Gaya Hidup Tradisional Terus Berkembang pada Era Millenial

Oleh : Radar Medan | 02 Mar 2019, 14:05:38 WIB | 👁 1690 Lihat
Gaya Hidup
Gaya Hidup Tradisional Terus Berkembang pada Era Millenial

RADARMEDAN.COM - Gaya hidup tradisional pada era millennial bukanlah sesuatu yang bertolak belakang. Dua hal tersebut justru menjadi kolaborasi di dalam kehidupan berbudaya yang berkembang saat ini. ''Era millenial dan gaya hidup tradisional bukan hal yang bertabrakan. Tapi berkolaborasi. Namun saya garis bawahi, elemen dari sisi tradisional mana yang mau dilihat. Tergantung, manakah yang tradisional itu, mana yang millennial itu,'' ujar Peneliti Sosiologi dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Andy Bangkit Setiawan PhD dalam diskusi Peer To Peer bertema "Life Style Tradisional di Era Millenial: Ok Kah ?", di Hotel Ciputra, belum lama ini.

Menurut dia, selama ini masyarakat berpandangan tradisional selalu tentang fisik. Ia mencontohkan, pandangan tentang memakai baju adat, hingga meminum jamu dianggap kuno. Padahal, tradisional yang harus dilihat adalah esensi, dan manfaat apa untuk kehidupan. Misalnya, meminum jamu adalah hal yang biasa diaplikasikan untuk pola hidup sehat.

Charles Ongkowijoyo Hadiningrat atau akrab dikenal Charles Saerang, pakar jamu yang merupakan generasi ketiga dari pendiri pabrik jamu Nyonya Meneer meluruskan beberapa hal terkait jamu sebagai minuman tradisional. ''Orang-orang asing itu cinta produk lokal kita (jamu). Nama-nama jamu ini tidak bisa hilang dari kehidupan kita orang Indonesia. Jamu tidak kuno, karena itu minuman kesehatan biasa seperti lainnya. Namun bagaimana pengemasan dan penyajian jamu itu agar bisa berkembang mengikuti zaman,'' tandas Charles.

Temulawak Late

Saat ini, pihaknya mengembangkan minuman temulawak latte. Sebuah inovasi yang mengesankan temulawak bukanlah jamu dalam konteks tradisional, melainkan minuman kesehatan yang bisa dinikmati sehari-hari. ''Sekarang orang asing banyak yang tinggal di Indonesia. Saya menemui peramu jamu hebat, dia orang Perancis. Dia benar benar meramu jamu dengan gaya Perancis untuk dinikmati sesuai selera orang Perancis. Nah kita ini harus segera inovasi, karena ini (jamu) produk budaya milik kita,'' imbuhnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari menjelaskan pemerintah tidak akan ketinggalan mengunggulkan konten-konten tradisional dari setiap daerah. Arahnya, bahwa tradisional adalah daya tarik pariwisata yang menghasilkan nilai ekonomi masyarakat. ''Konsep tradisionalnya macam-macam, tergantung keunggulan kearifan lokal yang dipunyai kampung-kampung di Semarang.

Seperti pada program Kampung Tematik yang dicanangkan sejak 2016. Ada kampung jamu. Dari gaya hidup, sekarang sudah berkembang kafe yang menyediakan makanan dan minuman berbahan dasar laiknya jenis-jenis tanaman untuk jamu.(Suaramerdeka)


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas