Bupati Tapteng akan Bagikan Sembako kepada 40 Ribu Warga Terdampak Covid-19
Oleh : Radar Medan | 18 Apr 2020, 13:33:13 WIB | 👁 1557 Lihat Ekonomi
RADARMEDAN.COM, TAPTENG - Dalam rangka menangani dampak ekonomi yang disebabkan oleh Pandemi CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah akan memberikan bantuan sembako kepada 40.000 Kepala Keluarga (KK) masyarakat Tapanuli Tengah.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani di halaman kantor Bupati Tapanuli Tengah pada, Jumat (17/04/2020).
"Pertama, perlu kami sampaikan tadi malam telah selesai dikebumikan salah satu warga kita dengan cara Protokol Penanganan COVID-19. Kedua, Kami sampaikan kami minta masyarakat tetap tenang, dan tidak jualan karena mulai besok kami minta Polres, dan Kodim, serta sat Pol PP mulai dari Kabupaten sampai Kecamatan untuk meminta masyarakat jangan berkumpul diluar rumah," ucap Bakhtiar Ahmad Sibarani.
Selanjutnya Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani menyampaikan bantuan untuk 40.000 KK diperkirakan akan disalurkan pada tanggal 25 April 2020.
"Karena untuk mendatangkan paket sembako itu yang berisikan beras, gula, minyak goreng, mie instan sudah kita tau membutuhkan proses karena jumlahnya cukup banyak, " ungkap Bupati Tapanuli Tengah.
Selanjutnya Bupati Tapanuli Tengah menjelaskan, telah mengumpulkan Camat, Lurah dan Kepala Desa se - Kabupaten Tapanuli Tengah bahwa pada saat pembagian bantuan sembako tidak ada pengumpulan massa.
"Maka mekanismenya masyarakat akan dipanggil kerumah aparat desa, kelurahan, atau ke kantor dengan memanggil lima orang saja sekali datang ke kantor, sehingga tidak ada pengumpulan massa, harus dihindarkan," jelas Bupati Tapanuli Tengah.
Bupati Tapanuli Tengah mengingatkan kepada jajaran Pemerintahan agar tidak mengutip 1 rupiah pun kepada masyarakat dengan alasan apapun itu, apabila ada yang melakukannya akan dicopot dari jabatannya.
Bupati Tapanuli Tengah juga mengatakan telah telah mengumpulkan 17.000 sak beras yang berasal dari uang pribadi para ASN.
"Kami Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten, dan PNS Eselon II, III, IV serta seluruh Kepala Desa se - Kabupaten Tapanuli Tengah telah mengumpulkan 17.000 karung beras yang berasal dari uang pribadi kami masing - masing dan sedang disalurkan. Itu menunjukkan bahwa Pemerintah turut peduli terhadap masyarakat dalam meringankan beban mereka di masa COVID-19,"katanya.
Bupati Tapanuli Tengah menghimbau masyarakat supaya jangan keluar rumah, dan jangan melakukan aktifitas berkerumun atau keramaian.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul, Sekretaris Daerah Tapanuli Tengah Hendri Susanto Lumbantobing, Ketua DPRD Tapanuli Tengah Khairul Kiyedi Pasaribu, Anggota DPRD Tapanuli Tengah Imam Safi'i, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Administrasi dan Umum Setda Tapanuli Tengah.(Hery Manalu /PR).
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .