Vaksin Dosis Kedua Kosong, Begini Penjelasan Satgas Dairi
Oleh : Radar Medan | 05 Agu 2021, 13:26:07 WIB | 👁 2679 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM,DAIRI - Satgas Penanganan Covid-19 Dairi melalui Kadis Kesehatan Ruspal Simarmata menjelaskan penyebab kekosongan vaksin dosis kedua di Dairi.
Menurutnya, kekosongan dosis vaksin kedua ini akibat kurangnya stok vaksin yang dikirim dari Pemerintah pusat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
Jumlah vaksin yang diterima Pemerintah Kabupaten Dairi kata Ruspal, nyatanya masih jauh dari jumlah calon penerima vaksin dosis kedua di Dairi.
Berdasarkan data saat ini, jumlah penerima vaksin dosis pertama di Dairi sampai sejauh ini sebanyak 36.907 orang atau 15,37%.
Sedangkan penerima dosis kedua baru sebanyak 22.093 orang atau 9,42%. Artinya, masih ada sekitar 14.814 orang yang menunggu vaksinasi dosis kedua.
Jumlah ini tidak seimbang dengan dengan jumlah kedatangan vaksin di Dairi yang hanya 59.000 dosis dalam beberapa kali pengiriman dibanding jumlah sasaran 234.820 jiwa dikali 2 dosis.
Ruspal menjelaskan, masalah keterbatasan vaksin dosis kedua ini tidak hanya dialami masyarakat Dairi, tapi juga dialami masyarakat di daerah lain.
Untuk melakukan percepatan vaksinasi termasuk kebutuhan dosis kedua saat ini, Pemerintah Kabupaten Dairi tentu melakukan langkah-langkah penanganan.
“Pemerintah Kabupaten Dairi saat ini sedang berupaya keras agar ketersediaan vaksin dapat tercapai, sehingga target sasaran masyarakat penerima vaksin dapat terpenuhi,” jelas Ruspal.
Hal itu disampaikan Ruspal Simarmata sejalan dengan arahan dari Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu yang menginginkan kekebalan kelompok atas vaksinasi dapat segera terwujud ditengah masyarakat Dairi. Pemerintah Kabupaten Dairi terus berkoordinasi dengan Provinsi Sumatera Utara mengingat ketersediaan vaksin di Dairi memang bergantung pengiriman dari pusat.
“Ini problemnya. Memang dari pusat, dari Kemenkes. Kami sudah berusaha maksimal agar dapat kuota sebanyak-banyaknya. Kami juga sudah rapat koordinasi tentang bagaimana vaksinasi ini,” jelasnya.
Selanjutnya Ruspal menambahkan keterlambatan pemberian dosis kedua dari jadwal yang ditentukan sebelumnya tidak perlu dikhawatirkan.
”Kalaupun terlambat menerima dosis kedua bagi masyarakat yang telah menerima dosis pertama itu masih tetap efektif dan aman,”jelasnya.
Dikutip dari berbagai sumber, juru bicara vaksinasi covid-19 Kementrian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan stok vaksinasi covid-19 terhambat karena proses produksi Bio Farma hingga pengawasan kualitas vaksinasi covid-19. Ia mengklaim efektivitas vaksin covid-19 tidak akan terganggu meskipun diberikan dalam waktu yang lebih lama.(HM)/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .