Bupati Tapanuli Tengah Minta Warga Waspadai Medsos Akun Palsu yang Suka Provokasi

Oleh : Radar Medan | 12 Mei 2020, 13:54:18 WIB | 👁 1645 Lihat
Daerah
Bupati Tapanuli Tengah Minta Warga Waspadai Medsos Akun Palsu yang Suka Provokasi

RADARMEDAN.COM, TAPTENG - Disela - sela melakukan Launching BST dari KEMENSOS RI di Kantor Bupati Tapanuli Tengah kembali Bupati Tapanuli Tengah menyinggung akun palsu yang suka fitnah, Senin (11/05/2020).

Bupati Tapanuli Tengah mengungkapkan Pemkab Tapteng telah berkomunikasi dengan Kadis Sosial Provinsi yang dijembatani oleh Wakil Ketua DPRD Provsu Rahmansyah Sibarani, dan Tapteng mendapat 36.506 Paket Sembako per KK dari Pemprovsu. 

"Kami Pemkab Tapteng telah melakukan segala cara dan telah di-cover oleh Pemkab Tapteng serta yang dibayarkan oleh Pemkab Tapteng itu sebanyak 40.000 Paket Sembako, tetapi pihak Rekanan memberikan 41.500 Paket Sembako dengan kata lain pihak Rekanan memberikan secara gratis sebanyak 1.500 Paket Sembako, kami tidak melakukan swakelola, itu untuk menghindari fitnah, datanya bisa dicek, " ungkap Bakhtiar Ahmad Sibarani. 

Selanjutnya Bupati Tapanuli Tengah mengatakan apabila ada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan bisa disampaikan ke akun facebook resmi kami seperti akun Bakhtiar Ahmad Sibarani, akun Humas Tapteng, akun Dinas Komunikasi dan Informatika Tapteng. 

"Akun Bakhtiar Ahmad Sibarani dikelola oleh adik - adik saya, dan adminnya ada 5 orang, tiap hari akan dicek oleh mereka. Jadi sampaikan saja, dengan syarat akun anda harus asli tidak palsu supaya kami mengetahui kami tahu kemana akan kami salurkan apabila itu akun asli" kata Bakhtiar Ahmad Sibarani. 

Bupati Tapanuli Tengah juga menuturkan jangan mengadu kepada Grup Facebook yang didanai oleh Bandar Narkoba, dimana 70 % penghuninya akun palsu yang mana akun palsu itu perbuatan setan. 

"Apabila ada akun palsu, yang kasihan itu orang tuanya sebab dia tidak mengakui orang tua dan malu membuat nama yang diberikan oleh orang tuanya diharapkan masyarakat jangan mau mengkomentari mereka. Masa kita percaya dengan akun setan. Akun - akun tersebut telah kita laporkan, setelah dicek ternyata orangnya itu - itu juga, " tutur Bakhtiar Ahmad Sibarani. 

Selanjutnya Bupati Tapanuli Tengah menjelaskan BST yang Rp600.000,- tersebut disalurkan melalui Kantor  Pos agar tidak ada fitnah lagi. Kami harap bagi yang suka memfitnah segera meminta maaf sebelum pintu maaf tertutup bagi anda. 

"Terkait bantuan dari Dana Desa diluar PKH ada kategorinya, itu sulit dicari di tapteng yang sesuai kategorinya, jikalau memang ada hanya beberapa orang saja. Saya telah instruksi agar kategorinya dipelajari, kalau memang bisa dibantu agar dibantu. Kalau boleh 5.000 sampai 10.000 KK agar dibantu dari Dana Desa supaya semua tercover, " jelas Bakhtiar Ahmad Sibarani. 

Bupati Tapanuli Tengah juga menyinggung terjadi perbedaan antara karung beras dengan isi beras pada Bansos Paket Sembako. 

"Dari awal telah kami sampaikan kami ingin bergerak cepat supaya bantuan dengan cepat diterima masyarakat. Jadi, jangan lihat karungnya tapi lihat isinya yang penting isinya sesuai dengan harga, jadi tidak ada kami menipu disitu, " singgung Bakhtiar Ahmad Sibarani. 

Selanjutnya Bupati Tapanuli Tengah menjelaskan Pemkab Tapteng telah menganggarkan 40.000 Paket Sembako per KK dan yang 17.000 Paket Sembako per KK itu berasal dari uang pribadi Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Staff Ahli, Asisten, sampai ke Kepala Desa di Seluruh Tapteng. Saat ini kita bukan pesta tapi sedang menghadapi COVID-19. 

"Apabila ada yang mengatakan beras itu busuk, diharapkan segera melapor agar bisa diganti. Karena minggu lalu ada 720 Karung beras diganti oleh penyedia karena berasnya rusak dimana 600 Karung di Kecamatan Sarudik dan 120 Karung di Siantar CA" Jelas Bakhtiar Ahmad Sibarani. 

Bupati Tapanuli Tengah juga mengatakan kalau ada mantan Pimpinan DPRD Tapteng berkomentar itu sah - sah saja karena dia tidak berada di Tapteng, sebab dia tidak tau apa yang terjadi di Tapteng ini, mungkin dia melihat dari akun palsu. 

"Karena saya lihat mereka membuat postingan melalui akun palsu terlebih dahulu baru mereka share. Mereka mengatakan berita dari akun palsu, jadi tidak sehat. Kita mencurigai jangan - jangan adminnya yang membuat akun palsu" kata Bakhtiar Ahmad Sibarani. 

Selanjutnya Bupati Tapanuli Tengah kembali membeberkan kenapa ada akun palsu merasa dikatakan didanai bandar Narkoba. 

"Jadi kepada mantan Pimpinan DPRD Tapteng saya ucapkan terima kasih atas kritikannya, tapi kalau boleh jangan hanya mengkritik saja, berilah bantuan kepada masyarakat. Seperti ada kejadian di Barus itu boru Habeahan, beliau berkomentar bahwa mereka baru kali ini mendapat bantuan, padahal tahun lalu ibunya telah mendapatkan Rp600.000,- dari bantuan Zakat, kenapa tahun lalu dia belum dapat, karena dia pada saat itu masih anak gadis, orang tuanya telah minta maaf," Beber Bakhtiar Ahmad Sibarani.(Hery Manalu /PR) 


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Deli_Serdang.jpg

Bantah Antikritik Soal Akun Anonim, Pemkab Deli Serdang Buka Suara Terkait Anggaran Rp38,5 Miliar

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔11:27:41, 22 Okt 2026

RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat. Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas