Tokoh Agama Mendukung, Ketua DPRD Karo Kecewa atas Kinerja Tim Gugus
Oleh : Radar Medan | 21 Apr 2020, 18:01:33 WIB | 👁 1380 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM,KARO-Tokoh agama di kabupaten Karo yang tergabung GBKP, MUI. Muhammadiyah, Katolik, Majelis wilayah GPdi, FKUB, BKAG, PHBI, PGI, PGPI Dan PGLLI, Sangat mendukung tim Gugus yang telah dibentuk oleh pemkab karo dalam penanganan Percepatan pencegahan penyebaran Covid-19.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba mewakili tokoh tokoh agama saat tatap muka dengan menerapkan sistem phsycal distancing, Senen petang (20/4/2020) di lantai 3 Kantor bupati.
Acara ini turut dihadiri oleh Bupati karo Terkelin Brahmana, SH, MH, Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, Sik, Kajari Karo Denny Ahmad, Ketua PN Sulahuddin, Wakil Bupati Karo, Cory Seriwaty br Sebayang, Dandim 0205 /TK diwakili Danramil Berastagi Mayor Inf J. Barus, Plh ketua Gugus Ir Martin Sitepu, Kadis Kesehatan drg Irna Safrina Meliala dan moderator kegiatan Kakesbang, Tetap Ginting.
Dikesempatan itu, Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba mengapreisasi sejumlah kebijakan yang dilakukan oleh pemkab Karo, dalam Situasi pendemi Covid-19.
"Pada prinsipnya pemerintah bagian dari wakil Tuhan didunia ini, jadi apa selama ini yang dianjurkan terkait ibadah, kami Tokoh Agama yang ada di kab Karo sudah merespon dan mematuhi sesuai protokol Covid-19,"ujarnya.
Disisi lain, ada kebijakan Pemkab Karo dalam mengantisipasi kejadian terburuk-pun, seperti ada pasien meninggal, pemkab sudah siap antisipasi lokasi pemakaman.
" Hal ini tentu kita berpikir positif, bahkan ada di medsos menanggapi berpikiran negatif, ini tidak baik, semua ini demi kebaikan, mari kita berpikir positif saja,"ajak Ketua Moderamen.
Sekedar masukan dan saran agar pertimbangan bagi pemda Karo, terkait adanya kebijakan dalam waktu dekat ini bagi masyarakat terdampak Covid-19, pemerintah akan memberikan bantuan sembako, tentu ini ditengah masyarakat menuai pro-kontra, siapa yang dapat dan siapa yang tidak dapat.
"Hal ini sangat krusial, jangan nanti menimbulkan polemik dikalangan masyarakat setelah sembako dibagi atau dalam bentuk lain, sebab masyarakat merasa terdampak semuanya,"kata Pdt Agustinus.
Antisipasi ini, sebelum terjadi, agar pemkab Karo dalam memberikan data kepada pemerintah pusat, melibatkan tokoh tokoh agama seperti saat sekarang ini, dalam arti kata setiap tokoh agama mengetahui jemaatnya, kategori miskin ringan, miskin sedang dan miskin berat, jadi dengan hadirnya kami tokoh agama memperkecil ruang pro-kontra.
Ketua muhammadiyah Kab. Karo Erwin Tanjung sependapat apa yang disampaikan ketua Moderamen GBKP pada prinsipnya tokoh agama mendukung pemerintah demi kebaikan bersama, namun tentu kami juga selalu kritis apabila ada kebijakan yang tidak memihak masyarakat.
Erwin menambahkan, saat ini masyarakat butuh bantuan APD, jadi Plh ketua Gugus segera adakan bagi masyarakat, dimana menurut data anggaran kita cukup besar.
" Jangan hal ini dibuat bertele tele terkesan lambat untuk disalurkan, sedangkan situasi saat ini kita darurat, butuh gerak cepat,"katanya.
Disisi yang sama Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH mengucapkan terimakasih kepada seluruh tokoh tokoh agama yang hadir saat ini telah memberikan dukungan moril dan kepedulian sehingga menambah semangat tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bekerja kedepannya.
"Tentu kami tahu, selama ini ada pro-kontra setiap kegiatan yang kita kerjakan, ini sudah resiko jabatan, namanya pemimpin harus siap dibuly, dikritik, dicaci maki, dan di cemoh,"ucap Terkelin.
Yang terpenting, terus bekerja yang baik dan ambil sisi positifnya saja. Bupati menyampaikan kepada jajaran SKDP agar tetap semangat bekerja.
" Jangan hiraukan, mata terus tertuju melangkah kedepan raih kesuksesan pembangunan yang didambakan masyarakat," katanya.
Sementara ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan, mengkritisi lambatnya Plh Ketua Gugus dalam menyikapi keluhan masyarakat saat ini, baik APD berupa masker dan sembako untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19.
" Untuk apa dana refocusing yang bermilyaran rupiah sudah DPRD setujui tanpa banyak embel embel demi kebutuhan masyarakat, sampai detik ini, dana Refocusing belum menyentuh bagi masyarakat, saya sangat kecewa dan prihatin, kinerja tim Gugus belum maksimal,"ujarnya kesal.
Kajari karo Denny Ahmad, SH, MH mengatakan, tim Gugus Tugas jangan takut mempergunakan uang Refocusing yang sudah ada. Sebab jelas situasi darurat sudah ada regulasi yang mengatur semuanya mulai Keppres, permendagri dan LKP.
" Yang penting jangan pernah mencari untung, tetap bekerja tulus dan ikhlas, kita jamin tidak akan berurusan dengan hukum,"katanya.
Pihak kejaksaan bersama APIP bersedia dilibatkan dalam penyaluran pendampingan anggaran dalan pengadaan barang atau kepada masyakat .(RT/RM/PR )
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .