Harga Jahe Turun Drastis, Petani di Sumatera Utara Alami Kerugian

Oleh : Radar Medan | 25 Apr 2021, 00:40:04 WIB | 👁 10234 Lihat
Opini
Harga Jahe Turun Drastis, Petani di Sumatera Utara  Alami Kerugian

Oleh : Mikha Elisa Sestriayu Sirait & Ignatius Soni Kurniawan, S.E., M.Sc

RADARMEDAN.COM - Jahe merupakan tanaman yang berasal dari asia tenggara. Tanaman jahe ini kemudian menyebar ke berbagai negara. Jahe adalah tanaman rimpang yang sangat populer akan khasnya dan dijadikan sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Bahkan digunakan sebagai pengobatan alternatif  di China, India, hingga Timur Tengah.

Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Jahe bersifat anti-inflamasi dan anti-oksidatif yang bisa mengendalikan proses penuaan.

Manfaat tanaman herbal ini juga memiliki potensi antimikroba yang dapat membantu dalam mengobati penyakit menular. Jahe segar memiliki rasa yang lebih kuat jika dibandingkan dengan jahe bubuk, kandungan gingerol yang baik bagi kesehatan juga masih banyak terdapat pada manfaat jahe segar.

Bahkan, manfaat jahe disebut-sebut dapat mencegah berbagai kanker. Namun, selain itu terdapat banyak manfaat jahe antara lain seperti mengatasi masalah pencernaan, mengurangi mual, membantu proses detoksifikasi mencegah penyakit kulit, anti peradangan. 

Awal pandemic 2020 jahe diburu oleh masyarakat, karena dianggap sebagai peningkat sistem imun tubuh. Bahkan terjadi panic buying saat itu yang mengakibatkan harga jahe melonjak mahal.

Dikarenakan hal tersebut, banyak petani yang memilih bertanam jahe di masa pandemic, salah satunya di Sumatera Utara.

Jahe memiliki masa panen selama 8 sampai 12 bulan, tergantung dari keperluan jahe tersebut. Misalnya saja jika jahe dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga seperti bumbu masak, maka umur panen jahe di kisaran 8 bulan.

Jahe yang ditanam pada umumnya adalah jahe merah, karena jahe merah lebih mahal harganya dibanding dengan jahe putih. Di masa pandemic, untuk harga jahe merah sendiri sekitar Rp.40.000/Kg dan untuk harga bibitnya sekitar Rp.45.000/Kg.

Hanya membayangkan harganya saja bisa membuat orang tergiur, makanya banyak masyarakat yang menanam jahe merah secara besar-besaran dengan luas tanah dari 1 rantai hingga 4 rantai, bahkan ada yang hingga 1 hektar.

Yang paling penting adalah modal, karena menanam jahe juga membutuhkan modal yang cukup besar. Sebab pupuk yang dibutuhkan juga cukup banyak, dan harga pupuk sendiri juga cukup mahal.

Pemberian pupuk dapat dimulai pada saat usia tanaman jahe sudah dua bulan, pupuk yang diberikan adalah  pupuk urea dan SP-36 dengan dosis 10 gram setiap meter persegi. Tanaman jahe merah yang berusia 5 bulan juga bisa diberikan susulan pupuk urea dan KCl dengan dosis takaran yang sama yaitu 10 gram setiap meter persegi.

Naiknya harga jahe merah di Sumut, dinilai sangat membantu dalam  peningkatan ekonomi keluarga yang semakin membaik terlebih dalam masa pandemic. Panen yang diperoleh bisa mencapai Rp.200.000.000 sampai dengan Rp.500.000.000. 

Banyak keluarga terlanjur menyusun rencana seperti merenovasi rumah, membeli kendaraan baik mobil maupun motor, kemudian pendapatan selebihnya digunakan untuk tabungan masa depan. Tidak hanya petani, namun  para pedagang yang menjual jahe juga merasakan keuntungan yang cukup besar. 

Namun, pada akhir Maret lalu terjadi penurunan harga jahe yang sangat drastis. Saat ini, harga jahe merah hanya sekitar Rp.4.000/Kg dan harga bibit jahe merah sekitar Rp.6.500/Kg.

Penurunan harganya hanya bersisa sekitar 10% dari harga sebelumnya. Penyebab turunnya harga jahe adalah karena terjadi panen raya  di Sumatera Utara, hal yang sama juga terjadi panen raya di  Pulau Jawa. Dan selain itu, karena peminat jahe saat ini sudah berkurang atau tidak lagi melakukan aksi borong (panic buying) dengan kata lain tingkat permintaan menurun. 

Banyak masyarakat yang menanggung kerugian akibat turunnya harga jahe tersebut. Setiap harapan dan rencana yang sudah disusun dengan sangat baik tiba-tiba harus hancur lenyap. Bahkan masih banyak masyarakat berharap harga jahe naik setidaknya dengan harga Rp.10.000/Kg, supaya tidak terlalu rugi. Apalagi, saat ini ada informasi beredar bahwa kegiatan sekolah luring atau tatap muka akan segera diberlakukan, para orang tua juga akan mulai memikirkan seperti tiket anaknya kembali ke kota perantauan. Banyak orang tua yang berpikir, jika saja harga jahe masih tetap mahal maka tabungan untuk masa depan dapat digunakan saat situasi yang kadang datang secara mendadak.

Para pedagang jahe juga merasakan penurunan pendapatan karena sepi pembeli. Para pedagang mengatakan sebelumnya yaitu pada awal pandemic mereka dapat menjual jahe hingga 20 kg dalam sehari, namun akhir-akhir ini 20 kg dapat terjual dalam kurun waktu hingga seminggu.

Namun, apapun yang terjadi tentunya bukanlah atas kehendak manusia. Oleh sebeb itu, melalui kejadian ini kita dapat mengambil hikmah yaitu untuk selalu berjaga-jaga atas apapun yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang.

*(Penulis adalah Mahasiswa Strata 1 di Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa Yogyakarta)


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas