Forum Germas Tingkat Kota Siantar Dibentuk, Wali Kota Sampaikan Jangan Jadi Seremonial Semata
Oleh : Radar Medan | 23 Sep 2021, 10:12:15 WIB | 👁 1012 Lihat Berita Kota
RADARMEDAN.COM, Pematangsiantar - Pembentukan Forum GERMAS Tingkat Kota Pematangsiantar, dalam rangka Penguatan PERWA No. 30 Tahun 2019 Tentang GERMAS ( Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ) di Kota Pematangsiantar, Rabu (22/09/2021) Sekira pukul 09.00 WIB di Aula Marihat Room, Sapadia Hotel Jalan Diponegoro Kota Pematangsiantar.
Pertemuan pembentukan forum GERMAS dihadiri oleh Asisten II Zainal Siahaan, SE. MM mewakili Walikota, Ketua TP.PKK Kota Pematangsiantar, Ny.Syahputri Hefriansyah, Narasumber dari Universitas Sumatera Utara (USU) Dr.Drs.R Kintoko Rochadi, MKM, Kadis Kesehatan Kota Pematangsiantar, Dr.Ronald H Saragih, M.Kes, Plt. RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, Dr.Maya Damanik, Plt. Kepala BAPPEDA Kota Pematangsiantar, M.Hammam Sholeh, AP, Kabag Prokopim Kota Pematangsiantar, Mardiana, SH, Para Pimpinan BUMN, BUMD se-Kota Pematangsiantar
Zainal Siahaan mewakili Wali Kota Pematangsiantar Dr H Hefriansyah SE.MM, menerangkan Germas merupakan program garda depan di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
"Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup," ucapnya.
Diteguhkan dengan Instruksi Presiden No.1 Tahun 2017 Tentang Germas sebagai payung hukumnya, Germas sejak awal dirancang sebagai program lintas sektor yang melibatkan 20 Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, dunia usaha, serta masyarakat,
"Gerakan ini bisa menjadi andalan untuk menjaga kesehatan secara holistik yang bertumpu pada kemandirian masyarakat,"lanjutnya.
Tujuan dari gerakan masyarakat hidup sehat adalah untuk menurunkan faktor risiko utama penyakit menular, penyakit tidak menular, angka kematian ibu, angka kematian bayi dan stunting, baik yang disebabkan oleh faktor biologis, perilaku, maupun lingkungan
"Kesuksesan Germas akan ditentukan oleh gerakan yang melibatkan seluruh unsur Pemerintah, swasta, dan elemen masyarakat," Kata Zainal Siahaan.
Salah satu kunci keberhasilan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ini adalah unsur kepemimpinan, Germas bukan urusan para pegiat kesehatan semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor.
"Tujuan kegiatan ini membuat suatu wadah atau forum sebagai apresiasi dalam keikutsertaan kita sebagai Pemerintah, Swasta, dan Elemen Masyarakat dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat,"ungkap Zainal.
Lanjutnya, peran serta anggota masyarakat dan tokoh masyarakat yang ada juga merupakan kunci keberhasilan di dalam program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Memberikan contoh salah satunya seperti selalu memperhatikan sampah, tidak membuang sampah sembarangan, sehingga nantinya terciptalah lingkungan yang bersih, lingkungan pasar yang bersih dan tertib.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota berharap Germas dapat berkesinambungan.
"Forum Germas yang akan terbentuk agar membuat program kerja yang bagus, terutama menyangkut kesehatan tidak hanya di institusi tempat kita bekerja tetapi di dalam keluarga sendiri maupun di lingkungan masyarakat tempat tinggal kita masing-masing, sehingga pembudayaan Germas ini dapat berkesinambungan dalam kehidupan kita sehari hari," ucapnya.
Diminta agar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) jangan dijadikan acara seremonial semata, akan tetapi jadikan Germas seperti nafas dalam kehidupan sehari-hari agar pembangunan kesehatan di Kota Pematangsiantar dapat mengedepankan kesadaran untuk hidup sehat, tuturnya penuh harap dalam mengakhiri sambutannya.
Sebelumnya Kadis Kesehatan Kota Pematangsiantar, Dr.Ronald H Saragih, M.Kes dalam sambutannya dibacakan Kabid Kesehatan Masyarakat Anna Saragih, SKM menyampaikan, "Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ( Germas ) adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama - sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup,"Terangnya.
Sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden No.1 Tahun 2017 sebagai acuan untuk penyusunan kebijakan dalam pembudayaan Germas.
"Sebagai wujud nyata dari Instruksi Presiden, pemerintah Kota Pematangsiantar mengeluarkan Peraturan Wali Kota Pematangsiantar no.30 Tahun 2019, yang melibatkan peran masyarakat dan dunia usaha dalam pelaksanaan Germas,"ucapnya.
Pertemuan ini diharapkan agar para pemangku kepentingan dapat melakukan kegiatan secara terpadu sehingga terwujud budaya GERMAS dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan kegiatan ini melakukan koordinasi dengan lintas sektor untuk menggalang komitmen pemangku kepentingan dalam pembudayaan Germas. Memetakan program dan kegiatan lintas sektor yang dapat diintegrasikan dengan kegiatan Germas. Menyusun perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Germas. (Andrew Panjaitan)/PE
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .