Heboh, Kembali Terjadi Polemik Walikota Sibolga dengan Unsur Pimpinan DPRD Sibolga

Oleh : Radar Medan | 22 Apr 2020, 09:07:00 WIB | 👁 1688 Lihat
Politik
Heboh, Kembali Terjadi Polemik Walikota Sibolga dengan Unsur Pimpinan DPRD Sibolga

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori saat menanggapi pernyataan Walikota Sibolga


RADARMEDAN.COM, SIBOLGA - Polemik antara DPRD Kota Sibolga dengan Pemko Sibolga kembali terjadi, hal itu terlihat pada saat Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga Jamil Zeb Tumori menanggapi pernyataan Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk yang mengatakan tidak diundang rapat pada, Senin (20/04/2020). 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga Jamil Zeb Tumori mengungkapkan pernyataan dari Wali Kota Sibolga menjadi tanda tanya besar. 

"Menanggapi statemen saudara yang dirilis di beberapa media online, dimana saudara mengatakan tidak diundang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kota Sibolga pada Senin tanggal 20 April 2020 yang lalu, tentu saja statmen tersebut menimbulkan tanda tanya besar ditengah - tengah masyarakat, apalagi saudara menantang DPRD Sibolga membuktikan bahwa saudara telah diundang, " ungkap Jamil Zeb Tumori. 

Jamil Zeb Tumori menanyakan kapasitas Wali Kota Sibolga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (COVID-19). 

"Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri nomor.440/2622/SJ per tanggal 29 Maret 2020. Menteri Dalam Negeri telah menugaskan Kepala Daerah seperti Gubernur, Bupati ataupun Wali Kota menjadi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di daerah masing - masing?, " tanya Politisi Golkar tersebut. 

Yang bertugas menjamin sumber penghasilan masyarakat golongan bawah dengan memberikan subsidi. Dalam hal Pembatasan Sosial yang menyebabkan dampak ekonomi bagi masyarakat dengan penghasilan rendah, maka wajib menerima Bantuan Sosial (BanSos). 

Jamil Zeb Tumori menambahkan, betapa besar perannya Pemerintah Daerah dalam Penanganan Pandemi COVID-19 tersebut. 

"Apakah karena ketidakmampuan saudara melakukan tugas - tugas tersebut, saudara mencari alasan?" tanya Jamil kembali. 

Jamil Zeb Tumori menjelaskan DPRD dan masyarakat hanya ingin mengetahui sejauh mana program Gugus Tugas yang sudah terlaksana dalam menangani Pandemi COVID-19, namun Pemko telah mengecewakan masyarakat Kota Sibolga. 

"Jika Saudara tidak mampu berdiskusi, lalu menugaskan staf - staf saudara untuk menghadiri RDP, janganlah saudara jadikan DPRD jadi kambing hitam. Akui saja kepada masyarakat bahwa saudara telah jenuh dan tidak semangat lagi bekerja di akhir masa jabatan, " tutup Jamil Zeb Tumori. (Hery Manalu /PR). 


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas