Geruduk DPRD Sumut, Mahasiswa Desak Usut Pungli Berkedok Uang Komite hingga Audit Anggaran BGN
Oleh : Radar Medan | 07 Mei 2026, 21:50:57 WIB | 👁 659 Lihat Komunitas
Keterangan Gambar : Sejumlah massa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumatera Utara dan SEMA PTKIN Wilayah Sumatra menyambangi Gedung DPRD Sumut pada Kamis (7/5/2026) untuk menyuarakan evaluasi kritis terhadap sistem pendidikan dan pengelolaan anggaran negara.
RADARMEDAN.COM — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 diwarnai dengan aksi turun ke jalan oleh kelompok mahasiswa. Sejumlah massa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumatera Utara dan SEMA PTKIN Wilayah Sumatra menyambangi Gedung DPRD Sumut pada Kamis (7/5/2026) untuk menyuarakan evaluasi kritis terhadap sistem pendidikan dan pengelolaan anggaran negara.
Salah satu isu utama yang disoroti pengunjuk rasa adalah praktik komersialisasi pendidikan. Mereka memprotes keras dugaan pungutan liar (pungli) di berbagai sekolah yang kerap berlindung di balik narasi "sumbangan komite".
Koordinator Wilayah SEMA PTKIN Sumatra, Darwis, menyatakan bahwa praktik tersebut sangat membebani wali murid dan mencederai asas keadilan pendidikan. Oleh karena itu, ia mendesak Pemerintah Provinsi dan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut untuk turun langsung menginvestigasi keluhan masyarakat tersebut.
Di sisi lain, Ketua LMND Sumut, Risky Fauzi, menyoroti kinerja pejabat di tingkat pusat. Dalam orasinya, Risky menilai Kepala BGN gagal mengeksekusi program strategis Presiden dan menuntut agar yang bersangkutan segera dicopot dari jabatannya.
“Ruang pendidikan tidak pantas dijadikan celah untuk pungutan liar. Selain itu, demi menjaga transparansi uang rakyat, kami mendesak KPK dan Kejaksaan Agung untuk segera mengaudit aliran dana dan anggaran di tubuh BGN,” tegas Risky.
Tak hanya isu sistemik, massa juga membawa aspirasi terkait sengketa internal di Yayasan Prayatna. Mahasiswa menyayangkan adanya pihak yang tidak patuh pada putusan hukum yang sudah berkekuatan tetap (inkrah), di mana sarana dan prasarana pendidikan belum diserahkan kepada pihak pemenang sengketa. Disdik Sumut pun diminta tidak tutup mata atas polemik yang berisiko mengorbankan stabilitas belajar mengajar ini.
Aksi yang berlangsung damai tersebut akhirnya mendapat respons dari perwakilan DPRD Sumut, Fajri Akbar, yang keluar menemui massa. Dalam mediasi tersebut, Fajri menyarankan agar aliansi mahasiswa segera menyusun laporan tertulis.
Ia mengarahkan LMND Sumut dan SEMA PTKIN untuk melayangkan surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada Komisi E DPRD Sumut. Langkah administratif yang sama juga disarankan bagi pihak pemenang sengketa Yayasan Prayatna, sehingga legislatif dapat segera memfasilitasi dan menindaklanjuti seluruh tuntutan tersebut secara kelembagaan.(HM)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .