Idham Aziz Hadiahkan Sekolah Pada 11 Polisi Difabel Korban Operasi Teroris dan Tugas
Oleh : Radar Medan | 11 Feb 2020, 08:14:42 WIB | 👁 1458 Lihat Tokoh
RADARMEDAN.COM - Kapolri Jenderal Idham Aziz memberikan kesempatan sekolah bagi 11 orang polisi difabel. Mereka bukan difabel biasa. Akibat dari menjalankan tugas pekerjaan di lapangan, Jakarta, Rabu (5/2/2020)
Sebelas personel polisi tersebut berjuang sesuai dengan tugas mereka masing-masing. Dari operasi melawan teroris di Poso, Papua, Aceh, sampai operasi lalu lintas dan lainnya. Termasuk operasi Cinta Damai (Aceh), Satgas Amole di Papua, Satgas Tanah Rencong, Satgas Aman Nusa, Kontak senjata di Aceh, kecelakaan dalam rangka pengamanan kunjungan Presiden RI, Satgas Unras di Papua, dan cidera saat peragaan HUT Brimob.
Banyak anggota Brimob dan juga anggota TNI pada saat memburu dan bertempur melawan teroris yang tewas. Mereka menjadi pahlawan dan diberikan pangkat anumerta. Bagi yang terluka, seperti diamputasi, dan cacat permanen, kenaikan jabatan tentu diberikan. Keberhasilan operasi tentu membuahkan rewards bagi mereka.
Idham Aziz yang terlahir disiplin tentara, tetap sederhana, ada yang lebih baik bisa dilakukan. Salah satunya, peningkatan profesionalisme. Para difabel ini diberi kesempatan belajar. Sekolah Inspektur Polisi. Suatu penghargaan yang baru pertama kali dilakukan.
“Ini wujud penghargaan Kapolri Jenderal Idham Aziz selaku pimpinan Polri dalam memberikan reward (penghargaan) kepada anggota yang telah berjasa melaksanakan tugas kepolisian dengan mengorbankan jiwa dan raga,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (5/2/2020).
Keputusan ini makin menarik dilihat dari sisi pola pikir Idham Aziz. Tentang landasan pengambilan keputusan. Dia mempraktikkan teori psikologis pengambilan keputusan ala Amos Tversky yang sangat terstruktur. Teori psikologi pengambilan keputusan itu, ternyata terkait dengan sisi rekam jejak pribadi Jenderal Polisi yang laghir di Kendari 30 Januari 1963 ini.
Catatan tentang Idham Aziz adalah catatan tentang komitmen dan perjuangan. Secara pribadi Idham Aziz adalah sosok yang sangat sederhana. Maka, keputusan untuk memberikan hadiah penghargaan kepada para difabel menggambarkan empatinya pada sesama anggota kepolisian.
Di berbagai kesempatan dia bahkan tak segan hanya mengenakan sandal jepit, meskipun dia seorang Kapolri. Kisah tentang Idham Aziz sebagai siswa SD yang rajin belajar dan memiliki kemampuan mengingat yang sangat baik – yang kelak dibutuhkan di bidang reserse dan intelijen.
Idham Aziz adalah merupakan rekan seperjuangan operasi bersama Tito Karnavian, satu kolega tegak lurus. Keduanya adalah para pemburu teroris. Lulusan Akademi Kepolisian 1988 ini spesialis di bidang reserse dan anti-teror.
Idham Aziz terlibat dalam dua operasi gabungan TNI/Polri Camar Maleo (2014-2016) dan Tinombala (2016) ketika dia menjadi Kapolda Sulawesi Tengah. Dia mengungkap juga Bom Bali II. Pada 2005 bersama Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, Rycko, dan M. Sayfei meringkus teroris nomor satu Dr. Azhari dan teroris kelompok Batu. Mereka mendapatkan hadiah penghargaan dari Kapolri Jenderal Sutanto.
Komitmen tinggi di bidang reserse dan anti-teror membawa Tito dan Idham terus berkiprah di Mabes Polri. Tito menjadi Kepala BNPT dan Idham mengepalai Bareskrim Polri. Kisah pergantian dua kolega pun membawa Tito menjadi Kapolri menggantikan Badrodin Haiti. Giliran berikutnya, Idham menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian, yang keduanya pernah menjadi Kapolda Metro Jaya.
Dalam Sagi, & Friedland, 2007, Juliusson, Karlsson, dan Garling (2005) menyebutkan tentang faktor pengalaman masa lalu yang memengaruhi pengambilan keputusan. Maka, itulah sebabnya ketika mengambil keputusan, Idham Aziz menghasilkan keputusan berdasarkan pengalaman batin empiris yang dia lalui. Keputusan yang diambil menggambarkan sisi kesamaan pikiran dan pengalaman. Temasuk kesempatan bagi 11 difabel untuk melanjutkan pendidikan bagi 11 difabel di Sekolah Inspektur Polisi (SIK).
Idham memiliki visi ke depan untuk mereka. Sekaligus dia juga melihat sisi rekam jejak diri para difabel yang telah berjuang maksimal. Hingga mereka tertembak dan terluka – bahkan banyak yang tewas. Maka memberi kasempatan jalan bagi difabel adalah kesempatan luar biasa. Hingga kita bisa suatu saat melihat para perwira, yang telah berjuang, tertembak seperti Bripka Andrew dan Bripda Baso, dan yang lainnya. (RIO-RM)/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .