Bupati Karo dan Sejumlah Pejabat Dirapid Tes Hasilnya Non Reaktif
Oleh : Radar Medan | 18 Jun 2020, 14:03:08 WIB | 👁 1688 Lihat Kesehatan
Keterangan Gambar : Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty br Sebayang saat rapid test
RADARMEDAN.COM, KARO - Bupati Karo Terkelin Berahmana, SH, MH, Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang serta Komisi A DPRD Karo laksanakan rapid tes di Kantor Bupati Karo, Rabu,(17/06/20 20)di kantor bupati Karo.
Pemerintah Kabupaten Karo melalui Tim Gugus Percepatan Penanganan Coronavirus Disease (Covid -19) Karo melaksanakan rapid test massal bertahap untuk pencegahan dan penanganan Covid – 19.
Rapid test perdana diperuntuk kan bagi pejabat publik baik itu bupati, wakil bupati, pimpinan dan anggota DPRD, Wartawan, serta pejabat di lingkungan Pemkab Karo.
Ketua Komisi A DPRD Karo Inolia Br Ginting mengatakan, rapid test massal Covid-19 merupakan salah satu langkah awal Pemkab Karo dan DPRD Karo dalam mempersiapkan new normal atau tatanan kenormalan baru.
New normal dapat diterapkan, tapi dengan aturan kesehatan yang kuat. Kemudian pengawasan dan pelaksanaannya jangan sampai kecolongan, supaya Karo bisa kembali ke zona hijau. Tujuannya untuk menyelamatkan jiwa orang banyak.
Sementara itu wakil bupati Karo Cory S Sebayang menjelaskan, meskipun nantinya Karo menerapkan new normal seperti membuka kembali tempat ibadah gereja maupun masjid, harus tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
Di antaranya jaga jarak sesuai kapasitas ruangan dan aturan kesehatan, juga sebelum masuk rumah ibadah harus periksa suhu tubuh, "pungkas Cory.
Hadir di kesempatan itu, bupati Karo Terkelin Brahmana, wakil bupati Karo Cory Seriwaty Br Sebayang, anggota Komisi A Edi ulina Ginting, Nora Else Br Surbakti, Onasis Sitepu, Herti Delima, Dodi Sinuhaji, Purnama Mas Tua Br Sagala, Sipken Ginting, Jani Sembiring, Sekda Karo Drs Kamperas Terkelin Purba, Plt Asisten I Dapit Trimei Sinulingga, Plh Ketua GTPP Covid-19 Ir Martin Sitepu, Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi dan Kadis Kesehatan drg Irna Safrina Meliala.
Satu demi satu rapid tes dilakukan yang dipandu oleh Kadis Kesehatan Drg Ira Safrina Milala dengan hati hati dan langsung mengumumkan hasil rapid dihadapan wartawan serta semua hasilnya negatif.
Sejalan dengan itu, disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Drg.Irna Safrina Milala tujuan rapid test sebagai pemeriksaan imunoglobulin sebagai skiring awal uji Covid – 19 menggunakan spesimen darah.,” Jelas Dr Irna Safrina Milala.
Semua yang di Rapid tes Hasilnya non reaktif.
Sehingga Jika ada yang hasilnya reaktif berarti nanti akan menuju pemeriksaan selanjutnya, yang bersangkutan kami harapkan karantina mandiri di rumah kurang lebih 14 hari.
Nanti kalau sudah dilakukan uji Swab dan dikonfirmasi positif Covid – 19 baru kami melakukan penanganan selanjutnya. Jadi kalau seandainya reaktif, harus dilakukan pemeriksaan uji Swab,” jelas Drg Irna Safrina
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .