Warga Medan Keluhkan Pekerjaan Insatalasi Fiber Optik PT Fastel
Oleh : Radar Medan | 06 Mei 2020, 10:48:10 WIB | 👁 3396 Lihat Sekitar Kita
Keterangan Gambar : Penimbunan bekas galian fiber optik terlihat masih berluban dipinggir jalan ringroad
RADARMEDAN.COM - Galian disepanjang pinggiran jalan Sunggal sampai dengan jalan ring road, untuk saat ini sedang dalam tahap pengerjaan pemasangan instalasi fiber optik(FO) diperkirakan kurang lebih 17 kilometer akan dipasangi kabel fiber optik.
Aktivitas ini berada di jalan Sunggal No 137 kelurahan Tanjung Rejo kec Sunggal Medan yang dikerjakan oleh perusahaan telekomunikasi melalui PT Fastel, namun pengerjaan ini menuai kritikan warga karena merasa terganggu dan protes Kamis 30 April 2020 yang lalu.
Tampak dilapangan pengerjaan sedang berlangsung, para pekerja sedang menggali pinggiran jalan dengan kedalaman sekitar satu meter dan menarik kabel fiber yang akan ditanam.
Namun tak menampik sejumlah masyarakat protes keras, dan mengeluhkan pengerjaan ini mengganggu lalulintas (lalin) dan pedagang yang menggantungkan hidupnya pada usaha dagangan yang dijajakan di teras rumah. Terlebih kesulitan ekomomi yang dirasakan warga akibat pandemi Covid-19 saat ini.
Galian yang berada dihalaman warga menjadi berlumpur, dan lobang galian sekitar satu meter itu untuk malam hari bisa membahayakan warga yang melintas, akibat lobang yang masih menganga, meskipun dipasangi rambu -rambu menurut warga sekitar tetap saja membahayakan, sebab malam hari lobang tak terlihat jelas.
Lebih lanjut para pedagang merasa merugi akibat konsumen enggan untuk membeli barang dagangannya dikarenakan posisi halaman yang masih tahap pengerjaan.
Seperti keterangan salah satu warga, Fahmi warga jalan ringroad mengatakan, barang dagangannya juga ikut terganggu akibat pengerjaan tanam kabel fiber optic (FO)ini.
"Sudah tiga hari pinggiran jalan ini berlobang menganga, Pembeli jadi terhalang membeli," ujarnya.
Dijelaskan warga, yang bermukim di jalan Sunggal kelurahan Tanjung Rejo, mengatakan bahwa gundukan tanah ini terlihat setelah menanam pipa FO, namun pihak PT Fastel tidak mengembalikan halaman warga seperti sediakala.
" Terlihat tanah yang telah selesai ditimbun longsor kembali akibat musim penghujan, akibatnya kembali lobang menganga," ujarnya.
Salah satu warga sunggal yang kesehariannya melakoni usaha perbengkelan yang tak mau disebutkan namanya mengatakan pengerjaan ini sudah mulai terlihat dari hari senin lalu dan setelah selesai tanah tak dipadatkan lagi, alhasil tanah longsor dan turun kebawah.
"Kurasa terlampau dekat kemarin galian ini ke parit bang, jadinya tanahnya turun dan berlobang kembali. Kemarin parkir honda pun disini masih bisa, sekarang sudah berlobang gini," bebernya kepada awak media.
Terpisah ketika wartawan mempertanyakan kepada pengawas PT Fastel Pane mengatakan, pengerjaan tanam kabel ini sepanjang 17 kilo meter dan sedang berlangsung.
" Untuk warga yang jualan pakaian yang komplin sudah berdamai kok, sudah izin," ujarnya.
Lebih lanjut kata dia untuk pengurusan perizinan dari dinas PUPR juga sudah siap, semua sudah diurus.
Harapan warga sekitar agar ada respon dari wali kota Medan melalui dinas PUPR Kodya Medan agar ditertibkan pengerjaan tersebut. Untuk kepentingan bersama dan demi menjaga kenyamanan masyarakat medan tetap kondusif saat pandemi Covid-19 melanda. (Ly Tnb/PR)
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .