Bupati Dairi Ajak Semua Pihak Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Pangan
Oleh : Radar Medan | 26 Okt 2022, 00:14:05 WIB | 👁 1144 Lihat Daerah
RADARMEDAN.COM, DAIRI - Bupati Dr Eddy Berutu mendorong terwujudnya kemandirian petani menuju ketahanan pangan di Kabupaten Dairi. Bupati pun mengambil berbagai langkah cepat dengan menggandeng pihak perbankan, offtaker, petani, koperasi, Pemprov Sumut, dan Pemko Medan.
"Dalam upaya kemandirian petani menuju ketahanan pangan, saya mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan, berkolaborasi," kata Eddy Berutu dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/10/2022).
Eddy Berutu mengatakan, dalam ekosistem Agri Unggul, Pemerintah Kabupaten Dairi melibatkan pelaku bisnis baik Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) dalam hal ini perbankan nasional yakni antara lain BRI, Bank Sumut dan bank lainnya, pihak swasta seperti Indofood, UMKM seperti DAF, Lembaga Pemerintah dalam hal ini antara lain Pemerintah Kota Medan, komunitas/asosiasi yakni para petani yang terhimpun dalam Koperasi Produsen Aur Dairi Botanikal, organisasi Prospera dan lain-lain.
“Pemerintah memang tidak bisa berjalan sendiri dalam menyelesaikan persoalan kemandirian petani, inflasi, dan ketahanan pangan, membutuhkan kolaborasi. Olah karena itu kami ajak semua pihak untuk berkerjasama,” papar Eddy Berutu.
Ia menambahkan, kemandirian petani yang dimaksud adalah, bagaimana petani bisa memenuhi kebutuhan permodalan, pengadaan bibit tersertifikasi, pupuk yang cocok, sarana prasarana, jaminan, dan kepastian harga hasil pertanian saat panen agar selanjutnya petani bisa sejahtera.
"Oleh karenanya Agri Unggul membangun ekosistem yang menggabungkan dan mengkolaborasikan berbagai peran organisasi dan lembaga yang berhubungan erat, berinteraksi timbal balik, saling mendukung dan mempengaruhi menuju pada hasil terukur yang saling menguntungkan," ucap Eddy Berutu.
Menurutnya, struktur dalam ekosistem Agri Unggul dirancang agar semua pihak yang berkolaborasi didalamnya membentuk dan menjadi bagian dari mata rantai siklus produksi dan pasokan.
“Ini semua tergabung dalam satu Gerakan Dairi Kendalikan Inflasi (G-DairiKI) di mana para petani menjadi sumber energi terbesar. Ini momentum kita untuk memperkuat kemandirian petani dalam menuju kedaulatan pangan lokal dengan pemanfaatan sumber daya alam, kearifan lokal dengan memanfaatkan lahan-lahan luas milik masyarakat yang belum produktif. Didalamnya kita juga mengembangkan inovasi dengan teknik budidaya yang memanfaatkan mekanisasi dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, pupuk dan tenaga sehingga proses bisa efektif untuk meningkatkan produktivitas hasil produksi pertanian," katanya.
Dikatakannya, untuk tujuan tersebut tengah dipersiapkan puluhan tenaga muda produktif untuk mendapatkan pelatihan sehingga petani milenial kita mulai masuk ke sentra produksi mengambil peran penting dalam pengoperasian alat-alat mekanisasi dan digital yang diinginkan.(HM)/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .