Aniko Rambe, Jurnalis Pemilik Suara Khas Belajar Lagi
Oleh : Radar Medan | 22 Des 2023, 17:22:32 WIB | 👁 1060 Lihat Sekitar Kita
Keterangan Gambar : Aniko Rambe saat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diadakan PWI bersama Polda Sumatera Utara di Hotel Madani Medan, 22-23 Desember 2023
RADARMEDAN.COM - Aniko Rambe, jurnalis Metro Asahan adalah seorang pria kelahiran Rantau Parapat 10 Juni 1988 lalu. Pria yang akrab disapa Niko ini tak henti menambah bekal sebagai jurnalis. Ia bersama rekannya sesama jurnalis mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diadakan PWI bersama Polda Sumatera Utara di Hotel Madani Medan, 22-23 Desember 2023.
Niko yang sudah menjadi wartawan Metro Asahan ini sejak 2006 ini datang ke Medan bukanlah perkara mudah, karena harus menempuh perjalanan selama 9 jam perjalanan. Ia dan rekannya berangkat dari Labuhan Batu hari Rabu, 20 Desember 2023 pukul 17.00 WIB. Padatnya arus lalulintas Jalinsum membuat mereka harus super waspada dijalanan. Kadang kala pengendera motor juga yang terlalu ketengah membuat mereka harus melambat di jalanan.
Tiba di Medan, mereka segera mencari hotel melati di sekitar Hotel Madani. Ia mengatakan mencari yang lebih murah, karena harus menginap 3 hari. Selama mengikuti Uji Kompetensi Wartawan, ia mengatakan senang dan bahagia walaupun lelah. Niko bersama 60 orang rekannya berjuang menghadapi penguji dari PWI Pusat.
Ia berharap dengan adanya UKW ini semakin menambah pengetahuan dan semakin professional menjalankan tugas dilapangan sesuai arahan Dewan Pers. Menurutnya meski sudah UKW Muda, tentu ada naik kelasnya, hingga ia bersama rekannya mengikuti ujian naik tingkat UKW Madya.
Niko Rambe, si suara serak basah ini juga mengungkapkan susah senangnya bekerja sebagai jurnalis. Ia konsisten bekerja pada Metro Asahan, terbukti dengan tidak pernah pindah kerja pada media lain. Walaupun awalnya hanya diajak temannya, ia kini fokus bekerja sebagai wartawan. Pernah diteror pejabat karena berita, diancam lewat handhone, merupakan resiko pekerjannnya sebagai jurnalis. Namun dibalik itu, Niko juga menceritakan bahagianya bekerja sebagai jurnalis karena bisa banyak kenalan dengan pejabat.
Niko Rambe memiliki 2 orang anak, setelah 3 hari berjuang di Medan akan kembali ke labuhan batu, dan kembali menempuh resiko jalanan selama 9 jam. Ia mengaku terkesan dengan kesiapan panitia, namun sebagai seorang pria perokok mengaku tersiksa karena harus tidak merokok selama UKW, dan hanya keluar saat istirahat.
Perjalanan Niko Rambe ini adalah gambaran perjuangan seorang wartawan dalam menempuh setiap pekerjaannya. Resiko dilapangan merupakan hal biasa dalam pekerjaan, namun kepuasan itu diperoleh saat berita yang diliput mendapat apresiasi dari masyarkaat, atau program pemerintah terkawal dengan baik dengan adanya pemberitaan. Apresiasi diperoleh melalui tingginya rating pembaca, tentunya berujung reward dari kantornya bekerja. (Heryanson Munthe)/PE
*Disampaikan pada Uji Kompetensi Wartawan kerjasama Poldasu dan PWI Sumut, mata uji, menulis berita feature.
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .