LAMI : Pembangunan Desa Jangan Hanya Fokus Pada Pembangunan Fisik
Oleh : Radar Medan | 16 Des 2019, 23:03:37 WIB | 👁 2578 Lihat Komunitas
Keterangan Gambar : Aldo Pasaribu saat meninjau infrastruktur di Rimo Bunga Kec. Mardingding, Karo, Senin (16/12)
RADARMEDAN.COM, KARO - Dana Desa (DD) adalah program Pemerintah Pusat yang di pelopori Presiden Jokowi serta dibuat undang-undangnya UU Desa 2014 dan mulai mengucur Tahun 2015, program DD ini seperti angin segar bagi desa-desa di Indonesia. Kini pemerintah desa bisa menganggarkan secara mandiri pembangunan di desanya.
Di Kab Karo, khususnya sebagian besar penggunaan dana desa masih terfokus ke proyek infrastruktur. Alokasi untuk proyek fisik ini lebih besar lantaran masih banyak wilayah yang perlu sentuhan pembangunan.
Sementara, pembangunan mestinya tak melulu fisik. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) pun mesti memperoleh porsi cukup dalam alokasi pembangunan menggunakan dana desa.
Hal ini di utarakan Aldo Pasaribu koordinator Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia(LAMI) Kec Lau Baleng dan Mardingding, saat dihubungi via telepon mengatakan. Desa seharusnya memaksimalkan DD dengan maksimal, tidak melulu fokus pada pembangunan infrastruktur saja.
" Sudah waktunya dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi di desa, sayang kalau tidak dimanfaatkan secara baik. Karena kalau melulu di infrastruktur berarti desa tersebut stagnan, tidak ada pengembangan " kata Aldo, Senin (16/12).
Lanjut Aldo menjelaskan, pengembangan ekonomi desa dengan memanfaatkan DD sudah harus dimulai, dengan penguatan modal BUMdes untuk membantu mensejahterahkan pelaku usaha di desa.
" Kita ketahui, tidak sedikit pelaku UMKM di desa yang sebenarnya memiliki prospek untuk dikembangkan, cuma mereka inikan terpentok oleh permodalan, pengemasan, dan pemasaran, kalau anggaran tersebut (DD) dicurahkan untuk pengembangan SDM aparatur desa, serta penguatan BUMdes, tentu sangat menguntungkan " tukasnya.
Dia menjelaskan, perekonomian di desa desa yang baik akan merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah desa tersebut berada.
" Kalau pertumbuhan ekononomi di desa membaik, otomatis daerahpun turut berkembang, karena ditopang kuatnya perekonomian didesa. Kepala desa dan masyarakat harus berfikir bagaimana desanya bisa menjadi destinasi tujuan, minimal bagi warga Kab. Karo " tegasnya.
Dari pengamatan Aldo Pasaribu, saat ini memang masih minim kolaborasi instansi terkait dengan pemerintahan desa untuk pengembangan permodalan dan penguatan ekonomi desa.
" Ya instansi terkait seharusnya membuka portal peluang pasar hasil usaha di desa dengan sering melakukan pelatihan dan pembinaan yang intens, bekerja sama dengan pasar jadi pelaku UMKM dan BUMdes bergeliat. Selain itu juga pemerintah desa juga harus betul-betul serius melihat potensi yang ada di desa usaha apakah yqng paling cocok untuk diaplikasikan sehingga masyarakat desa benar-benar merasakan manfaat DD " pungkasnya. (RT/RM)/PE/red
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .