Bupati Karo Tinjau Hulu hingga Hilir Sisa Terjangan Lahar Dingin Gunung Sinabung
Agus : fenomena lahar dingin terjadi setiap tahun bulan bulan April

Oleh : Radar Medan | 24 Apr 2020, 16:26:36 WIB | 👁 1710 Lihat
Daerah
Bupati Karo Tinjau Hulu hingga Hilir Sisa Terjangan Lahar Dingin Gunung Sinabung

Keterangan Gambar : Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau bekas banjir lahar dingin Gunung Sinabung


RADARMEDAN.COM,KARO- Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Kabid Bina Marga, Hendra Mitcon Purba, Kabid Bappeda, Efanlit Sembiring, Kabid Logistik BPBD, Natanael Perangin Angin, meninjau jalan darat penghubung Tiga Nderket - Kuta buluh yang rusak parah  akibat diterjang lahar dingin dari Gunung Sinabung, Jumat (24/4/2020) WIB.

"Peninjauan kelapangan ini, untuk mengecek dan memastikan kejadian, Kamis  (23/4/2020) ada info dari camat Tiga Nderket, bahwa terjadi lahar dingin disertai curah hujan yang tinggi yang melanda pemukiman penduduk dan lahan pertanian warga,"ujar Terkelin Brahmana disela sela meninjau sabodam. 

Terkelin menyebutkan, setelah  melihat dan cek  lokasi,  betul kondisi ini sangat memprihatinkan, dimana sabodam yang dibangun, sebagai antisipasi  jalur lahar dingin, tidak mampu mengakomodir lahar dingin yang membawa material kayu, batu, pasir dan kerikil. 

"Akibatnya, lahar dingin meluber ke pemukiman warga, ladang warga, serta membuka jalur baru diluar Sabodam yang ada, itulah yang kita tinjau tadi kehulu hingga ke hilir, ternyata fakta kita temukan Sabodam jebol, aliran sungai  dusun bekerah dari gunung Sinabung buka persoalan  babak baru,"ucap Terkelin.

Karna sudah ada jalur baru terbentuk, menurut Terkelin hari ini akan mengerahkan alat berat excavator, grader dan dumtruk untuk menormalisasikan jalan penghubung Tiga nderket - Kuta buluh yang sementara sulit dilalui kendaraan roda empat tanpa  double cabin.

"Selain itu, alat  berat ini akan membersihkan material  berupa bongkahan  batu kecil dan besar, kayu, pasir dan kerikil, guna antisipasi terburuk  lahar dingin siapa tau ada susulan," kata Terkelin. 

Disamping itu dia meminta agar masyarakat tetap waspada, tenang dan jangan khawatir, disaat  lahar dingin dan Covid-19 sedang terjadi, agar warga mengutamakan  keselamatan dan kesehatan, seusai SOP protokol kesehan. 

Dikesempatan itu, Camat Tiga Nderket, Syukur Brahmana menyebut  kejadian lahar dingin Gunung Sinabung menerjang wilayah desa  Kutambaru dan Tiga Nderket, dibenarkan terjadi hari Kamis (23/4) pukul 15.00 WIB sore.  

"Sejak kejadian lahar dingin terjadi berimbas sampai saat ini, jalan darat  penghubung Tiga nderket - Kutabuluh, sementara ini fakum (sulit dilalui) kendaraan roda empat,"ujarnya. 

Kesulitan ini akibat lahar dingin tidak masuk areal Sabodam, tetapi keluar jalur melalui perladangan  warga dan mengarah ke badan jalan raya penghubung desa Tiganderket - Kutabuluh. 

" Sementara ini untuk kendaraan tidak double cabin, dialihkan dengan melalui  jalan alternatif dari arah Kutabuluh - Tiga nderket ada persimpangan dua  jalur  satu belok  kiri tembus kutambaru, sedangkan belok kanan tembus desa Sukatendel, demikian arus  sebaliknya,"ujar Camat. 

Kepala desa Sukatendel melalui Sekdes, Rahmat Perangin Angin mengatakan, akibat lahar dingin Gunung Sinabung perladangan warga saat diterjang, diprediksi dan dipastikan gagal panen. 

" Sesuai data lahan warga  5,5 Haktare terimbas, isi tanaman bermacam macam rusak dan ditaksir ratusan juta petani rugi," katanya. 

Sedangkan untuk pemukiman warga sedang pendataan belum semua terpastikan, hanya ada beberapa rumah warga terimbas akibat lahar dingin. 

Dilokasi Hulu, Agus Surbakti selaku juru pemantau sungai yang ditugaskan BPBD Karo menuturkan, sebelum kejadian lahar dingin menerjang perladangan warga dan pemukiman penduduk, Ia telah menghimbau dan memberitahukan kepada masyarakat bahwa ada tanda tanda lahar dingin akan bergejolak dari Gunung Sinabung. 

"Kita sudah imbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada serta mengajak warga Untuk menjauhi jalur dari Sabodam, sebab penerawangan bakal terjadi lahar dingin,"ucap Agus sang pemandu sungai. 

FENOMENA ALAM LAHAR DINGIN 

Menurut Agus, percaya atau tidak, kejadian lahar dingin ini, memiliki historis dan cerita unik selama dirinya ditugaskan memantau aliran sungai bakerah tersebut. Seingatnya kejadian lahar dingin ini  sudah terjadi sebanyak 4 kali bertutur turut disetiap bulan april. 

"Ini neh tapi fakta, bila dicermati dan diurut  kejadian-nya, tanggal 18 april 2017, pertama kali lahar dingin, kemudian tanggal 19 April 2018, lalu  disusul tanggal 21 April 2019 dan terakhir 23 April 2020 pukul 15.00 wib dengan durasi 2, 5 jam berlangsung,"katanya. 

Tentu, fenomena ini tidak masuk akal secara logika, karena kegiatan  alam siapapun tidak bisa menafsirkan, untuk itu dari pengalaman bisa dijadikan referensi kedepan agar setiap bulan Maret, Pemda Karo dan pihak kecamatan bergandengan tangan supaya melakukan normalisasi setiap tahunnya, demi antisipasi terburuk yang sudah ke empat kali ini terjadi. (RT/RM)


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas