Brigjen Pol. (Purn) Bontor Hutapea : Danau Toba Jadi Kawasan Wisata Narkoba ?
Oleh : Radar Medan | 22 Feb 2020, 22:32:52 WIB | 👁 7299 Lihat Opini
RADARMEDAN.COM - Mentor Nasional Batak Muda Dunia Brigjen Pol. (Purn) Bontor Hutapea, yang pernah menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan menilai sikap tiga kepala desa di Negeri Tambunan, Kabupaten Tobasa, Sumut yang berjanji mendukung pemberantasan Narkoba, hanyalah omong kosong.
"Faktanya, selama ini tidak ada upaya tindakan serius yang berkelanjutan dalam pemberantasan Narkoba di Kabupaten Tobasa dan seluruh Sumut," ujar pensiunan Brigjen polisi yang berpengalaman 15 tahun menangani pemberantasan narkoba, kepada media, Sabtu (22/2/2020) di Jakarta.
Selanjutnya Bontor Hutapea mengatakan bahwa faktanya kini hampir semua komponen tokoh masyarakat, tokoh agama/gereja & aparat keamanan telah apatis, alias kurang peduli. Bahkan aparat keamananpun cenderung melakukan pembiaran. Sebagian dari mereka ini bahkan disinyalir keras malah melakukan ataupun mendukung bisnis haram narkoba ini untuk menjadi penghasilan tambahan yang besar bagi oknum-oknum aparat tertentu. Kondisi ini terjadi hampir merata di seluruh Sumatera Utara, di 33 Kabupaten dan kota serta 6.000-an desa.
Senada dengan Bontor Hutapea, Mentor Nasional dari Gerakan Daulat Desa (GDD) Buntulan Tambunan juga pesimis dengan pernyataan tiga kepala desa Negeri Tambunan di atas.
"Biasanya ini kan seperti yang sudah-sudah, hanyalah omong doang alias omdo. Sengaja hanya untuk bikin berisik dan bising telinga dan mata masyarakat sebentar saja. Memperlakukan masyarakat seperti memberi permen bonbon kepada anak kecil yang sedang cengeng agar cepat tenang. Padahal sesungguhnya hanyalah memberi harapan palsu kepada masyarakat. Karena itu saya dan banyak pihak yakin, bahwa tak akan lama lagi peredaran narkoba ini akan marak merajalela kembali kok.. business as usual again," papar Buntulan Tambunan putra Batak alumni Universitas Keio, Jepang ini.
Selanjutnya Buntulan Tambunan mengatakan kecuali ada atau terjadi upaya ekstra, misalnya dukungan bukan hanya dari 3 kepala desa saja. Tapi dukungan konkrit dari seluruh kepala desa di Kabupaten Tobasa yang berjumlah 231 Desa dan 13 Kelurahan. Juga harus ditambah lagi dengan dukungan sebanyak- banyaknya dan sebesar-besarnya dari berbagai komponen masyarakat yang ada. Terutama dari para pensiunan Polisi dan TNI. Baik mereka yang tinggal di kampung halaman maupun para perantaunya.
*Negeri Tambunan Kampung Narkoba*
Sebelumnya, kerap Negeri Tambunan disebut oleh banyak orang dan pihak sebagai kampung narkoba. Tiga Kepala Desa di Negeri Tambunan, Kecamatan Balige, Kab. Tobasa, Sumut merasa gerah dan sepakat untuk memberikan dukungan penuh kepada Polres Tobasa dalam memberantas peredaran narkoba, baik pengedar apalagi bandarnya.
Kesepakatan itu disampaikan langsung oleh tiga Kepala Desa; yakni Kepala Desa Lumban Pea, Torang Tambunan, Kepala Desa Lumban Pea Timur, Faber Tambunan dan Kepala Desa Lumban Gaol Edward Tambunan langsung kepada Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo di ruang kerjanya, Kamis (20/2/2020), pertemuan tersebut digelar secara tertutup.
Tak hanya itu, tiga kepala desa tersebut bersepakat untuk memasang 1.000 spanduk berisi himbauan dan informasi serta edukasi ke masyarakat Tobasa, sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap bandar narkoba dan para pengedarnya di Kabupaten Tobasa.
*DANAU TOBA KAWASAN WISATA NARKOBA?!*
Baik Bontor Hutapea dan Buntulan Tambunan sepakat untuk tidak mempercayai dulu sikap dukungan tiga kepala desa maupun Kapolres Tobasa untuk mau dan mampu, serta sungguh-sungguh berantas bandar dan pengedar Narkoba. Karena itu keduanya akan menunggu dan mencermati serta mengkritisi, apakah peredaran narkoba akan berkurang di Kabupaten Tobasa dalam kurun tiga bulan kedepan?
Bontor Hutapea dan Buntulan Tambunan juga meminta secara khusus agar para Kepala Daerah Gubernur Sumut, para Bupati dan Walikota di Sumut, Kapolda Sumut dan Kapolri serta Presiden Jokowi untuk sungguh-sungguh memberantas narkoba di kabupaten Tobasa dan 6 kabupaten lainnya di Kawasan Wisata Danau Toba.
"Saat ini Kawasan Wisata Danau Toba telah termasuk salah satu dari 5 program super-prioritas dari Presiden Jokowi di periode kedua ini. Jangan sampai nanti para turis baik lokal maupun asing malah menganggap bahwa Kawasan Wisata Danau Toba, sebagai Wisata Narkoba!," tandas Bontor Hutapea.(Rio-RM)/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .