Ilmuwan Ungkap Fungsi Usus Buntu, Ternyata Sangat Vital Bagi Kesehatan
Oleh : Radar Medan | 06 Apr 2021, 17:55:53 WIB | 👁 3796 Lihat Kesehatan
RADARMEDAN.COM - Usus buntu sering dianggap salah satu organ yang kurang berfaedah dan sebaliknya dianggap malah menimbulkan penyakit yang mematikan. Kenyataannya, ilmuwan menemukan bahwa usus buntu mempunyai peran vital bagi kesehatan manusia.
Usus buntu atau apendiks adalah katung buntu berbentuk cacing kecil yang keluar dari sekum atau usus besar. Menurut National Institutes of Health, satu dari 20 orang pernah menderita radang usus buntu. Charles Darwin pernah berspekulasi bahwa usus buntu tidak lagi berfungsi ketika nenek moyang manusia mengandalkan pola makan berbasis buah sehingga mudah dicerna.
"Jika Darwin mengetahui apa yang para ilmuwan ketahui sekarang tentang usus buntu, dia tidak akan pernah mengatakan bahwa itu adalah sisa-sisa evolusi yang tidak berharga," kata William Parker, seorang profesor bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Duke di Durham, Carolina Utara, kepada Live Science.
Dilaporkan dalam Journal of Theoretical Biology, Parker dan rekan-rekannya menemukan usus buntu dapat berfungsi sebagai reservoir bakteri usus yang berguna pada tahun 2007. Ini adalah jenis bakteri yang membantu tubuh mencerna makanan.
Ketika penyakit mengeluarkan mikroba baik dan jahat dari usus, bakteri baik dapat muncul dari apendiks untuk membantu memulihkan usus kembali sehat.
Selain itu, usus buntu memiliki jaringan limfoid dengan konsentrasi tinggi. Jaringan ini menghasilkan sel darah putih yang dikenal sebagai limfosit yang membantu meningkatkan respons sistem kekebalan terhadap kuman yang menyerang.
"Temuan itu menunjukkan bahwa usus buntu dapat membuat dan melatih sel-sel kekebalan tubuh," kata ahli biologi evolusi Heather F. Smith dari Midwestern University di Glendale, Arizona, mengatakan kepada Live Science.
Parker mengatakan begitu pentingnya fungsi usus buntu bagi manusia. Bahkan jika tidak ada usus buntu, akan banyak orang meninggal karena penyakit menular daripada yang seharusnya.
"Jika tidak ada usus buntu, saya pikir lebih banyak orang akan meninggal karena tinggal di daerah yang padat dan dengan sanitasi yang buruk," katanya.
Dengan usus buntu, orang akan memiliki antibiotik untuk membantu mereka bertahan hidup karena memiliki reservoir bakteri yang membantu memulihkan kondisi dari infeksi berbahaya.
"Secara keseluruhan, dunia tanpa usus buntu mungkin membuat umat manusia lebih sering sakit. Gagasan bahwa usus buntu adalah organ yang tidak penting dengan sendirinya terbantahkan," katanya.(ysw)/sindonews/PE
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .