Daniel IP Silitonga Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Meninggal Dunia
Oleh : Radar Medan | 16 Okt 2021, 20:16:59 WIB | 👁 4395 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM, Tapanuli Utara - Salahsatu warga Sipahutar yang merupakan tersangka dan tahanan Narkoba di Polres Tapanuli Utara dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Tarutung, Jumat (15710/2021). Dimana tersangka Daniel ditangkap dari kediaman nya pada hari Rabu 13 Oktober 2021, namun pada hari Jumat 15 Oktober 2021 Daniel dinyatakan meninggal dunia usai dibawa ke RSU Tarutung.
Menurut keterangan abang korban, Berghen sewaktu adiknya digelandang ke Mapolres Taput dalam keadaan sehat tidak ada gejala mencurigakan.
Saat adiknya berada di Mapolres Taput, pihak keluarga langsung menjenguk Daniel sehari setelah pengakapan, Kamis 14 Oktober 2021, namun pihak penyidik tidak memberikan waktu berkunjung berhubung masih dalam penyelidikan.
"Saat kami menjenguk Daniel pihak penyidik tidak memberikan bertemu dengan alasan masih dalam penyelidikan," terang Berghen Silitonga kepada RADARMEDAN.COM, Sabtu(16/10 /2021).
Dia juga menyampaikan, saat penangkapan pihak kepolisian belum memberikan surat penangkapan. Dia juga menceritakan ketika pihak keluarga tidak ada melakukan pembelaan saat Daniel ditangkap oleh polisi.
"Adik saya ditangkap hari Rabu namun surat penangkapan tidak ada diberikan dan kamipun koperatif tidak membela adik saya. Surat penangkapan baru diserahkan hari Jumat sekitar jam setengah tujuh malam setelah adik saya meninggal Dunia. Kami mengetahui Daniel meninggal dari pihak rumah sakit kebetulan ada saudara bertugas di rumah sakit, padahal saat itu kami di Polres mau menjumpai penyidik untuk menanyakan proses penyidikan adik kami, namun pihak penyidik menyuruh kami ke unit Narkoba, namun disana kami hanya menjumpai seorang wanita petugas administrasi dan menyarankan kami menunggu hingga jam 12 siang, ketika kami menunggu jam tengah dua belas siang datang telepon dari rumah sakit IGD untuk menyuruh kami kesana, setelah kami ke rumah sakit, kami menjumpai adik kami Daniel sudah meninggal dunia, "katanya.
Dia sangat curiga karena terdapat lebam di tubuh Daniel, maka dari itu keluarga meminta untuk dilakukan Autopsi. Menurut pihak keluarga Daniel meninggal tidak wajar sehingga selain melakukan otopsi pihaknya juga akan menempuh jalur hukum.
" Atas meninggalnya adik kami dengan tidak wajar maka kami perlu menempuh jalur hukum, karena Republik ini adalah Negara hukum. Pertama kami sudah melapor Ke Propam Polres,sudah diterima laporan kami atas kamatian adik kami Daniel. Kami juga meragukan tanda tangan adik kami dipalsukan, kenapa kami ragukan? Karena adik kami sudah meninggal yang hari Jumat, semetara surat penangkapan kami terima Jumat malam setengah tujuh,waktu saya melapor ke Propam saya ditanya apa ada diberikan surat seperti ini?( sambil menunjuk kan surat penangkapan, Red) saya jawab tidak ada, makanya ini kami pertanyakan kok bisa surat ini muncul sekarang setelah Daniel meninggal?.
Dia juga menambahkan, secara rekam medis adiknya belum pernah masuk rumah sakit.
"Jadi kalo ada asumsi ada penyakit Daniel sesak nafas itu tidak benar, sekalipun adik kami sesak mungkin itu gara-gara penganiayaan yang dialami adik kami selama proses penyelidikan di Polres, itulah Dugaan kecurigaan kami. Dan kami berharap Keadilan akan ditegakkan seadil- adilnya,"katanya.
Menanggapi atas meninggalnya teraangka kasus Narkoba Daniel IP Silitonga, Ketua DPC GAMKI Kabupaten Tapanuli Utara Rijon Manalu S.Pd.k, kepada RADARMEDAN.COM meminta kepada Kepala Kepolisan Sumatera Utara, Irjen Panca Putra Simajuntak agar bertindak tegas mengusut dugaan penganiayaan tersangka Daniel Silitonga yang meninggal dunia saat menjalani penyidikan ditahan Mapolres Taput.
"Kita berharap bahwa tersangka narkoba ini menjadi pintu masuk untuk membuka dan mengendus segala penyebaran dan penyalahgunaan Narkoba di Tapanuli Utara. Tetapi dengan mininggalnya almarhum ini menjadi menimbulkan pertanyaan bagi kita, oleh karena itu seluruh yang terlibat harus diusut tuntas,agar publik kembali bisa percaya kepada institusi kepolisian,itu harapan kita, "terang Rijon Manalu.
Sementara dikonfirmasi Kasubbag Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu W Baringbing mengatakan, satu orang tersangka yang ditahan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Tapanuli Utara, dalam perkara Narkotika An. Daniel Silitonga, ( 33 ) warga kecamatan Sipahutar, Taput ( merupakan bagian dr jaringan) sekitar pukul 11.30 WIB, meninggal dunia di RSUD Tarutung.
Informasi dari penjagaan pada saat serah terima piket jaga pukul 08.00 WIB dan pengecekan tahanan, tersangka An. Daniel Silitonga dalam keadaan sehat.
Pada saat dilakukan penahanan, tersangka An. Daniel Silitonga dalam keadaan sehat dan tidak ada mengeluh sakit . Jumat pagi pukul 08.00 WIB, tersangka masih sehat dan bahkan ikut berjemur sinar matahari di lapangan Polres Taput.
Namun pada hari Jumat tanggal 15 Oktober pukul 11.00 WIB,Tersangka mengeluh sakit lalu memanggil polisi yang jaga tahanan.
"Lalu petugas kita membawa tersangka ke RSU Tarutung dan setelah tiba di rumah sakit tersangka meninggal dunia," katanya.
"Dari hasil pemeriksaan kesehatan klinik polres dan juga identifikasi kita, tidak ada tanda-tanda luka dan memar di tubuh tersangka," ujar dia.
Untuk memastikan penyebab meninggal nya tersangka Daniel, saat ini jenazahnya masih di autopsi di rumah sakit Bhayangkara Polda Sumut.
"Saat ini keluarga sudah diberitahu atas meninggalnya tersangka," katanya. (Dahlia Simorangkir/PR)
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .