita, bagaimana peristiwa seolah terencana bahkan sejak dua minggu sebelum peristiwa, jika benar CCTV rusak. Atau jangan-jangan sengaja dihapus?” katanya.
Lamsiang mengatakan, Horas Bangso Batak juga merasa duka yang sangat dalam dengan perlakuan terhadap korban dan keluarga.
“Pertama, kenapa tidak diantarkan dengan ambulance, kenapa keluarga dilarang melihat jenazah, kenapa tidak dimakamkan dengan upacara kepolisian? Kita berduka atas ketidak adilan ini. Maka kita mengutuk cara-cara arogan di tubuh Polri,” ujarnya.
Lamsiang juga meminta agar autopsi ulang dilakukan serta memeriksa para saksi dengan menggunakan lie detektor.
"Kita juga meminta perlindungan agar keluarga tidak diintimidasi sebagaimana kemarin, rumah keluarga korban dikepung oleh sekelompok orang. Ini cara-cara yang sangat kita sayangkan, kita minta itu dihentikan," katanya sembari meminta agar Ferdy Sambo dinonaktifkan.
Dalam proses penyidikan, lanjut Lamsiang, agar pihak keluarga atau kuasa hukumnya diberi akses untuk melihat proses penyidikan itu.
"Kita ingin agar hak korban dilindungi. Dan jangan keluarga korban diintimidasi. Hentikanlah intimidasi terhadap keluarga korban, kasihan mereka. Kemarin rumahnya dikepung, dilarang ambil video dan tekanan-tekanan lainnya, tidak boleh begitu," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat, sejak dua tahun terakhir bertugas sebagai ajudan Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Ferdy Sambo. (LS)/RED/PE
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .