Adanya Paslon Pilkada Medan Mencitrakan Utusan Kaum Tertentu, Pengamat: Ini Timbulkan Kerusakan
Oleh : Radar Medan | 16 Nov 2020, 17:39:09 WIB | 👁 1615 Lihat Politik
RADARMEDAN.COM - Berkampanye di rumah ibadah mengakibatkan disintegrasi bangsa hingga konflik SARA (suku, agama, ras dan antar golongan). Karenanya, aktivitas politik ini dilarang dan diganjar pidana kurungan.
Penegasan sekaligus penjelasan tersebut disampaikan Muhammad Erwin, praktisi hukum Kota Medan yang pernah mengikuti pendidikan khusus penanganan perkara pemilu. Esensi adanya klausula larangan berkampanye di rumah ibadah, sebagaimana muatan Pasal 280 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, menurutnya adalah untuk menghindarkan bangsa ini dari kerusakan.
"Kampanye di masjid maupun rumah ibadah lainnya, dapat menimbulkan disintegrasi atau perpecahan bangsa dan konflik SARA. Ini sebabnya mengapa hal itu dilarang," ujar advokat yang juga akademisi ini.
Jamaah pada rumah ibadah, beber dia, kemungkinan besar memiliki kecenderungan politik yang berbeda satu sama lain. Jika dipaksakan berafiliasi pada poros politik tertentu, bukan tidak mungkin perlawanan akan terjadi.
"Aturan dimaksud juga untuk menghindari terjadinya penggiringan perang agama pada kontestasi politik. Untuk menghindari politik identitas," ujarnya pula.
Sehubungan Pilkada Medan kali ini, Erwin mengakui ada kontestan yang mencoba mencitrakan diri sebagai perwakilan suatu kaum. Padahal, fakta yang tak bisa dibantah adalah kedua pasangan calon berlatar agama sama.
"Soal siapa yang lebih taat beragama, tak ada pula pengujiannya. Itu yang tau masing-masing mereka dan Tuhan," pungkas Erwin.
Diketahui, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan tengah memproses Calon Wakil Wali Kota Medan No Urut 1, Salman Alfarisi terkait laporan berkampanye di masjid.
Senin (16/11/2020) sekira pukul 15.15 WIB, Salman datang ke Sekretariat Bawaslu Medan di Jalan Sei Bahorok, Medan Baru, untuk berhadapan dengan petugas Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pilkada Medan 2020. Pemanggilan sebenarnya dilayangkan Bawaslu padanya untuk hadir pukul 13.00 WIB.
Bawaslu Kota Medan memproses dua perkara sekaligus terkait aktivitas kampanye di maajid, yang mengarah pada Salman Alfarisi. Perkara pertama dilaporkan Latifah Hanum Br Siregar, warga Jalan KL Yos Sudarso Km 18.5, Pekan Labuhan, Kota Medan. Ia mengaku menemukan kandidat wakil usungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut berkampanye di Masjid Aqobah, Jalan TM Pahlawan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan pada Selasa, 10 November 2020.
Kemudian, sebagaimana keterangan Koordinator Sentra Gakkumdu Pilkada Medan, Raden Deni Admiral, Bawaslu juga tengah memproses dugaan pelanggaran kampanye yang ditemukan Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatanm Medan Sunggal. Dalam hal ini, Salman disebut berkampanye di Masjid Al Irma, Jalan Rajawali, Medan Sunggal pada Rabu, 11 November 2020.(MC/SP)PE
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .